Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

6 Langkah Strategis Usulan President University untuk Perkuat Ekonomi RI dalam Menghadapi Masalah Besar Dunia

Iwan Supriyatna

Senin, 06 Juni 2022 | 11:18 WIB
6 Langkah Strategis Usulan President University untuk Perkuat Ekonomi RI dalam Menghadapi Masalah Besar Dunia
Webinar Economic and Social Development for a Resilient Indonesia.

Suara.com - Dunia sekarang ini sedang menghadapi masalah besar secara bersamaan. Pertama, hampir seluruh negara di dunia menghadapi ancaman inflasi sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Kedua, inflasi, dan ditambah dengan perang Rusia vs Ukraina, mengakibatkan perubahan struktur ekonomi dunia.

Dua masalah tersebut memiliki kerumitan sendiri, saling tumpang tindih, sehingga membuat dunia dalam beberapa tahun ke depan akan menghadapi tantangan yang serius.

Demikian materi yang dibahas dalam webinar Economic and Social Development for a Resilient Indonesia, pekan lalu. Hadir dalam webinar tersebut SD Darmono, founder President University (PresUniv) dan sekaligus Chairman Grup Jababeka, Rektor PresUniv Prof. Dr. Chairy dan segenap jajaran wakil rektor, para dekan, kepala program studi, dan para dosen serta segenap civitas academica PresUniv.

Menghadapi masalah tersebut, tim dosen PresUniv memprediksi akan banyak negara yang memilih untuk bersikap konservatif dalam mengalokasikan anggaran belanjanya.

“Meningkatnya inflasi pada hampir seluruh negara di dunia membuat otoritas moneter negara-negara tersebut akan mengambil kebijakan untuk bertahan dari badai krisis yang bisa menjadi sangat parah. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Indonesia perlu mengambil langkah-langkah strategis,” demikian ditegaskan Chairy, ketika memaparkan beberapa kesimpulan penting dari webinar tersebut ditulis Senin (6/6/2022).

Efek Perang Rusia vs Ukraina

Amerika Serikat (AS), melalui The Federal Open Market Committee (FOMC), telah meningkatkan suku bunganya sebesar 50 basis point pada tahun 2022, dan diprediksi akan meningkat lagi hingga lebih dari 100 basis point. Inflasi di negara itu diperkirakan akan mencapai titik tertinggi sejak 40 tahun terakhir.

Ini merupakan dampak dari kenaikan harga pangan, bahan bakar dan energi. Semua itu dipicu oleh perang akibat invasi Rusia ke Ukraina serta lockdown yang dilakukan China selama masa pandemi Covid-19.

Rusia cenderung mempertahankan perang agar berlangsung lebih lama dan mengalihkannya menjadi perang ekonomi. Itu dilakukan dengan menahan pasokan bahan makanan baik dari Rusia maupun Ukraina ke Eropa dan AS, serta pasokan energi dan bahan bakar ke Eropa.

baca juga

Rusia juga terus berusaha memperkuat nilai mata uangnya sampai level tertentu dengan memaksa Eropa dan AS untuk bertransaksi dengan menggunakan Rubel Rusia. Saat ini Rubel telah menguat ke tingkat 80,33 Rubel per dollar AS dari sebelumnya sekitar 121,50.

Kenaikan suku bunga di AS memicu naiknya yield Sovereign Bonds negara itu yang berjangka waktu 10 tahun. Ini membuat sovereign bonds negara-negara lain yang diperdagangkan di AS tidak akan laku jika dijual dengan yield yang lebih rendah. Hal itulah yang membuat Pemerintah Indonesia pada 31 Mei 2022 menaikkan suku bunga sovereign bonds-nya yang berjangka waktu 10 tahun menjadi 7,05%.

Hal tersebut sekaligus mempengaruhi usaha Indonesia untuk memperoleh dana melalui penerbitan sovereign bonds. Pemerintah terpaksa menerbitkan surat utang dengan suku bunga tinggi, karena ekspektasi yield dari investor yang juga tinggi.

Sebetulnya penerbitan surat utang untuk membiayai pembangunan biasa dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia. AS termasuk negara yang menerbitkan surat utang terbesar di dunia.

Di sisi lain, dollar AS juga dipakai oleh banyak negara di dunia sebagai alat pembayaran dalam transaksi internasional. Jadi, dollar AS beredar di mana-mana. Jika AS mengalami kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaannya, The Fed bisa mencetak uang baru.

“Indonesia tentu tak bisa meniru langkah AS. Kekuatan ekonomi Indonesia berbeda dengan kekuatan ekonomi AS. Kalau Indonesia ikut-ikutan mencetak uang baru untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, termasuk membiayai pembangunannya, inflasi akan segera terjadi. Maka, Indonesia harus mencari cara lain dalam menggali sumber-sumber pendanaan.” kata Chairy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wahyudi Hidayat: Kratom Berpotensi Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ramah Lingkungan

Wahyudi Hidayat: Kratom Berpotensi Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ramah Lingkungan

Kalbar | Minggu, 05 Juni 2022 | 22:28 WIB

Kerja Sama Bibit dan UNS Dorong Pengembangan Talenta Digital Tanah Air

Kerja Sama Bibit dan UNS Dorong Pengembangan Talenta Digital Tanah Air

Press Release | Minggu, 05 Juni 2022 | 21:20 WIB

Sektor Properti Lampung Mulai Bangkit Seiring Melandainya Kasus COVID-19

Sektor Properti Lampung Mulai Bangkit Seiring Melandainya Kasus COVID-19

Lampung | Minggu, 05 Juni 2022 | 11:33 WIB

Terkini

Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan

Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:24 WIB

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:21 WIB

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:19 WIB

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Harga Gas Industri Turun untuk Cegah PHK, Bahlil: Instruksi Presiden Prabowo

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:08 WIB

Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik

Mentan Mau Ekspor Beras ke Singapura, Meski Harga di Indonesia Terus Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:54 WIB

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Investor Asing Terus Berhasrat Jual Saham, IHSG Melemah ke Level 5.820

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Purbaya Mulai Kaji Anggaran Pemerintah untuk Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 17:02 WIB

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB

Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!

Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 16:37 WIB

×