eFishery Academy Siap Bangun Ekosistem Akuakultur Bersama Anak Muda

Iwan Supriyatna

Selasa, 24 Agustus 2021 | 11:23 WIB
eFishery Academy Siap Bangun Ekosistem Akuakultur Bersama Anak Muda
eFishery mengajak seluruh pihak untuk turut serta membangun ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Tanah Air.

Suara.com - Industri akuakultur di Indonesia berkembang dengan pesat. Namun, sektor ini masih menghadapi banyak tantangan bagi para pelaku akuakultur di Indonesia, diantaranya permasalahan efisiensi pakan serta akses terhadap permodalan dan pasar.

Berbagai kondisi yang kurang menguntungkan tersebut secara signifikan telah mengurangi minat orang-orang untuk terlibat di sektor ini, khususnya generasi muda. Hal inilah yang mendasari dibentuknya eFishery Academy.

Chief of Staff dan Co-Founder eFishery, Chrisna Aditya mengatakan, eFishery Academy bakal banyak menggandeng anak muda untuk secara aktif terlibat dalam industri akuakultur.

Bekerja sama dengan Kampus Merdeka, seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Brawijaya, eFishery ingin mengajak seluruh pihak untuk turut serta membangun ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Tanah Air.

Chrisna percaya bahwa penting untuk mengikutsertakan pelajar, ilmuwan, dan semua yang memiliki pengalaman dan ketertarikan di bidang akuakultur. Termasuk mengajak anak muda untuk terlibat secara aktif di sektor ini demi mendorong terjadinya transfer pengetahuan lintas generasi.

“Ini demi memastikan kesinambungan dan keberlanjutan ekosistem akuakultur,” ungkap Chrisna dalam keterangannya, Selasa (24/8/2021).

Chrisna menjelaskan, ada tiga program yang ditawarkan eFishery Academy. Pertama Aqua-Scientist yang berlangsung selama 2-4 minggu. Di sini peserta eFishery Academy (yang disebut dengan eFishery Squad) akan belajar lebih banyak mengenai metode penelitian dan melakukan pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan untuk memajukan industri akuakultur.

Kemudian ada program Aqua-Troops dengan durasi 3-6 bulan, dimana para Squad terlibat secara aktif dalam keseharian operasional bisnis eFishery dan mengerjakan proyek akhir yang mampu menghadirkan inovasi untuk mendorong kemajuan sektor akuakultur.

Terakhir Aqua-Preneur. Di program ini, selama 6-12 bulan, Squad akan terlibat secara langsung dalam keseharian pembudidaya dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk mengurangi dan/atau mengeliminasi permasalahan yang dihadapi pembudidaya di lapangan.

baca juga

Chrisna mengungkapkan, eFishery Squad akan menerima pelatihan serta pendampingan dari mentor yang merupakan para ahli di bidangnya. Setelah menyelesaikan sesi pelatihan, para Squad akan ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan untuk jangka waktu tertentu dan diberikan tugas atau proyek yang harus diselesaikan.

Setelah proyek selesai, para Squad akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proyek mereka. Di akhir program, mereka akan dievaluasi dan menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti seluruh proses.

"Indonesia adalah produsen akuakultur terbesar kedua di dunia setelah China, dan Indonesia saat ini memiliki salah satu populasi pemuda terbesar di dunia, sekitar 26 persen dari total 260 juta penduduknya, kurang lebih 68 juta jiwa,” ungkap Chrisna.

“Sepertiga dari anak muda Indonesia ingin menjadi entrepreneurs. Melalui eFishery Academy, kami ingin menciptakan lebih banyak lagi aqua-preneurs dan demikian membuka peluang kerja, khususnya di area rural," Chrisna menambahkan.

Lebih dari 600 orang peserta dari 125 Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia telah mendaftarkan diri, dan sebanyak 137 orang peserta telah terpilih sebagai angkatan pertama eFishery Academy.

Selain mendapatkan sertifikat dan uang saku, peserta juga mendapatkan kredit (SKS) yang dapat digunakan untuk melengkapi SKS perkuliahan.

Dalam kesempatan itu, Chrisna juga memaparkan bahwa eFishery Academy membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang masif. Pasalnya industri akuakultur makin berkembang pesat ketimbang sektor makanan berbasis hewani lainnya di seluruh dunia.

“Laju tangkapan ikan laut cenderung stagnan, dimana pertumbuhannya hanya 3%, dibandingkan dengan akuakultur yang tumbuh 21% selama enam tahun terakhir. Prospek industri ini semakin cerah karena potensinya sangat besar. Untuk itulah program eFishery Academy merupakan kesempatan emas. Melahirkan para calon entrepreneur, menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Dia menambahkan eFishery Academy juga memiliki tujuan jangka panjang, yaitu meningkatkan adopsi teknologi bagi pembudidaya ikan, menciptakan lapangan pekerjaan, mendukung ketahanan pangan dan memperbaiki gizi di Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6.000 Kelompok Pembudidaya Telah Bergabung ke Ekosistem Digital eFishery

6.000 Kelompok Pembudidaya Telah Bergabung ke Ekosistem Digital eFishery

Bisnis | Kamis, 08 Juli 2021 | 15:21 WIB

Disease Prevention System, Solusi Cegah Wabah Penyakit Di Tambak Udang

Disease Prevention System, Solusi Cegah Wabah Penyakit Di Tambak Udang

Bisnis | Kamis, 15 April 2021 | 19:30 WIB

Gunakan Teknologi eFishery, 2 Perempuan Ini Sukses Usaha Akuakultur

Gunakan Teknologi eFishery, 2 Perempuan Ini Sukses Usaha Akuakultur

Bisnis | Senin, 08 Maret 2021 | 06:29 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×