Pakar Harap Pemerintah Mulai perhatikan Komoditi Kayu Ulin Hingga Cendana Khas NTT

M Nurhadi

Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:49 WIB
Pakar Harap Pemerintah Mulai perhatikan Komoditi Kayu Ulin Hingga Cendana Khas NTT
Kayu Cendana NTT (Ist)

Suara.com - Antropolog Maritim Horst Liebner berharap pemerintah Indonesia untuk lebih memikirkan kondisi sejumlah komoditas alam khas Tanah Air yang semakin memprihatinkan karena mengalami penurunan akibat eksploitasi berlebihan.

“Untuk pembangunan tidak bisa lagi. Kenapa bisa? Karena kesannya manusia ini rakus, apapun yang ada dan tidak bisa ditanam ulang ya dibuat habis saja,” kata Horst dalam acara Telusur Jalur Rempah “Masa Depan Jalur Rempah”, Selasa (24/8/2021).

Merujuk pada riset yang telah pihaknya lakukan, sejumlah komoditi seperti kayu ulin khas Kalimantan dan kayu cendana khas Nusa Tenggara Timur mulai habis dan sulit untuk ditemukan. Karena terlalu banyak pemakaian tanpa memikirkan bagaimana cara pelestarian komoditi tersebut.

Ia mencontohkan, pada abad ke-19, Indonesia dikenal sebagai penghasil teripang terbaik. Namun, seiring berjalannya waktu teripang semakin sulit ditemukan sehingga masyarakat maritim tradisional harus mencari teripang dengan menjelajahi lautan hingga ke Australia Utara.

Ia menjelaskan, minyak kelapa sawit menurutnya termasuk komoditi dalam jalur rempah juga mengalami keadaan menyedihkan karena lahan pohon kelapa sawit terus memberikan kerusakan alam dari pembakaran hutan yang dilakukan oleh manusia.

Ia menegaskan, semakin tahun jumlah manusia akan semakin banyak dan dikhawatirkan akan berdampak pada masa depan alam dan generasi muda mendatang.

“Kenapa harus gelisah? Karena orang makin banyak. Tidak ada yg bisa memikirkan bagaimana bisa dihentikan atau ada pandemi lebih parah? Di bumi ini ada 10 miliar orang. Di abad 19 baru satu miliar,” kata dia menjelaskan alasan hal tersebut menjadi sangat mengkhawatirkan.

Horst menjelaskan bila keadaan tersebut terus dibiarkan, tidak hanya komoditas yang telah ia sebutkan yang habis tetapi juga komoditas lain seperti air dan udara yang bersih akan ikut menghilang akibat sifat tamak manusia.

Seniman dan Musisi Nova Ruth ikut meminta pemerintah untuk dapat membudidayakan terumbu karang yang semakin hari semakin memutih akibat laut yang terus mengalami perubahan suhu.

baca juga

“Harus mengakui bahwa banyak sekali terumbu karang yang sudah memutih, karena suhu laut semakin tinggi itu harus diselesaikan dulu,” kata Nova.

Nova mengatakan, pemerintah dapat melakukan pemetaan terumbu karang yang baik, yakni mencatat daerah mana yang terumbu karangnya tidak bisa dilewati oleh kapal dengan ke dalaman yang ditentukan, melihat fasilitas kapal-kapal yang melewati daerah tersebut.

Ia juga menyarankan pemerintah agar lebih gencar mengadakan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk dapat merawat sekaligus meningkatkan devisa negara melalui pariwisata terumbu karang.

“Saya jarang melihat kolaborasi antara Kemendikbud dengan pariwisata dan KLH. Ini harus dilakukan karena berhubungan penjagaan alam bisa dipelajari dari kearifan lokal,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPDPKS: Isu Negatif Minyak Sawit Tidak Berdasarkan Fakta di Lapangan!

BPDPKS: Isu Negatif Minyak Sawit Tidak Berdasarkan Fakta di Lapangan!

Bisnis | Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:57 WIB

Bisakah Minyak Kelapa Sawit Ekolabel Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia?

Bisakah Minyak Kelapa Sawit Ekolabel Menjaga Kelestarian Hutan Indonesia?

Lifestyle | Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:30 WIB

Galada Hadirkan Ragam Kuliner Rempah Indonesia dengan Instan

Galada Hadirkan Ragam Kuliner Rempah Indonesia dengan Instan

Press Release | Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:52 WIB

Petani Kelapa Sawit Belum Rasakan Kemerdekaan

Petani Kelapa Sawit Belum Rasakan Kemerdekaan

Bisnis | Rabu, 18 Agustus 2021 | 09:46 WIB

Petani Rempah Lebih Pilih Tanam Teh dan Kopi, Industri Jamu Terancam Krisis

Petani Rempah Lebih Pilih Tanam Teh dan Kopi, Industri Jamu Terancam Krisis

Lifestyle | Rabu, 11 Agustus 2021 | 06:55 WIB

Jalan Rusak-Berdebu Gegara Truk Sawit, Ratusan Warga Duri Gelar Unjuk Rasa

Jalan Rusak-Berdebu Gegara Truk Sawit, Ratusan Warga Duri Gelar Unjuk Rasa

Riau | Selasa, 10 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Terkini

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

×