Dolar AS Langka Dimana-mana, Rupiah Makin Anjlok

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Dolar AS Langka Dimana-mana, Rupiah Makin Anjlok
Pembeli menghitung uang pecahan 100 dolar AS di Ayumas Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (19/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan peredaran dolar AS sangat langka saat ini.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan peredaran dolar AS sangat langka saat ini. Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga mengalami hal yang sama.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menyebut, kelangkaan dolar AS ini sudah bisa diprediksi usai Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mulai menaikkan suku bunga acuannya.

Hal ini berimbas pada, bank sentral di dunia termasuk Indonesia yang mulai ikut-ikutan menaikkan suku bunga acuannya.

"Sehingga ini mendorong arus balik dari beberapa negara emerging market termasuk Indonesia termasuk negara maju juga di Eropa dan sebagainya itu masuk kembali ke AS," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang ditulis Jumat (18/11/2022).

Aksi investor asing itu membuat pergerakan dolar AS perkasa terhadap mata uang negara berkembang maupun maju.

Baca Juga: Tidak Ada Rencana Pembangunan, Pemprov DKI Hanya Fokus Pasarkan Rumah DP 0 Rupiah Era Anies

Berdasarkan data BI, nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) tercatat 106,28 pada 16 November 2022 atau mengalami penguatan sebesar 11,09% (ytd) selama tahun 2022.

"Ini akhirnya menyebabkan adanya dolar shortage atau kelangkaan dolar di negara-negara emerging market termasuk negara maju," ucap dia.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menjelaskan, kuatnya posisi dolar AS dipengaruhi oleh kenaikan agresif Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

"Oleh karena itu, dampak kenaikan The Fed sangat kuat didorong dolar AS sangat strong terhadap berbagai mata uang dunia," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/11/2022).

Selain itu, tutur Perry, ketidakpastian global membuat investor masih pikir-pikir lagi buat melakukan investasi. Ditambah lagi, ketidakpastian itu membuat investor kembali menarik dananya di sejumlah negara.

Baca Juga: Kris atau Kyuris, Cara Baca QRIS yang Benar? Berikut Penjelasan Bank Indonesia

"Itu faktor beri pelemahan mata uang terhadap seluruh mata uang dunia rupiah tak terkecuali," ucap dia.