Terjerat Kemiskinan, Orang Tua Tega Jual Bayi Usia Sebulan Rp 2,9 Juta

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 29 Oktober 2020 | 06:09 WIB
Terjerat Kemiskinan, Orang Tua Tega Jual Bayi Usia Sebulan Rp 2,9 Juta
Ilustrasi bayi yang baru dilahirkan (Shutterstock).

Suara.com - Seorang bayi di negara bagian Odisha, India, dijual oleh orang tuanya seharga Rp 2,9 juta diduga karena terejerat kemiskinan.

Menyadur Hindustan Times, polisi berhasil menyelamatkan seorang bayi berusia satu bulan dari pasangan yang diduga membelinya dari pasangan miskin seharga 15.000 rupee atau sekitar (Rp 2,9 juta).

Menyusul keluhan dari LSM Childline di Sambalpur, petugas dari kantor polisi Charmal di distrik tersebut menahan pasangan dari desa Kusapali di Sambalpur yang telah membeli bayi tersebut dari pasangan yang berasal dari desa Keutibahal di bawah wilayah kantor polisi Charmal.

"Tuduhan penjualan itu terungkap setelah ASHA lokal dan pekerja anganwadi melapor ke Childline. Kami menduga bahwa orang tua bayi yang telah memiliki lima anak tersebut mungkin telah menjualnya karena kemiskinan. Kami telah menahan pasangan yang membeli bayi itu dan telah mengajukan kasus terkait hal ini," jelas Basant Dalei, inspektur penanggung jawab Kepolisian Charmal.

"Saat pemeriksaan, kami menelusuri ibu dari anak tersebut yang kemudian mengungkap nama-nama pembelinya. Penjualan tersebut dilakukan melalui pernyataan tertulis yang diaktakan secara ilegal." sambungnya.

Kisah penjualan anak tidak jarang terjadi di Odisha, yang pernah terkenal karena kemiskinannya pada tahun 80-an hingga 90-an.

Distrik Odisha Barat seperti Kalahandi dan Bolangir penuh dengan kasus penjualan anak. Pada tahun 1985, penjualan gadis suku Banita berusia 2 tahun kepada seorang pria buta hanya seharga 40 rupee (Rp 7.900) oleh saudara iparnya, Phanas Punji, membuat kemiskinan di negara bagian tersebut menjadi pusat perhatian.

Meskipun pendapatan per kapita Odisha telah melonjak dari sebelumnya pada 1999-2000 menjadi 1,01 lakh rupee (Rp 20 juta) pada 2019-2020, kasus penjualan anak masih terus bergulir.

Awal bulan ini, seorang balita di distrik Cuttack dijual oleh orang tuanya yang miskin kepada pasangan di distrik tetangga Kendrapara.

Pada bulan yang sama, sepasang suami istri di distrik Malkangiri menjual putra mereka yang berusia 9 tahun kepada tetangga karena mereka ingin menikah lagi dan bocah itu menghalangi rencana mereka.

Bocah tersebut kemudian diselamatkan oleh pemerintah setelah keluarga barunya mengeluarkannya dari sekolah dan memaksa untuk bekerja sebagai gembala sapi.

Pada bulan September 2019, orang tua di kota pesisir Balasore menjual bayi mereka yang berusia tujuh hari seharga 20.000 rupee (Rp 3,9 juta) karena dilanda kemiskinan. Bayi tersebut adalah anak ketujuh mereka.

Pada Agustus 2017, di kabupaten Kendrapara seorang bayi perempuan yang baru lahir dijual seharga 7.500 rupee (Rp 1,4 juta) untuk melunasi tagihan rumah sakit orang tuanya.

Kepala Jurusan Ekonomi Universitas Sambalpur, Sanjukta Das mengatakan kenaikan pendapatan per kapita atau kenaikan PDB tidak ada hubungannya dengan pengurangan kemiskinan.

"Perekonomian secara keseluruhan pasti tumbuh tetapi tidak melibatkan banyak orang, terutama Dalit dan suku Gram Sabhas dan palli sabhas telah gagal memperkuat suara orang miskin di desa-desa India," buka Sanjukta Das.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Sikap Macron, Tagar #IStandWithFrance Trending di Medsos India

Dukung Sikap Macron, Tagar #IStandWithFrance Trending di Medsos India

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:01 WIB

Jasad Wanita Tanpa Kepala Ditemukan di Kuburan, Terpotong Jadi 15 Bagian

Jasad Wanita Tanpa Kepala Ditemukan di Kuburan, Terpotong Jadi 15 Bagian

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:40 WIB

Bikin Skenario Penculikan, Anak di Bawah Umur Bunuh Bocah 5 Tahun

Bikin Skenario Penculikan, Anak di Bawah Umur Bunuh Bocah 5 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:28 WIB

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:55 WIB

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:31 WIB

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:09 WIB

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik

Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:40 WIB

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB

Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya

Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:20 WIB

Gak Perlu Panik Cari Kartu ATM, Kini Tarik Tunai Saldo Digital Makin Praktis Jelang Lebaran

Gak Perlu Panik Cari Kartu ATM, Kini Tarik Tunai Saldo Digital Makin Praktis Jelang Lebaran

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:37 WIB