Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Senin, 01 November 2021 | 09:00 WIB
HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"
Ilustrasi Investasi. (Envato)

Suara.com - Kondisi global masih akan “menantang” di tahun ini, walaupun tensi perdagangan sudah mulai mereda, tapi disrupsi yang mempengaruhi manufaktur global tetap ada. Ada beberapa negara yang membawa angin segar terhadap ekonomi global, meski dibayang-bayangi oleh peristiwa menyebarnya virus Corona.

Fundamental perekonomian Indonesia masih dalam posisi baik, sebab gross domestic product (GDP) atau pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan II-2021 meningkat 7,07% year on year (yoy). Alhasil, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2021 dibandingkan semester I-2020, masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,10%.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini, foreign direct investment (FDI) Indonesia justru sudah mulai pulih dibandingkan negara-negara lain yang FDInya masih turun. FDI Indonesia saat ini ada di kisaran 52,4% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 47,6%.

Menariknya kata Bahlil, dari kuartal III 2020 hingga saat ini, investasi telah didominasi di luar Jawa sebesar Rp113,8 triliun atau 51,0%. Sedangkan di Jawa sendiri hanya Rp 109,2triliun atau 49,0%.

Ilustrasi Investasi. (Envato)
Ilustrasi Investasi. (Envato)

"Daerah tujuan investasi Indonesia saat ini tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga di luar pulau Jawa karena infrastruktur yang ada sudah sangat baik dan juga adanya pemberlakuan insentif yang berbeda antara Jawa dan luar Jawa," tutur Bahlil Lahadalia.

Melihat kondisi tersebut, Indonesia kini diperhitungkan sebagai negara yang bagus untuk investasi dengan risiko rendah. Bahkan, Indonesia digadang-gadang bakal menjadi negara yang terbilang cepat pulih dari Pandemi Covid-19.

Sebagai bank internasional terkemuka yang berkomitmen untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, HSBC Indonesia menyelenggarakan HSBC Summit 2021. Kegiatan ini merupakan rangkaian forum virtual yang memberikan pemahaman lebih tentang ekonomi Indonesia terkini, prospek investasi secara global, dan potensinya di masa depan.

Forum yang berlangsung baru-baru ini membahas berbagai informasi baru serta temuan dan wawasan dari pembuat kebijakan, pelaku industri, asosiasi bisnis, analis, dan peneliti ekonomi yang dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan bisnis dan investasi.

Sebagai rangkaian dari HSBC Summit, HSBC juga mengadakan forum khusus yakni, “In Conversation with Indonesia yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam forum ini, calon investor di Asia dan Eropa/Amerika Serikat akan melakukan diskusi bilateral (one-on-one discussion) dengan perwakilan senior dari BKPM. Topik diskusi mencakup penyampaian berbagai wawasan dari tim BKPM tentang iklim positif investasi, berbagai peluang investasi beserta peraturan dan insentif, serta kemudahan berinvestasi di Indonesia. Seperti pengesahan Omnibus Law, kemudian perubahan status BKPM ke Kementerian, dan perizinan usaha berbasis pendekatan risiko yang terbaru yaitu Online Single Submission (OSS).

Ilustrasi Investasi. (Envato)
Ilustrasi Investasi. (Envato)

"Forum diskusi ini merupakan bagian dari komitmen HSBC untuk menghubungkan nasabah kami dengan bisnis dan peluang di seluruh dunia," ujar Presiden Direktur, Francois de Maricourt dalam sambutannya di “In Conversation with Indonesia”.

HSBC telah berada di Indonesia selama 137 tahun dan telah berhasil menghubungkan Indonesia dengan dunia. Dengan kata lain, HSBC berhasil menjadi bagian dari kisah pertumbuhan Indonesia.

Menurut Francois de Maricourt Asia telah menjadi mesin ekonomi global. Dia pun meyakini, Asia Tenggara pada umumnya dan Indonesia pada khususnya akan memainkan peran yang semakin meningkat dalam mendorong pembangunan dan menciptakan kemakmuran.

“Itulah sebabnya kami menginvestasikan US$6 miliar selama lima tahun ke depan di Asia untuk melayani Anda dengan lebih baik dan mempermudah Anda dalam mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri,” ucapnya.

Sementara Direktur Pengembangan Promosi, Kedeputian Bidang Promosi Penanaman Modal, Ricky Kusmayadi menambahkan soal Swiss yang berhasil masuk dalam daftar lima investor terbesar di RI.

"Ini tentu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami. Sebab ini belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 1 November Warga Australia yang Sudah Vaksin Bisa ke Luar Negeri Tanpa Pengecualian

Mulai 1 November Warga Australia yang Sudah Vaksin Bisa ke Luar Negeri Tanpa Pengecualian

Bali | Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:30 WIB

Dunia Sudah Gelontorkan Stimulus 12 Triliun Dolar AS untuk Lawan Corona

Dunia Sudah Gelontorkan Stimulus 12 Triliun Dolar AS untuk Lawan Corona

Bisnis | Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Jokowi Ingatkan Tiga Hal Pemicu Kenaikan Kasus

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Jokowi Ingatkan Tiga Hal Pemicu Kenaikan Kasus

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:26 WIB

Studi: Covid-19 Berisiko Picu Masalah Neurologis, Termasuk Bell's Palsy

Studi: Covid-19 Berisiko Picu Masalah Neurologis, Termasuk Bell's Palsy

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:23 WIB

Inggris Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Pemerintah Indonesia Antisipasi Hal ini

Inggris Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Pemerintah Indonesia Antisipasi Hal ini

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 17:09 WIB

Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta

Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB