Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Garuda Indonesia Telah Kurangi Lebih dari 2.000 Karyawan

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 20 Desember 2021 | 12:57 WIB
Garuda Indonesia Telah Kurangi Lebih dari 2.000 Karyawan
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. (Dok : Kemenpar)

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah mengurangi jumlah karyawan sejak tahun 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi serta mengurangi beban maskapai yang kini tengah terlilit utang.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengungkapkan sebesar 30,56 persen dari 7.891 karyawan telah dikurangi selama tahun 2020 ini.

Atau bisa dikatakan lebih dari 2.000 karyawan telah dipangkas oleh manajemen maskapai pelat merah ini.

"Jadi 2020 bulan Januari sampai November tahun ini kami sudah menurunkan jumlah pegawai 30,56 persen dari 7.891 pegawai menjadi 5.400-an pegawai. Kami melakukan itu dengan cara santun, dengan menekan jumlah pegawai tapi tentu saja taat terhadap peraturan yang ada di negara ini sambil tetap memiliki empati terhadap para karyawan," ujar Irfan dalam paparan publik, Senin (20/12/2021).

Irfan melanjutkan, dengan pemangkasan itu jumlah biaya karyawan juga berkurang. Ia memaparkan, dari yang biasanya Garuda Indonesia mengeluarkan biaya USD 16 Juta per bulan, menjadi USD 6 juta per bulan.

"Ini proses. Kita mesti melibatkan karyawan karena karyawan subjek bukan objek. Kita tidak bisa main lakukan pemotongan seperti yang dilakukan banyak perusahaan. Kami memilih untuk melakukan pendekatan persuasif dan mengajak karyawan terlibat. Itu kenapa cost bisa turun," ucap dia.

Selain pemangkasan karyawan, tutur Irfan, Garuda Indonesia juga memotong semua gaji para karyawan. Tidak hanya, karyawan level bawah, tetapi direksi juga mendapatkan pemotongan gaji.

Begitu juga, tambahnya, para pilot yang mendapatkan jam terbang secara bergilir, sehingga jika para pilot tidak akan mendapatkan pembayaran jika tidak melakukan penerbangan.

"Ini kembali lagi berdasarkan kesepakatan bersama yang terbaik demi kepentingan perusahaan dan pegawai. Kita sebaiknya tidak menggunakan ini sebagai alasan melakukan upaya bumi hangus terhadap karyawan," tegas Irfan.

"Karena karyawan adalah aset yang kami ingin kita melewati proses ini bersama sebaik-baiknya. Sudah terlihat kalau dari sisi cost januari 2020 USD 16 juta per bulan menjadi USD 6 juta per bulan, penurunan 60 persen secara signifikan cost," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upaya Garuda Indonesia Keluar Dari Masalah Keuangan Mulai Temui Titik Terang

Upaya Garuda Indonesia Keluar Dari Masalah Keuangan Mulai Temui Titik Terang

Bisnis | Senin, 13 Desember 2021 | 11:53 WIB

Optimalkan GATF 2021, BNI Hadirkan Weekend Banking

Optimalkan GATF 2021, BNI Hadirkan Weekend Banking

Bisnis | Minggu, 12 Desember 2021 | 10:07 WIB

Kemenparekraf Apresiasi GATF Hybrid 2021 dari BNI dan Garuda Indonesia

Kemenparekraf Apresiasi GATF Hybrid 2021 dari BNI dan Garuda Indonesia

Bisnis | Minggu, 12 Desember 2021 | 09:58 WIB

Bos Garuda Indonesia Pakai Cara Ini untuk Tingkatkan Trafik Penumpang

Bos Garuda Indonesia Pakai Cara Ini untuk Tingkatkan Trafik Penumpang

Bisnis | Jum'at, 10 Desember 2021 | 20:21 WIB

Dirut Garuda Indonesia: PKPU Bukan Pailit Tapi Proses Negosiasi

Dirut Garuda Indonesia: PKPU Bukan Pailit Tapi Proses Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 10 Desember 2021 | 11:35 WIB

Terkini

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB