Program Rehabilitasi Terumbu Karang Pupuk Kaltim Telah Berjalan 12 Tahun

Iwan Supriyatna

Kamis, 06 Januari 2022 | 07:53 WIB
Program Rehabilitasi Terumbu Karang Pupuk Kaltim Telah Berjalan 12 Tahun
Pupuk Kaltim menjalankan komitmen rehabilitasi terumbu karang di perairan Kota Bontang.

Suara.com - Sudah 12 tahun PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menjalankan komitmen rehabilitasi terumbu karang di perairan Kota Bontang, sejak pertama kali digagas dan dilaksanakan mulai 2009 silam.

Pada area konservasi seluas 20 hektare di perairan Tobok Batang Kota Bontang, PKT setiap tahun menurunkan 500 unit terumbu buatan, yang terus dikembangkan secara kontinyu melalui berbagai peningkatan program.

Tercatat hingga 2021, PKT telah menurunkan 6.322 terumbu buatan, dari awal hanya 256 unit yang berbentuk formasi lingkaran kecil. Kini formasi terumbu pun beragam, serta ditumbuhi secara alami 38 genus karang yang ditemui di seluruh area rehabilitasi.

Pertumbuhan soft coral dan hard coral pun relatif baik, sehingga dapat dijadikan sebagai parameter ukur ekosistem terumbu karang di daerah tersebut menjadi lebih baik.

Andil PKT berawal dari keprihatinan melihat kondisi terumbu karang perairan Bontang, yang mengalami banyak kerusakan akibat berbagai faktor. Salah satunya metode penangkapan ikan yang bersifat destruktif oleh nelayan setempat, seperti menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan hingga bahan peledak dan bahan kimia beracun.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap pelestarian atau konservasi sumber daya perairan juga masih rendah, yang mengakibatkan semakin sulitnya pengelolaan sumber daya terumbu karang secara rasional.

Aktivitas penangkapan ikan tidak ramah lingkungan ini dikhawatirkan terus memicu kerusakan biota laut, jika tidak diikuti upaya pemulihan kondisi dan perubahan pola pikir masyarakat secara luas.

Apalagi dari data Pemerintah Kota Bontang tahun 2015, dari 5.464 hektare luas wilayah terumbu karang di perairan Bontang, 2.500 hektare diantaranya dalam keadaan rusak. Hal ini memacu PKT untuk terlibat sebagai bentuk tanggungjawab sosial Perusahaan terhadap lingkungan.

“Guna memulihkan kembali fungsi dan peranan ekosistem terumbu karang sebagai habitat laut, PKT mengambil tindakan nyata melalui upaya rehabilitasi sumber daya karang yang sudah mengalami kerusakan,” terang Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi ditulis Kamis (6/1/2021).

baca juga

Dijelaskannya, teknik rehabilitasi terumbu karang buatan menggunakan beton sebanyak 6.322 unit, dengan luas mencapai 8.356 m2 dalam kurun waktu 2009-2021.

Setelah penurunan perdana 256 unit pada 2009, selanjutnya PKT menurunkan 566 unit terumbu buatan pada 2011, membentuk formasi tulisan PKT. Pada 2012 ditambah 1.000 unit terumbu buatan dalam 2 periode pemasangan, lalu pada 2013 sebanyak 500 unit, pada 2014 sebanyak 500 unit dan 2015 dipasang 500 unit.

“Setelah melihat hasil yang mulai siginifikan, pada 2017-2021 secara konsisten PKT menurunkan 500 unit terumbu buatan per tahun, dengan bentuk formasi piramida kerangka kubus,” tandas Rahmad.

Sejak 2017, PKT juga mulai memberdayakan nelayan di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, sebagai kawasan terdekat Perusahaan untuk pembuatan hingga penurunan dan perawatan terumbu buatan secara berkala. Langkah ini adalah hasil musyawarah dengan Pemerintah Kota Bontang melalui Kelurahan Loktuan, agar masyarakat ikut andil dalam menjaga ekosistem perairan.

Nelayan binaan yang tergabung dalam kelompok Kimasea ini awalnya merupakan para pencari ikan dengan cara tidak ramah lingkungan, yang sengaja digandeng untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem perairan dengan baik.

Seluruh anggota kelompok dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pelatihan pembuatan media terumbu buatan, hingga kemampuan teknik transplantasi terumbu dan sertifikasi menyelam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutup Tahun Produksi 2021, Kinerja Produksi Pupuk Kaltim Lampaui Target RKAP

Tutup Tahun Produksi 2021, Kinerja Produksi Pupuk Kaltim Lampaui Target RKAP

Bisnis | Senin, 03 Januari 2022 | 09:15 WIB

4 Tingkatan Umum Rantai Makanan di Laut, Contohnya pada Terumbu Karang

4 Tingkatan Umum Rantai Makanan di Laut, Contohnya pada Terumbu Karang

Lifestyle | Jum'at, 31 Desember 2021 | 16:06 WIB

Pupuk Kaltim Resmikan Gedung Pusat Arsip Teknik

Pupuk Kaltim Resmikan Gedung Pusat Arsip Teknik

Bisnis | Kamis, 30 Desember 2021 | 17:48 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×