Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Gakoptindo: Impor dan Tata Niaga Kedelai Harus Diatur Pemerintah!

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Senin, 28 Februari 2022 | 14:56 WIB
Gakoptindo: Impor dan Tata Niaga Kedelai Harus Diatur Pemerintah!
Kacang kedelai. [Antara]

Suara.com - Ketersediaan tempe dan tahu di pasar masih langka. Penyebabnya harga kedelai yang terus meningkat dan persediaannya yang juga minim.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syafiruddin menyampaikan, ada beberapa hal untuk menyelesaikan permasalahan kedelai.

Pertama, Pemerintah dapat menyiapkan produksi kedelai sebesar 1 juta ton secara bertahap. Nantinya, petani lokal akan menyerap semua kedelai yang disediakan.

“Asalkan kedelainya sesuai dengan standar mutu industri tahu tempe. Untuk itu diperlukan perbaikan pascapanen kedelai,” ujar Aip.

Kata Aip, jika kualitas produksi kedelai lokal mampu memenuhi standar mutu tahu dan tempe maka akan dibeli dengan harga Rp9.000- Rp9.500 per kilogram. Mutu yang dimaksud antara lain umur panen yang sesuai, keseragaman warna, tidak tercampur kotoran, dan sebagainya sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan di lab uji.

Langkah kedua lanjut Aip, Pemerintah membatasi impor kedelai GMO/Transgenik maksimum 2 juta ton. Karena kebutuhan 1 juta ton diharapkan nantinya dapat terpenuhi dari target produksi kedelai lokal. Hal ini menurutnya dapat dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas produksi kedelai lokal.

Dalam hal pemasukan kedelai dari luar negeri, Gakoptindo mengusulkan agar tata niaga ditangani oleh Pemerintah, dan tidak diserahkan kepada mekanisme pasar.

“Karena kedelai ini masuk dalam golongan pangan strategis, harusnya pemerintah dapat mengubah kebijakan importasi dari Non Lartas menjadi Lartas, supaya bisa melindungi petani lokal. Tentunya kami akan mendukung penuh Pemerintah dalam hal negosisasi pembatasan jumlah impor kedelai GMO/Transgenik,” sambung Aip.

Kemudian untuk mendapatkan modal menyerap kedelai lokal petani, Gakoptindo mengusulkan fasilitasi pengrajin tahu tempe untuk memperoleh KUR guna membeli kedelai petani. Sehingga petani juga akan lebih terjamin pasarnya nanti.

Lebih jauh Aip menjelaskan, saat ini kompleks terbesar industri tahu tempe berlokasi di Jakarta Barat yang menempati areal seluas 12,5 ha dan diisi sekitar 1.400 pengrajin. Adapun kebutuhan kedelai per hari 100 ton sehingga rata-rata per bulan 3.000 ton.

“Perbandingannya 60% untuk tempe dan 40% untuk tahu. Kalau tempe memang kami biasanya dengan kedelai impor, tapi tahu lebih bagus dengan kedelai lokal,” sebut Aip.

Terkait harga, Aip memperkirakan kemungkinan tren harga akan kembali normal saat Brazil mulai panen yakni di bulan Agustus sampai November. Untuk saat ini harga di gudang importir Rp 10.800/kg sedangkan harga di pengrajin Jakarta Barat dari agen/distributor Rp 11.300/kg.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian telah memfasilitasi MoU Gakoptindo dengan Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penyerapan kedelai lokal, maka selanjutnya Aip berharap kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara Primkopti Kabupaten/Kota dengan Gapoktan/Poktan diketahui Kepala Dinas Pertanian setempat agar masing-masing pihak dapat berkomitmen dalam menjalin kemitraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beberapa Elite Parpol Usul Pemilu Ditunda, Sekjen Partai Gelora Singgung soal Minyak Goreng dan Tahu Tempe

Beberapa Elite Parpol Usul Pemilu Ditunda, Sekjen Partai Gelora Singgung soal Minyak Goreng dan Tahu Tempe

News | Senin, 28 Februari 2022 | 12:35 WIB

Kembangkan 52 Ribu Hektare di 16 Daerah, Tahun Ini Pemerintah Jamin Ketersediaan Kedelai

Kembangkan 52 Ribu Hektare di 16 Daerah, Tahun Ini Pemerintah Jamin Ketersediaan Kedelai

Bisnis | Jum'at, 25 Februari 2022 | 10:44 WIB

Kedelai Lokal dari Grobogan Bisa Bersaing dengan Kedelai Impor asal Amerika Serikat

Kedelai Lokal dari Grobogan Bisa Bersaing dengan Kedelai Impor asal Amerika Serikat

Jawa Tengah | Jum'at, 25 Februari 2022 | 10:02 WIB

Meski Harga Naik, Stok Kedelai di Bandarlampung Dinilai Masih Lancar

Meski Harga Naik, Stok Kedelai di Bandarlampung Dinilai Masih Lancar

Lampung | Kamis, 24 Februari 2022 | 23:25 WIB

Usai Perajin Tempe dan Tahu, Giliran Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan Mulai Senin

Usai Perajin Tempe dan Tahu, Giliran Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan Mulai Senin

Jakarta | Kamis, 24 Februari 2022 | 19:55 WIB

8 Makanan Khas Blitar dengan Cita Rasa Tradisional yang Lezat, Uceng Goreng hingga Soto Daging Mbok Ireng

8 Makanan Khas Blitar dengan Cita Rasa Tradisional yang Lezat, Uceng Goreng hingga Soto Daging Mbok Ireng

Lifestyle | Kamis, 24 Februari 2022 | 19:40 WIB

Terkini

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB