Strategi Airlangga Bawa Pertumbuhan Ekonomi 0 Persen di Akhir Tahun 2020

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 09 November 2020 | 15:14 WIB
Strategi Airlangga Bawa Pertumbuhan Ekonomi 0 Persen di Akhir Tahun 2020
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Banyak kalangan yang optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 bisa positif diatas 0 persen.

Salah satunya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia meyakini, ekonomi nasional masih bisa tumbuh positif meskipun tekanan pandemi virus corona atau covid-19 masih berlangsung.

Keoptimisan tersebut, kata dia, terlihat mulai kuartal III 2020 kemarin dimana pertumbuhan minusnya makin kecil yakni 3,49 persen.

"Kuartal III itu terjadi pembalikan dari pada rock bottom ekonomi trennya sudah positif, dari minus 5,32 persen (kuartal II) menjadi minus 3,49 persen artinya pertumbuhan kuartal ke kuartal itu 5,05 persen," kata Airlangga dalam sebuah diskusi secara virtual, Senin (9/11/2020).

Airlangga menambahkan mulai bangkitnya perekonomian nasional pada kuartal III 2020, tidak lain dan bukan karena campur tangan pemerintah lewat sejumlah program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satunya adalah belanja pemerintah yang ia bilang terus digenjot serapan anggarannya.

"Kembali kita ketahui bahwa ini akibat dari pada program pemulihan ekonomi di mana diharapkan serapan PEN itu bisa mendekati di atas 95 persen dan anggaran pemerintah bisa terserap 96 persen," paparnya.

Hasilnya kata dia mulai terlihat dimana pergerakan sektor rill mulai terlihat, semisal sektor jasa kesehatan yang sudah tumbuh 15,3 persen, sektor informasi dan komunikasi juga tumbuh 10,61 persen, utilitas pabrik 6,04 persen, sektor pertanian 2,5 persen, tanaman pangan 7,4 persen dan sektor manufaktur yang juga sudah mulai tumbuh positif.

"Kalau ini kita bisa mempertahankan kuartal ke kuartal saja, maka pertumbuhan yang 3,49 persen (dikuartal III) akan terkompensasi, tingkat pertumbuhan bisa seperti yang diharapkan adalah diatas 0 persen," ucapnya.

Sebelumnya, perekonomian sepanjang tahun ini tampaknya bakal masuk masa titik paling suram akibat tekanan pandemi virus corona atau Covid-19.

Alih-alih bakal bisa mencapai titik positif diakhir tahun, ekonomi Indonesia diprediksi bakal tetap minus di Kuartal IV 2020.

"Sepertinya agak sulit bagi kita di 2020 jadi positif terutama melihat situasi kuartal III yang cukup dalam dari yang diperkirakan banyak pihak," kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (8/11/2020).

Yah, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III lalu minus 3,49 persen, angka yang membuat 9 bulan pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi terkontraksi sebesar 2,07 persen.

Banyak faktor kata Tauhid yang membuat ekonomi RI terancam bakal tumbuh negatif, salah satunya kasus baru virus corona yang belum bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah, selain itu penyerapan anggaran pemulihan yang tidak maksimal.

"Dengan kondisi itu kami melihat kuartal IV, dengan situasi masih tinggi kasus Covid-19, penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional tidak optimal dan situasi terakhir kami perkirakan kuartal IV minus 2 persen," katanya.

Dengan catatan jelek tersebut dirinya memperkirakan bahwa hingga akhir tahun ekonomi Indonesia tidak akan bisa tumbuh positif seperti negara lain, yakni China yang sudah tumbuh 4,9 persen pada kuartal III dan Vietnam yang bahkan mampu mempertahankan pertumbuhan positif menjadi 2,6 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BKF Prediksi Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Kepala BKF Prediksi Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 14:08 WIB

Sudah Digelontorkan Stimulus Ratusan Triliun, Ekonomi RI Masih Akan Minus

Sudah Digelontorkan Stimulus Ratusan Triliun, Ekonomi RI Masih Akan Minus

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 10:50 WIB

Jokowi Minta Belanja Negara Bisa Maksimal pada Kuartal ke IV 2020

Jokowi Minta Belanja Negara Bisa Maksimal pada Kuartal ke IV 2020

Bisnis | Senin, 02 November 2020 | 16:42 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Akui Daya Beli Masih Rendah

Menko Perekonomian Airlangga Akui Daya Beli Masih Rendah

Bisnis | Senin, 02 November 2020 | 15:32 WIB

Airlangga Bantah Pemerintah Batal Beli Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Airlangga Bantah Pemerintah Batal Beli Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:22 WIB

Ramalan Airlangga, Kuartal III Ekonomi Bisa Minus 3 Persen

Ramalan Airlangga, Kuartal III Ekonomi Bisa Minus 3 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:55 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB