Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

APKASI: Ada Korelasi antara Negara yang kreatif dengan Tingkat Kesejahteraan

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2022 | 13:24 WIB
APKASI: Ada Korelasi antara Negara yang kreatif dengan Tingkat Kesejahteraan
Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Mohammad Nur Arifin mengatakan ada sebuah korelasi antara negara yang kreatif dengan tingkat kesejahteraan negara itu.

"Ada salah studi terkait Global Creativy Index dan saya coba lihat apakah sebuah negara yang kreatif itu apakah negara tersebut makin sejahtera tidak? Mereka hanya ukur itu dengan 3 T saja, Technology, Talent dan Tolerance. Kenapa Tolerance diukur karena semakin beragam semakin kreatif itu katanya," kata Arifin dalam acara Workshop Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan dalam rangkaian acara APKASI Otonomi Expo 2022 di Jakarta Convention Center, Rabu (21/7/2022).

Data ini, kata Arifin, semakin menarik ketika hasil data ini juga diimplementasikan bagi setiap daerah-daerah di Indonesia, seperti halnya membuat rumah-rumah kreatif disejumlah daerah.

"Ini semakin menarik ketika kita memiliki program-program seperti rumah kreatif, pengembangan SDM berbasis kreatif. Karena apa semakin kreatif sebuah negara semakin sejahtera itu negara," katanya.

Dia mencontohkan negara-negara Eropa, seperti United Kingdom  yang memiliki angka kreatifitas tinggi dengan diikuti tingkat kesejahteraan yang tinggi juga.

"Kalau di Indonesia apa, ya coba dilihat saja, dihitung sendiri," kata Arifin yang juga menjabat bupati Trenggalek.

Kreativitas Indonesia termasuk di jajaran paling rendah dibandingkan negara lain di dunia. Global Creativity Index (GCI) 2015 menempatkan Indonesia pada peringkat 115 dari 139 negara.

Survei yang dilakukan Martin Prosperity Institute ini menilai indeks kreativitas suatu negara berdasarkan tiga indikator, yaitu teknologi, talent dan toleransi.

Teknologi menjadi indikator utama karena mengendalikan pertumbuhan industri. Talent atau kapasitas sumber daya manusia ikut diperbandingkan karena dianggap mempengaruhi perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Toleransi digunakan sebagai indikator tambahan untuk melihat bagaimana mobilisasi teknologi dan keuntungan ekonomi yang diperoleh.

Secara keseluruhan laporan ini menempatkan Australia sebagai negara terbaik menggantikan Swedia. Amerika tetap berada di urutan kedua, Selandia Baru peringkat tiga, Kanada peringkat empat dan dua negara lain, yakni Denmark dan Finlandia berada di urutan lima.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Perkuat Kualitas SDM

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Perkuat Kualitas SDM

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 21:35 WIB

Tutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri Ajak Kepala Daerah Atasi Persoalan Bangsa

Tutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri Ajak Kepala Daerah Atasi Persoalan Bangsa

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 08:32 WIB

Angin Segar APBN 2026, Apkasi Lega TKD Bertambah Meski Belum Ideal

Angin Segar APBN 2026, Apkasi Lega TKD Bertambah Meski Belum Ideal

News | Sabtu, 20 September 2025 | 11:14 WIB

Tutup AOE 2025, Menko Pangan Zulhas Pesan Pentingnya Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat

Tutup AOE 2025, Menko Pangan Zulhas Pesan Pentingnya Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:08 WIB

Apa Itu APKASI: Peran, Tujuan, dan Sejarahnya

Apa Itu APKASI: Peran, Tujuan, dan Sejarahnya

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:39 WIB

APKASI 20252030, Mendagri Tito Kukuhkan Kepengurusan Baru

APKASI 20252030, Mendagri Tito Kukuhkan Kepengurusan Baru

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 15:44 WIB

Buka Rakernas XVI Apkasi, Presiden Jokowi Minta Pemda Lebih Kreatif Manfaatkan Potensi Daerah

Buka Rakernas XVI Apkasi, Presiden Jokowi Minta Pemda Lebih Kreatif Manfaatkan Potensi Daerah

Press Release | Jum'at, 12 Juli 2024 | 11:27 WIB

Apkasi Hadirkan Talkshow Kopi dan Kompetisi Manual Brew di Ajang AOE 2024

Apkasi Hadirkan Talkshow Kopi dan Kompetisi Manual Brew di Ajang AOE 2024

Press Release | Jum'at, 05 Juli 2024 | 10:45 WIB

Puncak HUT Ke-24 Apkasi di Trenggalek, Raphaella Chayla Shaka Sandang Gelar Juara Putri Otonomi Indonesia 2024

Puncak HUT Ke-24 Apkasi di Trenggalek, Raphaella Chayla Shaka Sandang Gelar Juara Putri Otonomi Indonesia 2024

Press Release | Senin, 10 Juni 2024 | 11:06 WIB

Fasilitasi APN 2023, Apkasi Ajak Pemda Optimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada PBJ Pemerintah

Fasilitasi APN 2023, Apkasi Ajak Pemda Optimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada PBJ Pemerintah

Press Release | Kamis, 30 November 2023 | 13:05 WIB

Terkini

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB