Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Sadar Potensi Rugi, Garuda Indonesia Akan Hapus Beberapa Rute Internasional

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 22 Juni 2021 | 10:03 WIB
Sadar Potensi Rugi, Garuda Indonesia Akan Hapus Beberapa Rute Internasional
Pesawat Garuda Indonesia [shutterstock]

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup beberapa rute internasionalnya. Penutupan ini, karena maskapai pelat merah ini menyebut bahwa rute itu justru merugikan perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan, di tengah pandemi rute internasional hanya digunakan untuk pemulangan WNI maupun WNA.

"Rute-rute ini memang kita hentikan karena rugi internasional ini. Hanya saja ada beberapa rute yang kita masih pertahankan meskipun rugi ada potensi untung. Jadi, mohon pahami mereka numpang pesawat kita itu baik ke LN atau pulang ke Indonesia mayoritas bagian dari repatriasi," ujar Irfan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI ditulis Selasa (22/6/2021).

Mantan Direktur Utama PT INTI (Persero) ini melanjutkan, rute Internasional yang telah dihapus salah satunya, Jakarta-Osaka. Namun, beberapa rute saat ini tengah ia kaji kembali untuk dioperasikan.

Misalnya rute yang dikaji diantarannya, Jakarta-Amsterdam, Jakarta-Seoul dan Jakarta-Sydney.

"Nah sekarang, karena kondisi makin ketat di Australia kita buka Sydney seminggu sekali. Kita review terus ada 2 rute yang diamati Jakarta-Amsterdam, Jakarta-Kuala Lumpur-Sydney. Singapore menantang juga. Yang untung Bangkok, Hongkong, China. Karena China charter. Yang kami monitor selanjutnya Seoul," ucap Irfan.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, model bisnis menjadi beban terbesar kedua Garuda saat ini. Pasalnya, selama ini Garuda justru fokus menggarap rute internasional.

Padahal, tegas Erick, dengan negara kepulauan Garuda bisa memanfaatkan pasar domestik yang cukup menjanjikan.

"Kita negara kepulauan yang mestinya lebih baik domestik untuk (penerbangan) luar negeri cost sharing saja karena banyak negara harus ekspansi (penerbangan internasional) karena negara cuma satu pulau, kita tidak perlu seperti itu," kata Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Garuda Indonesia Dibekukan BEI Imbas Penundaan Pembayaran Sukuk Global

Saham Garuda Indonesia Dibekukan BEI Imbas Penundaan Pembayaran Sukuk Global

Bisnis | Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:06 WIB

Mengkhawatirkan, Garuda Indonesia Minta Tunda Pembayaran Kupon Global Sukuk

Mengkhawatirkan, Garuda Indonesia Minta Tunda Pembayaran Kupon Global Sukuk

Bisnis | Jum'at, 18 Juni 2021 | 08:55 WIB

Eks Dirut Garuda Indonesia Divonis 1 Tahun Penjara

Eks Dirut Garuda Indonesia Divonis 1 Tahun Penjara

Foto | Selasa, 15 Juni 2021 | 08:12 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB