Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Emas Dunia Diprediksi Kembali Tembus 2.000 Dolar AS per Ounce

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 21 September 2020 | 07:59 WIB
Harga Emas Dunia Diprediksi Kembali Tembus 2.000 Dolar AS per Ounce
IIustrasi emas. (www.goldnewsweekly.com)

Suara.com - Harga emas dunia menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Penguatan emas berada di jalur kenaikan pekan keduanya secara berturut-turut karena dolar AS sedang melemah serta akibat kekhawatiran pemulihan ekonomi dari krisis pandemi corona.

Mengutip CNBC, Senin (21/9/2020) harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi 1,953.72 dolar AS per ounce, dan sejauh pekan ini naik 0,6 persen. Emas berjangka AS ditutup naik 0,6 persen pada harga 1,962.10 dolar AS.

"Kami melihat dolar sedikit lebih lemah, meskipun masih dalam kisaran yang sedikit di sini. Harga emas seharusnya lebih baik karena dolar akan terus melemah," kata Edward Meir, seorang analis di ED&F Man Capital Markets.

"Jalur resistensi paling rendah adalah ke atas karena The Fed, semua stimulus datang dari bank sentral global (dan) lebih banyak stimulus fiskal jika ada kesepakatan di Washington, semua penarik mengarah ke arah harga yang lebih tinggi," tambahnya.

Dolar turun 0,2 persen terhadap saingannya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Federal Reserve AS berjanji pada hari Rabu untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol dalam waktu yang lama.

Sementara Amerika Serikat mempertimbangkan RUU stimulus virus corona senilai 1,5 triliun dolar AS.

Suku bunga yang lebih rendah, yang mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan hasil, dan langkah-langkah stimulus yang meluas telah membantu kenaikan harga emas lebih dari 28 persen tahun ini karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Kami percaya keseimbangan risiko tetap naik untuk emas dan mengharapkan harga rata-rata 2.000 dolar AS per ounce pada Q4-2020 dan 2.125 dolar AS tahun depan," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

"Pembatasan koreksi jangka pendek, imbal hasil riil negatif dan dolar yang lebih lemah, di samping stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya, menciptakan lingkungan makro yang menguntungkan untuk emas dan kemungkinan akan menjadi pendorong harga utama selama beberapa bulan mendatang," tambahnya.

Harga logam mulia lainnya, perak turun 0,5 persen menjadi 26,97 per ounce. Platinum turun 0,8 persen menjadi 932,80 dolar AS dan paladium naik 0,3 persen menjadi 2,343,65 dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp 1.030.000 per Gram

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp 1.030.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 18 September 2020 | 09:49 WIB

The Fed Beri Harapan Palsu, Harga Emas Dunia Merosot

The Fed Beri Harapan Palsu, Harga Emas Dunia Merosot

Bisnis | Jum'at, 18 September 2020 | 07:49 WIB

Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.030.000 per Gram

Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.030.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 17 September 2020 | 10:55 WIB

Terkini

Tampil Sederhana di Wisuda Anak, Kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah Jadi Sorotan Dunia

Tampil Sederhana di Wisuda Anak, Kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:40 WIB

IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:39 WIB

Siapa Luky Alfirman yang Dicopot Purbaya Gegara Ceroboh Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG?

Siapa Luky Alfirman yang Dicopot Purbaya Gegara Ceroboh Loloskan Anggaran Motor Listrik MBG?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:30 WIB

QRIS Bisa Dipakai di Negara Mana Saja? Ini Daftarnya Per 2026

QRIS Bisa Dipakai di Negara Mana Saja? Ini Daftarnya Per 2026

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:26 WIB

Purbaya Tegur Dirjen Pajak, Minta Jangan Kejar Peserta Tax Amnesty Jilid II

Purbaya Tegur Dirjen Pajak, Minta Jangan Kejar Peserta Tax Amnesty Jilid II

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:05 WIB

Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram

Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:01 WIB

Ada Apa dengan Danantara? Lembaga Raksasa Prabowo Sembunyikan Laporan Penting

Ada Apa dengan Danantara? Lembaga Raksasa Prabowo Sembunyikan Laporan Penting

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:50 WIB

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital I yang Hubungkan Indonesia - Papua Nugini

TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Jembatan Digital I yang Hubungkan Indonesia - Papua Nugini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Apresiasi 17 Inovator Lingkungan Terbaik

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:34 WIB

Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!

Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 11:08 WIB