Jelang Tapering The Fed, Mata Uang Rupiah Loyo ke Posisi Rp 14.313

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 03 November 2021 | 16:50 WIB
Jelang Tapering The Fed, Mata Uang Rupiah Loyo ke Posisi Rp 14.313
Gerai penukaran mata uang asing di ITC Kuningan, Jakarta, Jumat (29/6) .

Suara.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/11/2021) sore ditutup melemah dibandingkan posisi kemarin. Pelemahan ini seiring rencana pengumuman tapering yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve dalam waktu dekat.

Mengacu data Bloomberg, Rupiah pada sore ini pukul 15.00 WIB di pasar spot exchange ditutup sebesar Rp 14.313 per dolar AS atau melemah 62,5 poin (0,4 persen) dari penutupan sebelumnya. Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.263- Rp 14.318 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor berfokus  pada keputusan kebijakan Federal Reserve AS terbaru.

"Investor akan menilai rencana bank sentral AS untuk memerangi kenaikan inflasi dan menenangkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dari Covid-19," kata Ibrahim dalam analisanya.

Menurut Ibrahim, The Fed akan menurunkan keputusannya di kemudian hari, di mana secara luas diperkirakan akan mengungkapkan garis waktu pengurangan asetnya.

"Bank sentral kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian aset bulanannya sebesar $ 15 miliar setiap bulan hingga mengakhirinya pada pertengahan 2022, tetapi garis waktu untuk kenaikan suku bunga masih belum pasti," paparnya.

Tak hanya itu, Bank of England juga akan memberikan keputusannya pada Kamis. Namun, berakhirnya program cuti Inggris tidak menyebabkan lonjakan pencari kerja baru, dengan pengangguran tidak mungkin meningkat tajam dan mendukung kenaikan suku bunga, menurut data.

Di Jepang, pembuat kebijakan pada hari Selasa menegaskan kembali komitmen Bank of Japan (BOJ) untuk target inflasi 2 persen dalam pertemuan antara gubernur BOJ Haruhiko Kuroda, menteri ekonomi Daishiro Yamagiwa dan menteri keuangan Shunichi Suzuki.

Di sisi data, indeks manajer pembelian layanan Caixin China yang dirilis pada hari sebelumnya, adalah 53,8 untuk Oktober.

baca juga

Meskipun sedikit lebih tinggi dari 53,4 yang tercatat pada bulan sebelumnya dan didukung oleh permintaan yang kuat, kenaikan inflasi tetap menjadi perhatian untuk tahun depan.

Di AS, IMP non-manufaktur ISM akan dirilis pada hari Rabu. Data perdagangan, termasuk ekspor dan impor, akan menyusul sehari kemudian dan data pekerjaan AS terbaru, termasuk non-farm payrolls, akan dirilis pada hari Jumat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat, Tax Amnesty Jilid II Jadi Faktor Pendongkraknya

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat, Tax Amnesty Jilid II Jadi Faktor Pendongkraknya

Bisnis | Selasa, 05 Oktober 2021 | 16:12 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal September, Bakal Kembali Perkasa di Asia?

Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal September, Bakal Kembali Perkasa di Asia?

Bisnis | Rabu, 01 September 2021 | 10:49 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal Pekan, Analis Minta Waspada Dampak Global

Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal Pekan, Analis Minta Waspada Dampak Global

Bisnis | Senin, 30 Agustus 2021 | 10:46 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×