alexametrics

Investasi di Surabaya Tembus Rp17,4 Triliun, Target Tahunan Turun Dibanding 2020

M Nurhadi
Investasi di Surabaya Tembus Rp17,4 Triliun, Target Tahunan Turun Dibanding 2020
ILUSTRASI-Sejumlah pasar tradisional di Kota Surabaya, Jawa Timur memberlakukan transaksi pembayaran antara penjual dan pembeli dengan menggunakan nampan. (Antara)

"Karena kondisi pandemi target kami Rp43 triliun, namun sekarang baru Rp17,4 triliun," kata Taswin.

Suara.com - Nilai investasi di Surabaya pada triwulan ketiga yang sudah masuk Rp17,4 triliun dari target awal tahun 2021 di angka Rp43 triliun.

Disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya M. Taswin, pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai pada akhir tahun. 

"Karena kondisi pandemi target kami Rp43 triliun, namun sekarang baru Rp17,4 triliun," kata dia.

Sehingga, ia mengatakan, dengan adanya perubahan Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 41 Tahun 2021 Tentang tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, diharapkan target investasi dapat tercapai.

Baca Juga: Link Daftar Online BLT UMKM, Selain Melalui Eform BRI Khusus DKI Jakarta

Pada Perwali 41/2021 telah diatur beberapa jenis perizinan yang nanti tersedia melalui layanan di klinik investasi tersebut, baik itu terkait layanan perizinan berusaha, perizinan non berusaha maupun Pelayanan non perizinan.

"Percepatan perizinan dengan sistem, paling tidak segera menarik investor ke Surabaya," ujarnya, dikutip dari Antara.

Taswin sebelumnya juga mengatakan realisasi investasi yang masuk di Kota Surabaya sepanjang tahun 2020 atau selama pandemi COVID-19 menembus angka Rp64 triliun. Bahkan pencapaian tersebut melebihi target Pemerintah Kota Surabaya sebesar Rp63 triliun.

"Pandemi COVID-19 tidak begitu memengaruhi kinerja investasi di Kota Surabaya. Kalau persentasenya, capaian investasi di tahun 2020 mencapai 100,70 persen," katanya.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa investasi di Surabaya lebih banyak didorong oleh perkembangan UMKM yang terus meningkat hingga saat ini. Bahkan, ia juga memastikan bahwa UMKM ini tidak terlalu terpengaruh kondisi pandemi COVID-19.

Baca Juga: Pendaftaran BPUM Segera Ditutup, Penuhi Syarat Ini Agar Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta

"UMKM ini malah survive di Surabaya," pungkasnya.

Komentar