Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Ditutup Ambles 2 Persen, Pembicaraan Nuklir Iran Masuk Tahap Akhir

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 18 Februari 2022 | 07:47 WIB
Harga Minyak Dunia Ditutup Ambles 2 Persen, Pembicaraan Nuklir Iran Masuk Tahap Akhir
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia anjlok sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis, karena perundingan akan kesepakatan nuklir Iran memasukit tahap akhir.

Meski begitu kejatuhan harga minyak pada sesi ini dibatasi oleh ketegangan antara eksportir energi utama Rusia dan Barat terkait Ukraina.

Mengutip CNBC, Jumat (18/2/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup merosot USD1,84 atau 1,9 persen menjadi USD92,97 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD1,90, atau 2,0 persen menjadi menetap di posisi USD91,76 per barel.

Kedua tolok ukur itu meroket ke level tertinggi sejak September 2014 pada awal pekan ini, dan keduanya terus menghadapi bakwardation ekstrem dalam beberapa bulan mendatang, menunjukkan ketatnya pasokan.

"(Pasar) minyak terkunci dalam tarik ulur antara keringanan sanksi Iran dan ketegangan Rusia-Ukraina," kata Stephen Brennock, analis PVM Oil.

Kontrak berjangka untuk Brent dan WTI hingga Agustus berada dalam apa yang oleh Robert Yawger, Direktur Mizuho, disebut sebagai "super-backwardation" dengan setiap bulan diperdagangkan setidaknya USD1 per barel di bawah bulan sebelumnya.

Amerika Serikat berada di "tengah-tengah tahap paling akhir" dari perundingan tidak langsung dengan Iran, ditujukan untuk menyelamatkan kesepakatan 2015 yang membatasi kegiatan nuklir Teheran.

Dengan kesepakatan baru tampaknya semakin dekat, Korea Selatan mengatakan pihaknya mengadakan pembicaraan tentang melanjutkan impor minyak mentah Iran dan mencairkan dana Iran. Sebelumnya, Korea Selatan adalah salah satu pembeli minyak terbesar Teheran di Asia.

Namun, ketegangan atas kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina terus mendukung pasar minyak karena potensi gangguan pasokan energi. Rusia membantah berencana untuk menyerang tetangganya itu.

Presiden Joe Biden, Kamis, mengatakan ada indikasi bahwa Rusia berencana untuk menyerang Ukraina dalam beberapa hari ke depan dan sedang mempersiapkan dalih untuk membenarkannya, setelah pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Moskow saling tembak di Ukraina timur.

Rusia, sementara itu, mengusir Bart Gorman, Deputi Duta Besar Amerika di Moskow, Departemen Luar Negeri mengatakan pada Kamis, dengan Washington memperingatkan bahwa mereka akan menanggapi langkah "tidak beralasan" tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketegangan Rusia-Ukraina Membuat Harga Minyak Dunia Makin Mahal

Ketegangan Rusia-Ukraina Membuat Harga Minyak Dunia Makin Mahal

Bisnis | Kamis, 17 Februari 2022 | 08:11 WIB

Tensi Rusia-Ukraina Kembali Naik, Harga Minyak Dunia dan Emas Kembali Melesat

Tensi Rusia-Ukraina Kembali Naik, Harga Minyak Dunia dan Emas Kembali Melesat

Bisnis | Kamis, 17 Februari 2022 | 06:25 WIB

Rusia Tarik Pasukan di Perbatasan Ukraina, Harga Minyak Dunia Justru Anjlok

Rusia Tarik Pasukan di Perbatasan Ukraina, Harga Minyak Dunia Justru Anjlok

Bisnis | Rabu, 16 Februari 2022 | 07:58 WIB

Terkini

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:35 WIB

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:31 WIB

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB