Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Kelapa Sawit Indonesia Miliki Prospek Menjanjikan

Iwan Supriyatna

Kamis, 29 September 2022 | 10:36 WIB
Kelapa Sawit Indonesia Miliki Prospek Menjanjikan
Buah kelapa sawit. [Inibalikpapan.com]

Suara.com - Ekspor CPO Indonesia juga sangat besar. Pada saat komoditas lainnya turun, ekspor CPO Indonesia justru terus meningkat. Angkanya bahkan lebih dari US&500 triliun. Oleh karena itu, potensi besar kelapa sawit harus dimaksimalkan dari hulu ke hilirnya.

Di bagian hulunya, Kementerian Pertanian dapat mamaksimalkan produksinya dan Kementerian Perindustrian memaksimalkan hilirisasi agar seimbang pertumbuhan antara hulu dan hulurnya.

"Dengan luas kebun kelapa sawit mencapai 16 juta hektare, ini potensi luar biasa. Kita ingin bukan hanya meningkat luasanya, tetapi juga produksinya dari rata-rata 3,6-4,0 ton per hektare, menjadi diatas 4,0 ton per hektare," kata Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Andi Akmal Pasluddin.

Bimbingan Teknis dan Expo Sawit Baik Indonesia 2022 dilaksanakan atas kerja sama antara Komisi IV DPR RI dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) selaku pendukung pendanaan.

Indonesia memiliki BPDPKS yang telah menghimpun dana cukup besar sekitar Rp230 triliun. Tugasnya sangat banyak dan yang terbesar adalah penguatan program biodiesel, yakni produk CPO dijadikan sebagai bahan campuran solar sampai 30% bahkan ke depan menjadi 40%. Dia menjelaskan selama pandemi Covid-19, kelapa sawit menjadi sektor ekonomi yang tahan banting dan memberikan sumbangan besar terhadap ekonomi Indonesia.

Sawit merupakan komoditas perkebunan yang sangat prospek dan ekonomis bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Saat ini sudah banyak program pengembangan kelapa sawit di Indonesia, salah satunya program peremajaan kelapa sawit melalui program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) yang dukungan dananya didiberikan oleh BPDPKS sebesar Rp40 juta.

Ketua Umum Aspekpir Setiyono mengatakan agar hasil pertanian kelapa sawit bagus, maka perkebunan kelapa sawit perlu dibangun kelembagaannya, baik kelembagaan petani, perusahaan maupun asosiasi, salah satunya pengembangan kelapa sawit dengan pola PIR (Perusahaan Inti Rakyat).

Kerja sama kelembagaan tersebut dilakukan karena kelapa sawit tidak bisa diolah sendiri oleh petani sehingga harus ada kelembagaan seperti koperasi petani kelapa sawit, perusahaan pengelolaan kelapa sawit dan asosiasi.

Seperti awal kelapa sawit berkembang di Indonesia merupakan perkebunan yang dibangun dengan pola kemitraan dengan perusahaan dan saat ini, sawit dengan pola PIR tersebar di 20 daerah.

baca juga

Dengan keberhasilan pengembangan sawit dengan pola PIR, maka sejak krisis moneter tahun 1998 dan pekebun mendapatkan dampak yang sangat positif, ekonomi meningkat, maka masyarakat terdorong untuk mulai membangun kebun kelapa sawit secara swadaya.

Sulthan Muhammad Yusa, Oil Fund Management (BPDPKS), Ministry of Finance mengatakan komoditas kelapa sawit merupakan komoditas unggulan sehingga harus dijaga bersama. Dia menjelaskan kontribusi sawit terhadap perekonomian sangat besar. "Estimasi kontribusi penerimaan pajak dari industri kelapa sawit sendiri mencapai Rp20 Triliun per tahun," kayanya.

Dia menjelaskan keunggulan kelapa sawit dari komoditas nabati lainnya. Setiap tahun demand dan supply minyak nabati global rata-rata tumbuh masing-masing di level 8,5 juta MT dan 8,2 juta MT. Sebagai komoditas yang paling produktif, minyak sawit berkontribusi rata-rata 42% dari total supply minyak nabati dunia.

Kelapa Sawit merupakan komoditas minyak dunia dengan produktivitas lahan yang paling baik dibandingkan minyak nabati lainnya. Sehingga kelapa sawit menjadi pilihan paling sustainable dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia yang semakin bertumbuh.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Prof Dr. Nasaruddin mengatakan kehadiran kelapa sawit telah memberikan kontribusi terhadap peluang dan lapangan kerja. Menciptakan pemerataan pembangunan, mengurangi angka kemiskinan di pedesaan dan memberikan kepastian terhadap akses pengelolaan sumberdaya alam terutama lahan.

Terhadap lingkungan, katanya, kelapa sawit merupakan tanaman ideal yang mengkonversi CO2 secara ideal menjadi biomas pada fotosintesis (potosynthetically active radiation, PAR) dan membersihkan udara dengan melepaskan oksigen (O2) ke atmosfir bumi.

Pada proses respirasi kelapa sawitjumlah CO2 yang di lepas lebih rendah dibanding jumlah CO2 yang digunakan dalam proses fotosintesis/asimilasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makin Cerah, Harga CPO Meroket Seiring Naiknya Permintaan Ekspor

Makin Cerah, Harga CPO Meroket Seiring Naiknya Permintaan Ekspor

Riau | Rabu, 28 September 2022 | 21:56 WIB

Merangkak Naik, Ini Daftar Harga Sawit Riau 28 September hingga 4 Oktober 2022

Merangkak Naik, Ini Daftar Harga Sawit Riau 28 September hingga 4 Oktober 2022

Riau | Rabu, 28 September 2022 | 21:41 WIB

Kelapa Sawit Jadi Komoditas Utama Penunjang Ekonomi Indonesia

Kelapa Sawit Jadi Komoditas Utama Penunjang Ekonomi Indonesia

Bisnis | Selasa, 27 September 2022 | 09:20 WIB

Terkini

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

×