Erick Thohir Dihantam PDIP karena Ketidaksukaan, Refly Harun: Saya Dengar

Iwan Supriyatna, Hernawan

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 07:25 WIB
Erick Thohir Dihantam PDIP karena Ketidaksukaan, Refly Harun: Saya Dengar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun menanggapi adanya kabar PDIP menegur Presiden Jokowi yang dirasa lebih percaya Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir daripada partainya sendiri.

Refly Harun mengatakan, ketidaksepakatan PDIP dan Presiden Jokowi adalah hal yang wajar dan biasa. Bahkan sudah terjadi sejak masa jabatan pertama.

Polanya berulang, PDIP menurut Refly Harun terkesan hendak melengserkan beberapa tokoh pilihan Presiden Jokowi sebagaimana dilakukan dulu dan kini.

Pernyataan tersebut disampaikan Refly Harun lewat tayangan video di Kanal YouTube pribadinya, Jumat (30/10/2020).

Dalam videonya, Refly Harun mengajak pemirsa untuk kembali menengok Presiden Jokowi pada periode pertama.

Tangkapan Layar Video Refly Harun Membahas Hubungan Jokowi, Megawati, dan PDIP (YouTube/Refly Harun).
Tangkapan Layar Video Refly Harun (YouTube/Refly Harun).

Menurut Refly Harun, permasalahan Presiden Jokowi periode lalu dan sekarang sama saja. Presiden Jokowi dinilai lebih mementingkan orang-orang terdekatnya daripada partainya sendiri.

Refly Harun lalu menyebut tiga nama kepercayaan Presiden Jokowi saat dirinya menjabat di periode pertama. Di sana tertera nama Luhut Binsar Pandjaitan, Rini Soemarno dan Andi Widjajanto.

"Problem pemerintahan Jokowi jilid satu dan dua sama. Pada jilid pertama ada ungkapan trio macan untuk menyebut orang yang dekat dengan Jokowi. Pertama Luhut Binsar Pandjaitan Kepala Staf Presiden KSP, dua Rini Soemarno Menteri BUMN, dan tiga Andi Widjajanto selaku sekretaris kabinet," ujar Refly seperti dikutip Suara.com.

Menurut Refly Harun, ketegangan dengan ketiga tokoh tersebut pernah terjadi. PDIP dianggapnya pernah berusaha menumbangkan ketiganya dengan berbagai cara.

baca juga

Namun, upaya tersebut hanya berhasil untuk menumbangkan Andi Widjajanto saja. Sebab, Presiden Jokowi tidak melengserkan Luhut Binsar Pandjaitan maupun Rini Soemarno sampai akhir masa jabatannya.

"Tiga orang ini berusaha ditumbangkan kekuatan PDIP. Tentu dengan berbagai cara yang tentunya legal secara politik," ungkap Refly.

Upaya penggeseran Rini Soemarno menurut Refly Harun terbaca lewat angket Pelindo yang menuntut Presiden Jokowi mencopotnya. Kendati begitu, keputusan Presiden Jokowi tetap sama. Tidak ingin mengganti Rini Soemarno meskipun ia dilarang untuk datang ke DPR.

"Rini Soemarno dipertahankan walaupun hampir 5 tahun dilarang ke DPR, kemudian menjadi beban menteri keuangan dan menteri lainnya yang mewakili rapat," kata Refly.

Refly Harun lalu menuturkan, hal tersebut terbilang aneh dalam sistem presidensial sebagaimana diterapkan di Indonesia.

"Ini sebenarnya aneh dalam sistem presidensil karena partai penopang menginginkan menteri Jokowi diberhentikan, tapi Jokowi gak mau. Sederhana, karena Rini Soemarno menjadi orang yang sangat berjasa dalam pemenangan Presiden Jokowi," tukasnya.

Lebih lanjut lagi, Refly Harun membahas periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi dengan menyinggung tiga tokoh kenamaan yakni, Airlangga Hartarto, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Erick Thohir.

Menurut Refly Harun, ketiga sosok tersebut sangat dipercaya oleh Presiden Jokowi yang apabila diserang PDIP akan berbahaya.

"Pada periode kedua sesungguhnya yang dipercaya Jokowi ada tiga orang, hanya saja kalau tiga orang ini diserang akan berbahaya. Airlangga Hartarto, mitra koalisi partai golkar. Dua orang lain non partai, Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir," jelas Refly.

Refly Harun kemudian menyoroti sosok Erick Thohir yang namanya kian melejit dan semakin eksis. Bahkan, Erick Thohir dianggapnya tidak jarang menghiasi acara televisi bergengsi.

Apalagi, Erick Thohir saat ini dinilainya sedang menempati jabatan strategis yakni Menteri BUMN. Meskipun secara jabatan sering disalahartikan sebagai pemilik ratusan BUMN.

Dalam tayangan videonya, Refly Harun membaca PDIP seolah tidak puas dengan posisinya saat ini yang seperti kurang menempati posisi strategis.

Selain itu, Refly Harun pun sempat mendengar bahwa PDIP tidak suka dengan ketiga tokoh kepercayaan Presiden Jokowi, khususnya Erick Thohir. Oleh sebab itu, muncul keinginan PDIP untuk menyerang Menteri BUMN tersebut.

"Dalam kondisi seperti ini PDIP sepertinya tidak puas karena tidak dapat banyak posisi. Makanya melalui kadernya, beberapa kali Erick Thohir dihantam. Saya dengar ada ketidaksukaan PDIP kepada Erick Thohir. Dari spektrum politik ya wajar," kata dia.

Menurut Refly Harun, hal itu yang kemudian bisa jadi menyebabkan Erick Thohir bukan favorit PDIP untuk diajak kerjasama, termasuk untuk pesta demokrasi pemilihan presiden 2024 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Refly Harun Buat Tim Najwa: Jangan Sampai Orang Baik Justru Jadi Target

Doa Refly Harun Buat Tim Najwa: Jangan Sampai Orang Baik Justru Jadi Target

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 21:08 WIB

Fadli Zon: Apa BUMN Diganti Nama Saja Jadi BUMR, Badan Usaha Milik Relawan?

Fadli Zon: Apa BUMN Diganti Nama Saja Jadi BUMR, Badan Usaha Milik Relawan?

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 20:28 WIB

Relawan Jokowi Jadi Komut BUMN, Fadli Zon: Ganti Nama Saja Jadi BUM Relawan

Relawan Jokowi Jadi Komut BUMN, Fadli Zon: Ganti Nama Saja Jadi BUM Relawan

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 18:26 WIB

Terkini

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:06 WIB

×