Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kembangkan Keuangan Dengan Investasi Obligasi Selama New Normal

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 28 Desember 2020 | 09:00 WIB
Kembangkan Keuangan Dengan Investasi Obligasi  Selama New Normal
Ilustrasi investasi. (Dok : Unsplash.com).

Suara.com - Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu karena seluruh dunia terdampak wabah Covid-19, penting bagi Anda untuk melakukan diversifikasi investasi untuk melindungi aset.

Pemilihan instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan penanaman modal dan profil risiko akan melengkapi asuransi dan dana darurat sebagai persiapan Anda untuk menghadapi keadaan darurat.

Mengelola pemasukan selama pandemi perlu dilakukan dengan cermat agar saat terjadi situasi darurat, portofolio investasi Anda tidak terganggu. Bersyukurlah jika pemasukan Anda saat ini tidak terdampak kondisi ekonomi dan bahkan Anda masih mendapatkan berbagai tunjangan maupun bonus.

Jika sebelumnya Anda menggunakan kelebihan dana yang diperoleh setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari, tagihan bulanan, tabungan darurat, dan investasi untuk pergi traveling ke luar negeri atau membeli barang-barang bermerek, kini Anda perlu lebih sadar secara finansial. Gunakan dana "nganggur" tersebut untuk melakukan diversifikasi investasi Anda.

Obligasi menjadi salah satu instrumen yang paling menarik saat ini karena pasar obligasi Indonesia masih menawarkan tingkat real yield yang cukup atraktif jika dibandingkan dengan negara emerging market lain, yakni di sekitar 5 persen.

Hal ini disebabkan karena kondisi fundamental Indonesia yang cukup baik dapat membuat para investor asing kembali melirik Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang menjadi tujuan investasi.

Obligasi adalah surat utang yang berisi janji dari penerbit surat utang untuk membayar sejumlah imbalan berupa bunga dalam suatu periode tertentu dan akan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pembeli surat utang tersebut. Obligasi sendiri memberikan tiga keuntungan bagi investor.

Pertama, investor akan mendapatkan kupon secara berkala, yang tingkat kuponnya biasanya lebih tinggi dari bunga deposito. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kupon, seperti kredibilitas penerbit, jangka waktu obligasi, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga acuan.

Kedua, berpotensi memperoleh capital gain, jika obligasi tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Ketiga, risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen saham. Harga obligasi di pasar sekunder cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen saham.

Bahkan, sebagian besar pelaku pasar sepakat bahwa obligasi yang diterbitkan pemerintah merupakan instrumen yang bebas risiko alias risk free.

Sentimen positif itu masih  membanjiri pasar obligasi untuk Surat Utang Negara atau Secondary Government Bank (SBN) seri FR yang menggunakan mata uang rupiah serta seri INDON dan INDOIS dalam mata uang dolar AS.

Investasi obligasi secara garis besar dilakukan dengan membeli SBN di pasar sekunder setelah Initial Public Offering (IPO) dilakukan. Investor yang membeli obligasi akan menerima pembayaran kupon dalam jumlah tertentu secara reguler hingga tanggal jatuh tempo yang dimiliki.

Kemudian, pada tanggal jatuh tempo obligasi, penerbit akan membayar kembali 100 persen dari harga obligasi yang dibeli oleh investor pada saat IPO.

Sedangkan berdasarkan jenis akadnya, obligasi dibagi dua, yakni konvensional atau obligasi dan akad syariah yang biasa disebut sukuk.

Harga obligasi yang diperjualbelikan di pasar sekunder berfluktuasi tergantung situasi pasar sehingga investor menghadapi risiko capital gain/loss (untung/rugi).

Tak perlu bingung dengan berbagai istilah investasi, kini Anda bisa melakukan diversifikasi investasi dengan membeli obligasi lewat digibank by DBS secara online.

Obligasi yang dibeli melalui digibank by DBS dapat dibeli mulai dari Rp1 juta dengan potensi keuntungan saat penjualan, sementara di hampir semua bank lain pada umumnya baru bisa dilakukan mulai puluhan hingga ratusan juta.

Kemudahan tersebut dimungkinkan karena digibank ingin mewujudkan wealth democratization bagi semua orang untuk terus mengelola dan mengembangkan keuangan melalui berbagai produk investasi, termasuk obligasi.

Selain itu, Anda berpeluang mendapatkan kupon atau imbal hasil yang lebih tinggi dari keuntungan deposito dan kemudahan registrasi serta beli melalui Aplikasi digibank by DBS pada smartphone Anda.

Simak keuntungan dan kemudahan cara investasi obligasi melalui digibank by DBS berikut ini:

1. Proses yang full online

Mulai dari pembuatan Single Investor IDentification (SID), pemesanan, pembayaran, dan penjualan kembali dapat Anda lakukan secara online melalui Aplikasi digibank by DBS tanpa perlu datang langsung ke cabang Bank DBS

2. Margin yang kompetitif

Pendapatan kupon atau imbal hasil yang lebih tinggi dari keuntungan deposito dengan periode pencairan kupon setiap 6 bulan sekali

3. Varian produk yang lengkap

digibank by DBS menyediakan obligasi seri FR, INDON dan INDOIS dengan maturity benchmark yang sesuai dengan target investasi Anda.

Obligasi pasar perdana, seperti ORI, SR dan SUKUK ST juga tersedia lengkap di aplikasi digibank by DBS dengan periode pembelian yang mengikuti jadwal dari pemerintah.

4. Nilai minimum pembelian yang sangat terjangkau

Anda bisa mulai membeli obligasi seri FR di harga Rp1 juta, sedangkan seri INDON dan INDOIS mulai 1.000 dolar AS.

Tunggu apa lagi, segera manfaatkan dana “nganggur” untuk investasi obligasi lewat digibank by DBS dan dan wujudkan target finansial Anda!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memilih Investasi yang Tepat di Tengah Ancaman Resesi

Memilih Investasi yang Tepat di Tengah Ancaman Resesi

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2020 | 09:00 WIB

Ingin Untung dari Tabungan & Deposito Dolar? Perhatikan 5 Hal Berikut Ini

Ingin Untung dari Tabungan & Deposito Dolar? Perhatikan 5 Hal Berikut Ini

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2020 | 09:00 WIB

Bank DBS Kebut Penyaluran Kredit Korporasi

Bank DBS Kebut Penyaluran Kredit Korporasi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 10:13 WIB

Bank DBS Indonesia Tawarkan Investasi Reksa Dana ke Nasabah

Bank DBS Indonesia Tawarkan Investasi Reksa Dana ke Nasabah

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 18:52 WIB

Tips Meraih Cuan dari Investasi Obligasi

Tips Meraih Cuan dari Investasi Obligasi

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2020 | 07:00 WIB

#SemuaPastiBisa Menabung Valas dan Beli Obligasi hanya dalam Genggaman

#SemuaPastiBisa Menabung Valas dan Beli Obligasi hanya dalam Genggaman

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2020 | 09:00 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB