Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Badai di Amerika Dongkrak Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 16 September 2020 | 07:23 WIB
Badai di Amerika Dongkrak Harga Minyak Mentah Naik 2 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak mentah naik lebih dari 2 persen didukung gangguan pasokan akibat badai di Amerika. Meski demikian, kekhawatiran permintaan masih membayangi ketika industri energi memperkirakan pemulihan pandemi yang lebih lambat dari ekspektasi.

Mengutip CNBC, Rabu (16/9/2020) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat 92 sen, atau 2,3 persen menjadi 40,53 dolar AS per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 1,02 dolar AS atau 2,7 persen, menjadi 38,28 dolar AS per barel.

Minyak berjangka menguat menjelang pendaratan Badai Sally di Pantai Teluk AS. Lebih dari seperempat produksi minyak dan gas lepas pantai Amerika dihentikan dan pelabuhan ekspor utama ditutup karena lintasan badai bergeser ke timur menuju Alabama barat, menyisakan beberapa kilang di Pantai Teluk dari angin kencang.

"Peristiwa cuaca buruk di AS menyebabkan beberapa ketidakpastian tentang produksi minyaknya dan itu selalu menjadi kabar baik bagi harga," kata Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak Rystad Energy.

Prospek permintaan minyak tetap lemah, membatasi kenaikan harga.

Badan Energi Internasional (IEA) memangkas prospek 2020 sebesar 200.000 barel per hari menjadi 91,7 juta barel per hari, mengutip kehati-hatian tentang laju pemulihan ekonomi.

"Kami memperkirakan pemulihan permintaan minyak melambat secara nyata pada semester kedua 2020, dengan sebagian besar keuntungan mudah telah dicapai," kata IEA dalam laporan bulanannya.

Lembaga itu mengatakan stok minyak komersial di negara maju mencapai level tertinggi sepanjang masa 3,22 miliar barel pada Juli, dan memangkas perkiraan bagi penarikan stok tersirat untuk paruh kedua tahun ini.

baca juga

Revisi permintaan IEA sejalan dengan perkiraan dari produsen dan pedagang industri minyak utama. OPEC menurunkan ekspektasi permintaan minyaknya dan BP mengatakan permintaan mungkin mencapai puncaknya pada 2019.

Permintaan minyak dunia akan turun 9,46 juta barel per hari tahun ini, tutur Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dalam laporan bulanannya pada Senin, lebih dari penyusutan 9,06 juta barel per hari yang diprediksi OPEC sebulan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Kembali Ambles Imbas Kekhawatiran Kondisi Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Ambles Imbas Kekhawatiran Kondisi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 07:33 WIB

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat di Tengah Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat di Tengah Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 07:29 WIB

Imbas Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia Anjlok

Imbas Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Jum'at, 11 September 2020 | 07:51 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×