Pandemi Bikin Pembelian Snack di E-commerce Bakal Tumbuh 25 Persen

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Pandemi Bikin Pembelian Snack di E-commerce Bakal Tumbuh 25 Persen
Ilustrasi makanan ringan. (Shutterstock)

PT Tasty Snack Indonesia, platform e-commerce penjualan makanan dan minuman ringan mancanegara menargetkan bisa mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri nasional.

Suara.com - PT Tasty Snack Indonesia, platform e-commerce penjualan makanan dan minuman ringan mancanegara menargetkan bisa mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata industri nasional.

Pada 2021, volume distribusi makanan ringan di Indonesia mencapai 1.281 juta kilogram, tumbuh 8 persen dari tahun 2020 dengan volume distribusi sebesar 1.183 juta kilogram.

Pada akhir 2022 nanti diprediksi volume distribusi makanan ringan bisa naik sekitar 6 persen sama 8 persen.

"Kami sih berharap pertumbuhan kami diatas rata-rata nasional," ucap Chief Snack Officer PT Tasty Snack Indonesia, Jenny kepada media di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Bukan Hanya Snack, 5 Jenis Buket Ini Bisa Jadi Inspirasi Kado Wisuda

Jenny mengungkapkan, Pasar Indonesia yang luas, ditambah lagi dengan jumlah penduduk usia produktif yang cukup tinggi membuat industri ini memiliki demand yang cukup baik.

"Kita melihat market kita sangat potensial, apalagi jumlah anak muda karena target kitakan usia 18-34 tahun dimana sangat aktif di media sosial," ungkapnya.

Dikatakan, Jenny saat ini pertumbuhan transaksi pembelian makanan ringan di platform e-commerce sangat tinggi, dia memperkirakan pertumbuhannya berkisar 25 persen sampai lima tahun ke depan.

"Pertumbuhan transaksi pembelian snack online ini sejak awal pandemi meningkat, di mana masyarakat tidak bisa kemana-mana karena banyak yang work from home," paparnya.

Tasty Snack sendiri merupakan perusahaan asal Singapura yang terbentuk pada April 2022 kala Pandemi Covid-19 baru mewabah. Hingga saat ini, sudah melakukan ekspansi ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Viral Video Kuli Makan Hanya Pakai Nasi Putih Dicocol ke Bungkus Snack, Publik Prihatin: Semangat Pejuang Rupiah