alexametrics

Kemnaker Sanksi Tegas Pengusaha yang Langgar Aturan Pembayaran THR

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Kemnaker Sanksi Tegas Pengusaha yang Langgar Aturan Pembayaran THR
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Dok: Kemnaker)

Pengawas ketenagakerjaan diterjunkan untuk memantau pembayaran THR

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus mendorong kalangan pengusaha untuk membayar tunjangan hari raya (THR) keagamaan sesuai ketentuan. Caranya, dengan memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta para Gubernur, Walikota, dan Bupati  untuk turun tangan langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR yang telah dibentuk, serta tak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi pelanggaran aturan THR.

"Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggar aturan THR," kata Menaker Ida di Jakarta, pada Jumat (7/5/2021).

Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April sampai dengan 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

Baca Juga: Pasar Tanah Abang Ditutup Mulai 12 Mei untuk Perawatan dan Lebaran

Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 diantaranya, ritel, jasa keuangan dan perbankan, konstruksi, manufaktur, migas, alat kesehatan, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.

Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan, Kemnaker  mengerahkan  Pengawas Ketenagakerjaan yang berada di tingkat pusat dan daerah untuk mengawasi pelaksanaan pembayaran THR.

"Kita langsung menidaklanjuti pengaduan dalam Posko THR secara periodik, kemudian langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR,” kata Anwar.

Lebih jauh Anwar mengatakan, tadi pagi, Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual untuk mengkoordinasikan langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR.

Baca Juga: Jelang Lebaran, BPKN: Pengaduan Masyarakat Paling Banyak soal Jasa Keuangan

Anwar juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak Covid-19 dan tidak mampu memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan.

Komentar