Obligasi AS Terus Melemah, Harga Emas Dunia Kembali Bersinar

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 08 Juli 2021 | 09:30 WIB
Obligasi AS Terus Melemah, Harga Emas Dunia Kembali Bersinar
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia menguat di atas 1.800 dolar AS per ounce karena imbal hasil obligasi AS yang terus melemah.

Mengutip CNBC, Kamis (8/7/2021) harga emas di pasar spot memperpanjang kenaikan setelah rilis risalah itu dengan meningkat 0,4 persen menjadi 1.804,16 dolar AS per ounce, sehingga mencapai level tertinggi sejak 17 Juni di 1.814,78 dolar AS per ounce.

Sedangkan emas berjangka patokan Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen lebih tinggi menjadi 1.802,10 dolar AS per ounce.

Emas memperpanjang kenaikan di atas 1.800 dolar AS per Ounce.

"Karena risalah tersebut secara luas sejalan dengan ekspektasi pasar, ketimbang menghadirkan kejutan hawkish tambahan," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.

"Ambang batas untuk tapering belum terpenuhi dan kenaikan inflasi sebagian besar mencerminkan faktor sementara, dan pelemahan yang dihasilkan dalam imbal hasil berkontribusi pada penguatan emas," ujar Cooper.

Bulan lalu, pejabat The Fed merasa kemajuan substansial lebih lanjut pada pemulihan ekonomi secara umum terlihat belum terpenuhi, meski para peserta memperkirakan progres akan berlanjut.

Kemiringan hawkish yang mengejutkan oleh The Fed bulan lalu menyebabkan emas merosot 7 persen pada periode Juni.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai level terendah dalam lebih dari empat bulan.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga Amerika, yang meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga.

"Meningkatnya ketidakpastian seputar kebijakan moneter, inflasi, dan kenaikan risiko volatilitas pasar ekuitas akan mendukung permintaan emas safe-haven," kata analis ANZ.

Logam lainnya, perak stabil di kisaran 26,14 dolar AS per ounce, platinum turun 0,5 persen menjadi 1.086,32 dolar AS per ounce, sementara paladium melambung 2,6 persen menjadi 2.865,27 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 939.000 per Gram di Masa PPKM Darurat

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 939.000 per Gram di Masa PPKM Darurat

Bisnis | Selasa, 06 Juli 2021 | 10:21 WIB

Dolar AS Menguat Lagi, Harga Emas Dunia Ambles

Dolar AS Menguat Lagi, Harga Emas Dunia Ambles

Bisnis | Selasa, 06 Juli 2021 | 08:27 WIB

Awal Pekan PPKM Darurat, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 941.000 per Gram

Awal Pekan PPKM Darurat, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 941.000 per Gram

Bisnis | Senin, 05 Juli 2021 | 09:03 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB