alexametrics

Cetak Olympian di Bumi Cendrawasih dengan Kehadiran Infrastruktur Olahraga

Fabiola Febrinastri
Cetak Olympian di Bumi Cendrawasih dengan Kehadiran Infrastruktur Olahraga
Arena Akuatik PON XX Papua. (Dok: PUPR)

Peran Kementerian PUPR tak hanya terkait dengan infrastruktur konektivitas saja.

Suara.com - Sebagai andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, nama Kementerian PUPR senantiasa diasosiasikan sebagai penyedia konektivitas antar daerah di Indonesia, yang berujung pada peningkatan daya saing bangsa. Konektivitas yang andal tentu menjadi pilar penting dalam kelancaran logistik serta masuknya investasi.

Namun ternyata, peran Kementerian PUPR tak hanya terkait dengan infrastruktur konektivitas saja. Dimulai sejak kisah sukses pagelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kini Kementerian PUPR juga dipercaya untuk ambil peran dalam pembangunan prasarana serta infrastruktur strategis lainnya mendukung pengembangan olahraga di Tanah Air.

Istora Papua Bangkit PON XX Papua. (Dok: PUPR)
Istora Papua Bangkit PON XX Papua. (Dok: PUPR)

Mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 10 Tahun 2017 tentang Dukungan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua, dan Inpres RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Percepatan Dukungan Penyelenggaraan PON XX dan PEPARNAS XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua, salah satu mandat yang diberikan kepada Kementerian PUPR adalah membangun prasarana dan sarana olahraga, infrastruktur fisik utama maupun pendukung, serta penataan kawasan olahraga.

Bergerak cepat sejak Inpres tersebut dirilis, Kementerian PUPR segera berbenah di provinsi tertimur Nusantara tersebut. Meskipun era pandemi datang yang berakibat pada penundaan penyelenggaraan PON Papua XX, namun hal tersebut tidak mengendorkan fokus Kementerian PUPR untuk dapat menyelesaikan tugas secara tepat waktu. Secara umum, pembangunan dibagi pada 2 (dua) titik, yakni Kampung Harapan dan Doyo Baru.

Baca Juga: Apresiasi Terhadap Konsistensi Kementerian PUPR dalam Menyiapkan Venue Olahraga

Pada Lokasi Kampung Harapan, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan Arena Aquatic, Istora Papua Bangkit, penataan kawasan Kampung Harapan, dan pembangunan drainase. Sedangkan di lokasi Doyo Baru, kita dapat menyaksikan pembangunan arena Cricket, Hockey Indoor dan Outdoor, penataan Kawasan Doyo Baru, serta pembangunan sanitasi.

Arena Dayung PON XX Papua. (Dok: PUPR)
Arena Dayung PON XX Papua. (Dok: PUPR)

Khusus pembangunan Istora Papua Bangkit, kebanggaan Kementerian PUPR semakin bertambah karena mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Bukan kaleng-kaleng, raihan penghargaan yang diberikan MURI adalah pembangunan struktur atap baja lengkung bentang terpanjang, pembangunan atap berbentuk dome tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas, serta instalasi textile duct dengan ring internal terpanjang.

Kendati telah bekerja keras tanpa lelah, para construction contingent yang berperan dalam pembangunan venue tidak lupa untuk bertindak tepat dalam merawat asas akuntabilitas dan good governance dalam seluruh project-nya. Audit operasional atau post audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dilaksanakan untuk memastikan pemanfaatan dari investasi infrastruktur yang telah rampung dibangun, sebelum masuk pada fase serah terima aset. Sampai dengan 22 September 2021, Kementerian PUPR telah rampung melakukan proses serah terima kelola kepada Pemerintah Provinsi Papua terhadap seluruh venue yang dibangun, yaitu Arena Aquatic, Istora, Arena Cricket, Hockey Outdoor & Indoor, Arena Panahan, Sepatu Roda, dan Dayung, serta Penataan Kawasan Olahraga Kampung Harapan dan Doyo Baru.

Arena Kriket PON XX Papua. (Dok: PUPR)
Arena Kriket PON XX Papua. (Dok: PUPR)

Sederet Prestasi Bintang Olahraga dari Papua
Dari kaca mata olahraga, pentas PON senantiasa menjadi panggung audisi atau batu pijakan bagi para atlet Indonesia untuk dapat berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Salah satu atlet fenomenal yang terlahir dari PON tentu saja bintang sepak bola kebanggaan Papua, Boaz Solossa. Striker andalan Persipura Jayapura ini mampu membawa klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut menjadi juara Liga Indonesia sebanyak 2 (dua) kali.

Prestasi Bochi, panggilan akrabnya, tak hanya di level nasional saja melainkan juga di kancah internasional. Selepas bermain di PON Palembang 2004 pada usia yang masih sangat muda yakni 15 tahun, pelatih Tim Nasional Indonesia kala itu, Peter Withe, langsung berani memanggilnya untuk masuk ke skuad Tim Garuda untuk berlaga di Piala ASEAN Football Federation (saat itu masih bernama Tiger Cup) beberapa bulan berselang. Meski tak mampu membawa gelar juara, namun performa Boaz sangat menarik perhatian para pemerhati sepak bola nasional maupun internasional.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun 23 Rusun Untuk ASN di Sejumlah Daerah

Nama lain yang tak bisa dilepaskan dari dunia olahraga Papua adalah Raema Lisa Rumbewas yang menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil menyumbangkan tiga medali sepanjang kiprahnya di Olimpiade sebelum disamai oleh Eko Yuli Irawan. Lisa mampu meraih medali perak di edisi Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade Athena 2004, serta menuai perunggu empat tahun kemudian di Beijing.

Komentar