Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Timur Indonesia

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 20 November 2021 | 15:00 WIB
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Timur Indonesia
Food Estate di NTT. (Dok: PUPR)

Suara.com - Bagian timur Indonesia memiliki pesona tersendiri pada keberagaman budaya dan adat istiadat yang memikat. Saat ini, pemerintah memiliki misi khusus bagi Indonesia timur, yaitu menciptakan perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat yang merata, dengan memperkuat ketahanan pangan di wilayah ini.

Sektor ketahanan pangan diperkuat dengan tujuan mengantisipasi krisis pangan di Indonesia, serta melihat peluang besar dalam sektor pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Belu.

Food Estate di NTT. (Dok: PUPR)
Food Estate di NTT. (Dok: PUPR)

Sumba Tengah sebagai Penyedia Pangan Indonesia
Lumbung pangan di Sumba Tengah kini menjadi benteng pertahanan pangan di Indonesia timur. Tak hanya mampu menekan angka kemiskinan di wilayah ini, namun juga menjadi zona kawasan industri pangan masyarakat seluruh Indonesia.

Sumba Tengah, yang beribu kota di Waibakul memiliki iklim yang tergolong kering dengan curah hujan rendah, sehingga proses panen di wilayah ini cukup langka, yaitu satu kali dalam satu tahun.

Peran Kementerian PUPR
Dalam upaya pemanfaatan lahan lumbung pangan di wilayah ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) diberikan tanggung jawab penuh oleh pemerintah dalam mengelola ketersediaan air untuk irigasi, agar terintegrasi dari hulu ke hilir.
Pada tahap awal, lumbung pangan di Sumba Tengah mencakup 5.000 hektare, yang dibagi menjadi dua area, yaitu 3.000 hektare tanaman padi dan 2.000 hektare tanaman jagung.

Food Estate di NTT. (Dok: PUPR)
Food Estate di NTT. (Dok: PUPR)

Program Food Estate di Sumba Tengah dibagi menjadi 5 zona, yaitu
1. Zona 1, di Desa Umbu Pabal;
2. Zona 2, di Desa Umbu Pabal Selatan;
3. Zona 3, di Desa Elu;
4. Zona 4, di Desa Makatakeri; dan
5. Zona 5, di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.

Dukungan sumber daya air di Food Estate Sumba Tengah meliputi;
1. Pembangunan embung;
2. Pembangunan jaringan irigasi; dan
3. Rehabilitasi sumur bor.

Pembangunan embung menjadi salah satu pendukung utama produktivitas pembangunan proyek strategis nasional atau PSN Food Estate di Sumba Tengah.

Pada 2021, area pelayanan irigasi embung akan diperluas menjadi 200 hektare, dengan kapasitas tampung mencapai 850.000 meter kubik dan pengerjaan sumur bor sebanyak 7 unit, berkapasitas 6 liter per detik.
Transisi capaian kinerja yang sudah berjalan tahun 2021 berupa:
1. Pembangunan 3 embung dan jaringan irigasi di Kecamatan Katikutana Selatan
2. Rehabilitasi 3 sumur air tanah dan jaringan irigasinya
3. Pembangunan jaringan irigasi embung Loku Jangi 200 hektare di Kecamatan Umbul Ratunggay Barat sebagai tahap 1

baca juga

Ke depan, rencana pengolahan lumbung pangan atau food estate di Sumba Tengah akan diperluas menjadi 10.000 hektare, dengan pembagian 5.600 hektare untuk tanaman padi dan 4.400 hektare untuk tanaman jagung, salah satunya di Desa Manu Wolu, Kecamatan Mamboro.

Belu sebagai Food Estate Skala Besar
Di wilayah timur lainnya, food estate atau lumbung pangan juga dikembangkan di Kabupaten Belu, Atambua. Belu merupakan salah satu daerah terdepan dari 21 kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Kondisi Belu yang sangat asri dan subur membuat sebagian besar masyarakatnya memilih bertani sebagai mata pencaharian utama. Sebanyak 60% masyarakat Belu bertumpu pada sektor pertanian.

Kesuburan daerah tersebut membuat Belu berpeluang besar dalam menghasilkan berbagai bahan utama pangan, diantaranya padi, jagung, dan kacang hijau. Berbagai hasil pertanian tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Melihat potensi tersebut, pemerintah mengembangkan Belu sebagai lumbung pangan berskala besar di wilayah timur. Lahan lumbung pangan seluas 380 hektare di Belu diharapkan bisa menjadi daerah percontohan di Indonesia dalam upaya mengembangankan ketahanan pangan nasional.

Untuk mewujudkan lumbung pangan di kawasan ini, upaya dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Beberapa bentuk dukungan pembangunan yang diberikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kabupaten Belu, diantaranya:
1. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, meliputi penggunaan sprinkler di Kabupaten Belu dan pengadaan 250 unit big gun sprinkler;

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmikan Bendungan Pidekso, Jokowi Sebut Air Kunci Ketahanan Pangan

Resmikan Bendungan Pidekso, Jokowi Sebut Air Kunci Ketahanan Pangan

News | Selasa, 28 Desember 2021 | 18:20 WIB

Kementerian PUPR Kukuhkan APPJAKI sebagai Organisasi Profesi

Kementerian PUPR Kukuhkan APPJAKI sebagai Organisasi Profesi

Bisnis | Selasa, 28 Desember 2021 | 13:22 WIB

Tak Sekadar Wujudkan Sarana Air Minum, Ini Sejumlah Dampak Positif Pamsimas

Tak Sekadar Wujudkan Sarana Air Minum, Ini Sejumlah Dampak Positif Pamsimas

Bisnis | Jum'at, 24 Desember 2021 | 12:23 WIB

Ini 28 Perusahaan yang Akan Jualan Kebutuhan Infrastruktur di e-Katalog LKPP

Ini 28 Perusahaan yang Akan Jualan Kebutuhan Infrastruktur di e-Katalog LKPP

Bisnis | Kamis, 23 Desember 2021 | 14:39 WIB

Kementerian PUPR Tandatangani Kontrak Payung e-Katalog dengan 28 Penyedia Produk Jembatan

Kementerian PUPR Tandatangani Kontrak Payung e-Katalog dengan 28 Penyedia Produk Jembatan

Bisnis | Kamis, 23 Desember 2021 | 12:53 WIB

Kementerian PUPR Tawarkan Proyek Tol Kediri-Tulungagung Senilai Rp10,4 Triliun

Kementerian PUPR Tawarkan Proyek Tol Kediri-Tulungagung Senilai Rp10,4 Triliun

Bisnis | Senin, 20 Desember 2021 | 12:58 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

×