Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Pra Penjualan LPKR di 2021 Capai Rp 4,96 Triliun

Iwan Supriyatna

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:01 WIB
Pra Penjualan LPKR di 2021 Capai Rp 4,96 Triliun
CEO LPKR John Riady.

Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melaporkan pra penjualan tahun 2021 mencapai Rp4,96 triliun, naik 86% YoY (year on year), dan 18% di atas target pra penjualan yang sebelumnya telah direvisi yang sebesar Rp4,2 triliun.

Kesuksesan pra penjualan tersebut terutama karena didorong oleh pra penjualan LPKR di kuartal keempat 2021 yang meningkat 174% YoY menjadi Rp1,08 triliun.

Salah satunya bersumber dari keberhasilan peluncuran 286 unit produk rumah tapak Cendana Cove dengan harga terjangkau di Lippo Village, yang digelar pada tanggal 21 November 2021 dengan mayoritas pembeli merupakan pemakai (end-user).

Penjualan produk rumah tapak dengan harga terjangkau memberikan kontribusi sebesar 63% dari total pra penjualan kuartal keempat 2021.

Selain rumah tapak, kesuksesan pra penjualan LPKR juga didorong oleh beberapa produk lainnya, seperti apartemen siap huni yang baru selesai dibangun dan klaster komersial.

Pada tanggal 21 Oktober 2021, LPKR juga berhasil menjual habis 91 unit klaster Hive, klister komersial dengan harga terjangkau pertama di Lippo Village, dalam waktu empat jam.

Di bulan November 2021, LPKR kembali meluncurkan klaster perumahan tapak terjangkau Cendana Cove di Lippo Village dan berhasil menjual seluruhnya 286 unit yang ditawarkan.

Penjualan dari perumahan dengan harga terjangkau berkontribusi sebesar 63% terhadap total pra penjualan Kuartal 4/2021.

"Beranjak dari kesuksesan bisnis properti kami pada tahun 2021, kami optimis pra penjualan pada tahun 2022 juga akan mampu memberikan hasil yang menggembirakan. Manajemen memperkirakan pra penjualan akan tetap kuat pada tahun 2022 menyusul peningkatan 86% pada tahun 2021, dengan peningkatan sebesar lebih dari 5% menjadi Rp5,2 triliun pada tahun 2022. Selain itu, pra penjualan LPKR sebagai induk perusahaan akan berkontribusi sebesar 73% tahun ini, dibandingkan dengan 75% pada tahun 2021.” kata CEO LPKR John Riady ditulis Rabu (12/1/2022).

baca juga

Melihat tren positif tersebut, LPKR juga berencana untuk meluncurkan berbagai macam produk rumah tapak dengan harga terjangkau, serta produk lainnya tahun ini. Mulai dari proyek mid-rise hingga berbagai unit apartemen siap huni pada tahun 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Prediksi Kinerja LPKR di Tahun Ini Moncer

Analis Prediksi Kinerja LPKR di Tahun Ini Moncer

Bisnis | Rabu, 12 Januari 2022 | 09:45 WIB

SILO Diprediksi Mampu Raup Laba Bersih Rp 641 Miliar di 2022

SILO Diprediksi Mampu Raup Laba Bersih Rp 641 Miliar di 2022

Bisnis | Jum'at, 07 Januari 2022 | 17:55 WIB

Kinerja LPKR, SILO dan LPCK Diprediksi Terus Tumbuh di 2022

Kinerja LPKR, SILO dan LPCK Diprediksi Terus Tumbuh di 2022

Bisnis | Rabu, 29 Desember 2021 | 09:57 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB