Berawal dari Tasikmalaya, Arti Kraft Sukses Pasarkan Produknya Hingga ke Eropa

Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 13 Maret 2023 | 11:00 WIB
Berawal dari Tasikmalaya, Arti Kraft Sukses Pasarkan Produknya Hingga ke Eropa
CEO Arti Kraft, Christopher Sada. (Dok: Arti Kraft)

Suara.com - Perkembangan kerajinan di Indonesia terus mengarah kepada sustainability dan social responsibility. Kesadaran untuk mengunakan bahan baku yang sustainable mulai menjadi gaya hidup dan bambu adalah salah satu sustainable material yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi dekorasi rumah dan perabot rumah tangga karena pertumbuhan bambu yang sangat pesat.

Salah satu perusahaan yang menggunakan bambu dalam membuat kerajinan rumah tangga adalah PT Arti Kraft Indonesia yang berdiri sejak 2016 dan memiliki pabrik di Tasikmalaya.

Arti Kraft sudah mengekspor beraneka ragam produk dekorasi rumah dalam jumlah yang cukup banyak dari Tasikmalaya ke Eropa, Amerika, dan Asia.

CEO Arti Kraft, Christopher Sada mengatakan sebagai perusahaan, pihaknya memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi pengrajin lokal. Bersama tim R&D dan pengrajin, pihaknya selalu berinovasi terus untuk menampilkan desain-desain baru yang dibuat dari berbagai serat alami.

“Kami juga menjadi pelopor sistem industrialisasi di dalam kerajinan tangan untuk meningkatkan produktivitas pengrajin. Kami telah melahirkan banyak variasi untuk produk dekorasi rumah seperti “basket, storage, lamp shade, dll dengan desain yang modis dan tentunya dengan kualitas yang terbaik,” ucapnya kepada media, Senin (13/3/2023).

Produk kerajinan tangan Arti Kraft. (Istimewa)
Produk kerajinan tangan Arti Kraft. (Istimewa)

Ia menuturkan, walaupun sudah kuat di pasar ekspor, pihaknya juga ingin mengembangkan pasar lokal khususnya di pasar retail sehingga dapat menyajikan beragam produk Arti Kraft di pasar dunia termasuk pasar lokal di Indonesia.

“Dalam rangka mengembangkan komunitas pengrajin lokal Tasikmalaya, kami sudah bekerjasama dengan ratusan pengrajin untuk saling bahu-membahu memperkenalkan produk buatan Indonesia ke pasar Dunia. Kerja sama ini sudah terbangun dan terus berkembang sejak tahun 2016,” ucap Christopher.

Ia menjelaskan, pihaknya juga terus menerus mendidik pengrajin pengrajin baru untuk membuat produk produk yang dengan desain yang bagus dan kualitas yang terbaik untuk mendorong dunia kerajinan terus berkembang.

“Serat alami dan sustainable material adalah salah syarat untuk kami jadikan bahan baku produk kami. Kami percaya dengan konsep budidaya dan penanaman kembali untuk menggantikan semua serat alami atau bambu yang kami ambil dari alam.  Sekarang fokus bahan baku kami adalah di karya kerajinan dari bambu, pandanus leaves, dan sedge grass (mendong),” papar Christopher.

“Selain hanya menggunakan sustainable material, kami juga menggunakan barang penunjang seperti cat pewarna dan cairan kimia yang ramah lingkungan. Kami menggunakan teknologi dan mempunyai tim yang berpengalaman untuk menciptakan bahan penunjang yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Plant Manager Arti Kraft, Iwan Sung menambahkan kerajinan bambu memang belum berkembang, produktivitasnya pun masih rendah dibanding negara lain seperti Vietnam.

“Faktornya lebih ke tata Kelola, ketika tidak benar otomatis harga naik lalu kita kalah saing, namun kalau soal kualitas Indonesia cukup baik, rapi dan bagus. Untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, kita harus merubah pattern bisnis di dunia kerajinan kemudian melakukan teknologi secara cepat. Hal itu sedang kami lakukan di Arti Kraft, sudah hampir 5 tahun lebih kita lakukan transformasi, reformasi dan teknologi di dalam industri kerajinan bambu,” imbuhnya.

Menurutnya, bambu menjadi bahan yang sangat potensial karena bambu dikenal cepat tumbuh dan sumber bahan baku yang masih banyak terutama di Indonesia. “Banyak negara eropa yang tertarik dengan bambu karena mereka dari dulu itu sangat tertarik dengan bahan-bahan alam, buat mereka itu menjadi sesuatu yang luar biasa,” terang Iwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Barat yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan dengan Keluarga

Rekomendasi Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Barat yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan dengan Keluarga

| Minggu, 12 Maret 2023 | 12:09 WIB

Pelajar SMP Purwakarta Berhasil Olah Daun Bambu Jadi Kue yang Enak

Pelajar SMP Purwakarta Berhasil Olah Daun Bambu Jadi Kue yang Enak

| Senin, 27 Februari 2023 | 16:43 WIB

6 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Garut, Wajib Dibeli jika Berkunjung!

6 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Garut, Wajib Dibeli jika Berkunjung!

Your Say | Jum'at, 24 Februari 2023 | 12:42 WIB

Ditangkap Warga saat Naik Angkot, Jejak Kakek Sulistyo Bunuh Pacar di Wisma Bambu Terkuak dari Bercak Darah di Kaki

Ditangkap Warga saat Naik Angkot, Jejak Kakek Sulistyo Bunuh Pacar di Wisma Bambu Terkuak dari Bercak Darah di Kaki

News | Selasa, 21 Februari 2023 | 16:43 WIB

Tega, Lansia 60 Tahun Habisi Nyawa Terduga Mantan Kekasih dengan Sajam di Jakarta Timur

Tega, Lansia 60 Tahun Habisi Nyawa Terduga Mantan Kekasih dengan Sajam di Jakarta Timur

| Selasa, 21 Februari 2023 | 14:05 WIB

Rancang Aksi Keji Gegara Sakit Hati ke Mantan, Kakek Sulistyo Sumpal Mulut Fetty dan Ditusuk 19 Kali di Wisma Bambu

Rancang Aksi Keji Gegara Sakit Hati ke Mantan, Kakek Sulistyo Sumpal Mulut Fetty dan Ditusuk 19 Kali di Wisma Bambu

News | Selasa, 21 Februari 2023 | 12:08 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB