Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Batu Bara Naik, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Catat Laba Rp4,8 Triliun

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:41 WIB
Harga Batu Bara Naik, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Catat Laba Rp4,8 Triliun
Smelter PT Bukit Asam Tbk. [ptba.co.id]

Suara.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mencatat laba Rp4,8 triliun pada kuartal III 2021, yang berarti berhasil meningkatkan keuntungan 176 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam konferensi pers, Direktur Utama PTBA Suryo Hadi Eko menyebut, capaian laba bersih tersebut didukung dengan pendapatan sebesar Rp19,4 triliun, meningkat pesat 51 persen dibanding capaian di periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp12,8 triliun.

"Tidak bisa dipungkiri, kenaikan laba karena kenaikan harga batu bara acuan (HBA) . Tapi di luar itu, program efisiensi yang dilakukan PTBA untuk mengendalikan biaya juga turut berpengaruh. Lalu peningkatan volume dan penjualan," kata Suryo, Senin (25/10/2021).

Bersamaan dengan pencapaian laba bersih tersebut, perusahaan juga mencatat kenaikan total aset sebesar 19 persen dari sebesar Rp 27,0 triliun di semester I-2021 menjadi Rp 32,2 triliun per 30 September 2021.

Kenaikan kinerja ini seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun nasional yang mendorong naiknya permintaan atas batu bara, disertai dengan kenaikan harga batu bara yang signifikan hingga menyentuh level 203 dolar AS per ton pada 30 September 2021.

Eko juga menjelaskan di sisi lain PTBA tetap melakukan upaya efisiensi secara berkelanjutan disetiap lini kegiatan, sebagai langkah antisipasi menghadapi volatilitas harga batu bara.

Jika terjadi penurunan harga maka diharapkan tidak berdampak signifikan pada kinerja perseroan dan tetap dapat membukukan kinerja positif.

Direktur Keuangan PTBA Farida Thamrin juga menjabarkan selain kenaikan harga dan kenaikan produksi. Kinerja keuangan perusahaan di tahun ini memang tertopang dari hasil efisiensi yang dilakukan perusahaan. Efisiensi ini tercermin dari angka beban biaya produksi.

Farida mencatat biaya produksi memang naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kenaikan biaya produksi ini karena ada kenaikan volume produksi yang mencapai 18 persen.

“Kami jaga cost lebih efisien walau produksi meningkat,” pungkas Farida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Haji Isam, Crazy Rich Kalimantan Selatan dan Sumber Kekayaannya

Profil Haji Isam, Crazy Rich Kalimantan Selatan dan Sumber Kekayaannya

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 13:22 WIB

Marak Tambang Ilegal, Koalisi Dosen Unmul Sampaikan Surat Terbuka ke Polresta Samarinda

Marak Tambang Ilegal, Koalisi Dosen Unmul Sampaikan Surat Terbuka ke Polresta Samarinda

Kaltim | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Ini Kata Celine Evangelista Soal Kedekatan dengan Pengusaha Batu Bara

Ini Kata Celine Evangelista Soal Kedekatan dengan Pengusaha Batu Bara

Lampung | Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Prilly Latuconsina Jalani Cinta Beda Agama di Hari Ini Kenapa, Naira?

Prilly Latuconsina Jalani Cinta Beda Agama di Hari Ini Kenapa, Naira?

Entertainment | Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Koalisi Dosen Unmul Tolak Aktivitas Tambang Ilegal: Pembiaran Adalah Kejahatan Serius

Koalisi Dosen Unmul Tolak Aktivitas Tambang Ilegal: Pembiaran Adalah Kejahatan Serius

Kaltim | Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:58 WIB

Solar Langka di Samarinda, Diduga Akibat Tersuplai ke Tambang Ilegal

Solar Langka di Samarinda, Diduga Akibat Tersuplai ke Tambang Ilegal

Kaltim | Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:28 WIB

Terkini

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB