Hindari Polarisasi Ekstrem, Menteri Bahlil Bagikan Kisah Inspiratif Soal Toleransi di Fakfak

Iwan Supriyatna

Senin, 20 Maret 2023 | 17:13 WIB
Hindari Polarisasi Ekstrem, Menteri Bahlil Bagikan Kisah Inspiratif Soal Toleransi di Fakfak
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Mohammad Fadil Djailani)

Suara.com - Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) mengungkap bahwa polarisasi politik di Indonesia fakta terjadi baik dalam dimensi dunia maya maupun dunia nyata.

Salah satu isu yang terpotret dalam hasil survei tersebut dan berpotensi akan muncul pada pemilu tahun 2024 nanti, masalah sentimen asing-aseng. Terutama terkait dengan investasi dari China. Selain isu lain seperti agama, kebutuhan pokok dan lainnya yang bisa menimbulkan polarisasi politik di tengah-tengah masyarakat.

Menanggapi temuan itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai polarisasi yang sering dibangun oleh pihak-pihak tertentu akan berdampak bagi politik Indonesia di tahun 2024.

Oleh karena itu, Bahlil memastikan polarisasi tersebut tidak berpengaruh terhadap investasi-investasi di Indonesia. Maka, sebagai pemerintah sudah tentu berharap semua pihak bisa menjaga stabilitas poltik sehingga tidak terjadi polarisasi ekstrem yang bisa memecah belah masyarakat.

“Tadi saya katakan bahwa polarisasi ini akan memberikan dampak pada stabilitas politik, saya menyarankan bahwa pemilu diagendakan 2024 dan karena itu stabilitas politik sebagai syarat mutlak untuk bagaimana pertumbuhan investasi kita bisa tercapai,” kata Bahlil dalam Rilis Survei Nasional bertajuk "Polarisasi Politik di Indonesia: Mitos atau Fakta?".

Dikatakan Bahlil, negara Indonesia memiliki suku yang banyak dari Aceh hingga Papua. Kemudian memiliki agama yang beragam yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

"Mengingat kita berbeda-beda suku, berbeda-beda agama, keyakinan juga dengan apa yang diyakini dalam ajaran agamanya, ini saja sudah berpotensi menurut saya itu satu," ungkap Bahlil.

Dalam konteks itu, Bahlil menilai perbedaan yang ada di Indonesia adalah hal lumrah, karena Islam sendiri mengamini perbedaan itu, tetapi ia menekan perbedaan tersebut untuk menyatukan dan bukan memecah.

Bahlil kemudian mencontohkan suasana di kampung halamannya di Fakfak, Papua Barat yang begitu harmonis dan mampu menjaga serta menghormati perbedaan.

baca juga

“Tadi juga saya sudah sampaikan jika perbedaan itu tahmat dalam Islam, saya kebetulan dari Papua, itu khususnya di kampung saya di Fakfak itu dalam satu keluarga itu ada Katolik, Protestan dan ada Islam dan itu biasa-biasa saja, bahkan rumah saya di Fak-Fak itu berbelahan dengan gereja,” jelasnya.

Menurut Bahlil, perbedaan itu sudah ada sejak nenek moyang bangsa Indonesia sejak dulu, sehingga tidak tepat jika belakangan ini dipertentangkan. Bahlil lalu menceritakan pengalamannya pada saat bulan puasa yang sangat berkesan.

"Ketika bulan puasa, yang memasak untuk sahur adalah saudara-saudara kami yang beragama Kristen. Kalau kami puasa, mau hari raya yang memperbaiki masjid kami itu adalah saudara-saudara kami, sepupu-sepupu kami yang beragama Kristen. Kalau saudara-saudara saya Kristen yang mau natalan maka kami yang memperbaiki gereja. Gak ada masalah itu, kami baik-baik saja," paparnya.

Tidak hanya itu, Bahlil mengaku ketika saudaranya yang beragama Katolik, meski dirinya sebagai seorang muslim tetapi ia datang ke rumah saudaranya tersebut untuk berkunjung.

"Makanya karena saya tahu mereka ada makanan, mohon maaf babi atau anjing, maka piring mereka yang bekas makan itu tidak diletakkan untuk kami, makan di bekas itu, begitu arti menghargainya perbedaan," kenang Bahil

Bahlil juga mengaku pernah mengenyam pendidikan di sekolah Kristen, tetapi hal itu tidak membuat hubungan pertemanan diantara mereka yang berlainan keyakinan terganggu.

"Sekolah minggu saya tahu, nyanyian natal malam kudus kita tahu. Teman-teman saya Kristen yang masuk sekolah Yapis itu bisa baca alfatihah, benar ini. Begitupun sebaliknya kalau saudara-saudara kami Kristen yang sekolah di Yapis dia pasti tahu baca alfatihah, dan gak ada masalah tuh," ujar Bahlil

"Saya ini kan YPK di SMP, SMEA nya di Yapis, jadi kalau kami Islam yang sekolah di YPK itu harus tahu nyanyian malam kudus, sekolah minggu," jelasnya

Bahlil menceritakan kisah hidupnya di kawasan Indonesia Timur pada umumnya dengan maksud mengartikan indahnya sebuah perbedaan. Hal itu dengan harapan agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk mempertajam polarisasi.

"Maksudnya apa teman-teman, udahlah ini barang kan sudah terjadi, masa nenek moyang kita yang sekolahnya nggak panda-pandai seperti kita aja mereka bisa menjaga ini," jelas Bahlil

Menteri asal Papua itu meminta agar perbedaan yang ada di Indonesia harus dihargai oleh setiap warga negara dan tidak harus mengolok-olok satu dengan yang lain. Pasalnya, perbedaan tidak hanya pada agama dan politik tetapi konteks ekonomi juga. Oleh sebab itu, sinergitas antar anak bangsa perlu dijaga untuk kebaikan ekonomi bangsa ke depan.

“Perbedaan ini harus kita hargai karena sudah ada sejak kita lahir tapi bagaimana memenej, tidak perlu kita mengolok satu sama lain," terang Bahlil

"Perbedaan itu bukan hanya dalam konteks agama tapi juga konteks ekonomi, Islam memang mayoritas tapi ekonominya tak sebaik saudara-saudara kita yang ada di agama atau etnis lain, hingga perlu ada sinergitas yang baik dan produktif pada kemajuan bangsa,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Dukung Bahlil Gencarkan Proyek Substitusi Impor Senilai Rp 60 Triliun

DPR Dukung Bahlil Gencarkan Proyek Substitusi Impor Senilai Rp 60 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2023 | 15:39 WIB

Semacam Skenario Besar Ingin Tunda Pemilu Dari Lingkaran Jokowi: Menteri Luhut Sampai Bahlil

Semacam Skenario Besar Ingin Tunda Pemilu Dari Lingkaran Jokowi: Menteri Luhut Sampai Bahlil

Sumatera | Minggu, 05 Maret 2023 | 16:12 WIB

Wakil Ketua DPD Apresiasi Komitmen Menteri Bahlil Rampungkan Roadmap Hilirisasi

Wakil Ketua DPD Apresiasi Komitmen Menteri Bahlil Rampungkan Roadmap Hilirisasi

Bisnis | Kamis, 09 Februari 2023 | 17:51 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×