alexametrics

Hingga 15 Oktober 2021, Realisasi Anggaran PEN Capai Rp428 Triliun

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani
Hingga 15 Oktober 2021, Realisasi Anggaran PEN Capai Rp428 Triliun
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita, Senin (23/9/2021). [Tangkapan layar]

Progres signifikan terjadi khususnya pada kluster kesehatan dan perlindungan sosial.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut hingga 15 Oktober 2021, realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 telah mencapai Rp428,21 triliun atau telah mencapai 57,5 persen dari pagu sebesar Rp744,44 triliun.

Progres signifikan terjadi khususnya pada kluster kesehatan dan perlindungan sosial.

Sri merinci untuk program kesehatan telah terealisasi sebesar Rp115,84 triliun atau mencapai 53,9 persen dari pagu Rp214,96 triliun.

"Penggunaannya untuk pembangunan RS darurat Asrama Haji Pondok Gede hingga Pembagian paket obat untuk masyarakat," kata Sri Mulyani dalam webinar Sinergi Pengawasan Nasional Program PC-PEN 2021, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Anggaran Penanggulangan Covid-19 Diselewengkan Lagi

Selain itu, juga diperuntukkan untuk biaya perawatan 580,29 ribu pasien, insentif tenaga kesehatan 1,26 juta di tingkat pusat dan santunan kematian untuk tenaga kesehatan sebanyak 446 orang. Selain itu, juga terkait pengadaan 121,41 juta dosis vaksin.

Sri Mulyani turut menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, anggaran kesehatan PEN tahun ini juga melonjak sangat tinggi. Jika pada tahun sebelumnya di bawah Rp60 triliun, kini pagu anggaran kesehatan mencapai Rp214,96 triliun.

"Sampai dengan hari ini, realisasinya telah mencapai Rp115.84 triliun," katanya.

Untuk kluster lainnya, realisasi perlindungan sosial saat ini sudah mencapai Rp122,47 triliun atau 65,6 persen dari pagu Rp186,64 triliun, program prioritas sebesar Rp67 triliun atau 56,8 persen dari pagu Rp117,94 triliun.

Selanjutnya dukungan UMKM dan korporasi Rp62,60 triliun atau 38,5 persen dari pagu Rp162,40 triliun, serta insentif usaha Rp60,31 triliun atau 96 persen dari pagu Rp62,83 triliun.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Wanti-wanti, Pandemi Covid-19 Bukan Yang Pertama dan Terakhir

Komentar