Perkuat Ketahanan Pangan, Pertanian Indonesia Perlu Lakukan Inovasi

Vania Rossa

Jum'at, 23 September 2022 | 22:17 WIB
Perkuat Ketahanan Pangan, Pertanian Indonesia Perlu Lakukan Inovasi
Ilustrasi pertanian Indonesia. (pixabay)

Suara.com - Perubahan iklim merupakan salah satu ancaman sektor pertanian yang harus diwaspadai. Beberapa dampak perubahan iklim seperti cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi, termasuk hujan lebat, kekeringan, gelombang panas, dan badai tropis dapat menyebabkan berkurangnya kuantitas dan mutu hasil panen, yang pada akhirnya mengancam ketahanan pangan.

Secara sederhana, berkurangnya produksi akan mengakibatkan harga pangan menjadi lebih mahal. Kenaikan harga dapat berdampak pada akses, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

Hal ini disampaikan oleh peneliti muda dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Azizah Fauzi, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/9/2022). Ia pun menilai bahwa sektor pertanian Indonesia perlu fokus pada keberlanjutan dan inovasi mengingat berbagai tantangan yang mengancam kelangsungan ketahanan pangan.

“Keberlanjutan dan inovasi adalah dua unsur penting untuk memastikan kegiatan pada sektor pertanian bisa berjalan tanpa merusak alam. Keberlanjutan dan inovasi juga dapat membawa manfaat bagi petani dan juga konsumen pangan,” kata Azizah.

Dia menerangkan bahwa volatilitas harga berdampak signifikan bagi ketahanan pangan dan pola konsumsi konsumen, terutama yang berpenghasilan rendah. Jika harga protein seperti telur dan produk turunan kedelai seperti tahu dan tempe melonjak, konsumen dengan penghasilan rendah akan cenderung memilih komoditas yang mengenyangkan dengan harga lebih terjangkau untuk dikonsumsi.

Hal tersebut bisa berdampak lebih jauh pada kecukupan nutrisi karena masyarakat hanya memilih pangan yang mengenyangkan ketimbang kecukupan gizi.

Sementara itu, metode bertani yang efisien juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing petani. Saat ini, kata Azizah, petani Indonesia masih didominasi petani gurem, atau petani dengan luas lahan kurang dari 0,2 hektare.

"Adopsi teknologi di hulu dan hilir akan memberikan mereka akses kepada pasar dan pelanggan. Dengan demikian, mereka bisa memiliki posisi tawar yang lebih tinggi terhadap harga," kata dia.

Selain itu, Azizah juga menjelaskan bahwa mekanisasi akan membantu produksi pertanian lebih efisien, dan dengan demikian akan memperbesar peluang terserapnya produk mereka oleh pasar.

baca juga

Cara bertani juga perlu mengedepankan aspek keberlanjutan. Pembukaan lahan secara masif, kata Azizah, tidak lagi relevan dengan tujuan keberlanjutan. Pembukaan lahan justru mengancam ekosistem dan tidak sejalan dengan upaya pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

Pertanian merupakan salah satu sektor penyumbang emisi. Untuk sejalan dengan upaya menurunkan emisi, kebijakan pertanian perlu mengedepankan intensifikasi melalui optimalisasi penggunaan lahan yang ada dengan pemberian intervensi berupa input yang berkualitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan SDM Pertanian Melalui Bimtek Sawit Baik

Tingkatkan SDM Pertanian Melalui Bimtek Sawit Baik

Bisnis | Jum'at, 23 September 2022 | 19:03 WIB

Bangun Sinergitas, Bank BJB Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Bangun Sinergitas, Bank BJB Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Jum'at, 23 September 2022 | 15:54 WIB

Belajar Pertanian Ramah Lingkungan di Kampung Papisangan

Belajar Pertanian Ramah Lingkungan di Kampung Papisangan

Bisnis | Jum'at, 23 September 2022 | 13:44 WIB

Terkini

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:14 WIB

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 21:05 WIB

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 21:00 WIB

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:59 WIB

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:54 WIB

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:53 WIB

×