Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Gegara Pandemi, Status RI Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Jadi Berantakan

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 16 Maret 2021 | 15:09 WIB
Gegara Pandemi, Status RI Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Jadi Berantakan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia tidak hanya menimbulkan masalah di sektor kesehatan saja, tapi juga merubah target pembangunan ekonomi yang dicita-citakan pemerintah menjadi berantakan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan akibat adanya pandemi Covid-19, cita-cita Indonesia menjadi negara maju bakal makin lama terwujud.

Suharso bilang, sebetulnya pemerintah menargetkan pada tahun 2036 nanti Indonesia diprediksi bakal menjadi salah satu negara berpenghasilan tinggi atau high economic countries.

"Apabila memang pertumbuhan ekonomi rata-rata sampai tahun ini bisa sampai 6 sampai 7 persen, setidaknya kita sudah bisa masuk dalam high economic countries dengan tingkat pendapatan sudah graduate (lulus) dari middle income trap," kata Suharso dalam webinar, Selasa (16/3/2021).

"Tapi karena adanya pandemi ketika tingkat pertumbuhan ekonomi digeser (menjadi minus) sehingga ada hal-hal yang perlu dikoreksi kembali," tambah Suharso.

Bahkan kata Suharso, hingga tahun 2045 Indonesia diperkirakan masih menjadi negara berpendapatan menengah.

"Kalau pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya 5 persen, hitungan kami masih ditetap middle income (berpendapatan menengah), tapi di atas middle income, namun belum lulus middle income," ujar Suharso.

Untuk masuk ke negara maju atau high income country, kata Suharso, maka produk domestik bruto (PDB) per kapita harus 13,163 dolar AS dengan pertumbuhan manufaktur rata-rata 6,3 persen, dan sektor pertanian tumbuh di kisaran 3,1 persen pada 2036.

"Kalau tingkat perekonomian kita seperti ini, sulit mencapai ke angka 13,163 dolar AS per kapita, apalagi mencapai 23,199 dolar AS pada 2045," tutur Suharso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Dampak Pandemi, Mensos Minta Pekerja Sosial Ambil Peran Nyata

Hadapi Dampak Pandemi, Mensos Minta Pekerja Sosial Ambil Peran Nyata

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 11:46 WIB

Aceh Besar Targetkan Angka Kemiskinan Turun 10 Persen di 2022

Aceh Besar Targetkan Angka Kemiskinan Turun 10 Persen di 2022

Sumut | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:54 WIB

Kota Cimahi Buka Peluang Gelaran Konser Musik Hibrid

Kota Cimahi Buka Peluang Gelaran Konser Musik Hibrid

Jabar | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:32 WIB

Usai dari Kediaman Prabowo, Airlangga Jadwalkan Bertemu Suharso Monoarfa

Usai dari Kediaman Prabowo, Airlangga Jadwalkan Bertemu Suharso Monoarfa

News | Selasa, 16 Maret 2021 | 09:23 WIB

Studi: 80 Persen Kesehatan Mental Anak Muda Menurun Selama Pandemi Covid-19

Studi: 80 Persen Kesehatan Mental Anak Muda Menurun Selama Pandemi Covid-19

Surakarta | Senin, 15 Maret 2021 | 18:28 WIB

Videografis: Konsumsi Minuman Ini Guna Menjaga Kesehatan Hati dan Jantung

Videografis: Konsumsi Minuman Ini Guna Menjaga Kesehatan Hati dan Jantung

Video | Senin, 15 Maret 2021 | 17:58 WIB

Pandemi Covid-19 Berisiko Gagalkan Target Generasi Emas Indonesia 2045?

Pandemi Covid-19 Berisiko Gagalkan Target Generasi Emas Indonesia 2045?

Lifestyle | Senin, 15 Maret 2021 | 16:11 WIB

Terkini

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB