Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Pakar Prediksi Ekonomi Pada Kuartal IV Melambat, Waspada Wabah Gelombang III

M Nurhadi

Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:26 WIB
Pakar Prediksi Ekonomi Pada Kuartal IV Melambat, Waspada Wabah Gelombang III
Petugas bersiaga di depan kapal kontainer terbesar, CMA CGM Otello, yang tengah sandar di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Minggu (23/4/2017). [Antara/Rosa Panggabean]

Suara.com - Ekonom Center of Reform of Economics (CORE) Yusuf Rendi Manilet memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2021 ada di angka 3,0 sampai 4,5 persen year on year atau melambat dibandingkan kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen.

"Jika melihat sampai dengan bulan September sebenarnya beberapa daerah sudah turun status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)-nya ke level yang lebih rendah, hanya saja belajar dari pengalaman pelonggaran restriksi sebelumnya bahwa diperlukan masa tunggu setelah restriksi dilonggarkan sampai sebelum ekonomi bergeliat kembali, sampai setidaknya sebelum restriksi dilakukan," kata Yusuf.

Hal ini ditunjukkan sejumlah indikator makroekonomi bulan Agustus 2021, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada di level pesimis, PMI (Purchasing Managers' Index) yang masih berada di level kontraktif, dan inflasi yang juga relatif masih rendah.

Meski demikian, ia menyebut, pemerintah perlu mempertahankan tren penurunan kasus COVID-19 guna mendukung laju roda ekonomi kembali.

Lebih jauh, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 akan sangat dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah pada kuartal IV 2021.

"Hal ini saya kira mungkin saja terjadi apalagi beberapa negara tetangga seperti Singapura dan juga negara Asia lainnya, seperti Tiongkok baru mengalami gelombang baru dari penyebaran varian baru COVID-19. Jadi tentu hal ini perlu diwaspadai," tambahnya.

Varian baru COVID-19 yang bermunculan juga membuat ia menuntut agar pemerintah memperketat pengawasan orang masuk di pelabuhan dan bandara internasional Indonesia.

"Pemerintah juga perlu mendorong kapasitas yang lebih besar untuk mengantisipasi di awal dari individu yang terkena COVID-19, mempercepat proses vaksinasi, dan memastikan penegakan law and enforcement protokoler kesehatan," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Klaster COVID-19 di PON, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Isolasi Bagi Atlet

Antisipasi Klaster COVID-19 di PON, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Isolasi Bagi Atlet

Jakarta | Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:11 WIB

Muncul Klaster Tilik di Bantul, 9 Warga Tertular Covid-19 Setelah Jenguk Orang Sakit

Muncul Klaster Tilik di Bantul, 9 Warga Tertular Covid-19 Setelah Jenguk Orang Sakit

Jogja | Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:04 WIB

Kasus Harian Covid-19 di Kulon Progo Bertambah Empat

Kasus Harian Covid-19 di Kulon Progo Bertambah Empat

Jogja | Selasa, 12 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Satgas COVID-19 Pastikan Peserta PON Positif Sembuh Sebelum Pulang ke Daerah Asal

Satgas COVID-19 Pastikan Peserta PON Positif Sembuh Sebelum Pulang ke Daerah Asal

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:54 WIB

Tambah 43 Pasien, Positif Covid-19 di Sumut Naik Jadi 105.338 Kasus

Tambah 43 Pasien, Positif Covid-19 di Sumut Naik Jadi 105.338 Kasus

Sumut | Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Kulon Progo Hanya Tambah 4 Kasus Covid-19, Masyarakat Tetap Harus Waspada

Kulon Progo Hanya Tambah 4 Kasus Covid-19, Masyarakat Tetap Harus Waspada

Jogja | Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:50 WIB

Terkini

Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!

Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:58 WIB

Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan

Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:45 WIB

Tan Kian Pernah Dikaitkan Kasus Asabri, Taipan Properti yang Viral Lelang Jam Rp106 Miliar

Tan Kian Pernah Dikaitkan Kasus Asabri, Taipan Properti yang Viral Lelang Jam Rp106 Miliar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:43 WIB

Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya

Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:26 WIB

Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?

Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:25 WIB

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:22 WIB

IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:20 WIB

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:10 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:02 WIB

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

×