Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Motivasi Calon Insinyur Muda, Dirut Rekind Roadshow ke Fakultas Teknik UI

Iwan Supriyatna

Kamis, 01 Juni 2023 | 12:06 WIB
Motivasi Calon Insinyur Muda, Dirut Rekind Roadshow ke Fakultas Teknik UI
Direktur Utama PT Rekayasa Industri (Rekind) Triyani Utaminingsih menggelar roadshow ke sejumlah perguruan tinggi.

Suara.com - Direktur Utama PT Rekayasa Industri (Rekind) Triyani Utaminingsih menggelar roadshow ke sejumlah perguruan tinggi. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya untuk memberikan gagasan, program, pembekalan sekaligus pengenalan tentang dunia EPC (Engineering, Procurement and Construction) yang melekat dalam keseharian Rekind.

Untuk kali pertama, wanita yang akrab disapa Yani tersebut memulai roadshow ke Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI). Yani yang hadir bersama Mohamad Agung, SVP Power, Fertilizer & Overseas Commercial Rekind itu, didaulat menggelar Kuliah Kapita Selekta Satu Sesi bertajuk “Peran Insinyur Teknik Kimia dalam Proyek EPC Industri,” di Fakultas Teknik, Kampus UI, Depok.

“Selain memperkenalkan dunia EPC, Rekind hadir untuk memotivasi para calon insinyur muda agar dapat berkarya dan membangun negerinya secara mandiri. Di samping itu para mahasiswa ini juga harus dibuka wawasan akademisnya mengenai berbagai jenis proyek dan bagaimana perusahaan EPC ini bekerja,” terang Yani ditulis Kamis (1/6/2023).

Sehingga, melalui gambaran ini akan semakin menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan para insinyur Indonesia terutama dalam membangun bangsanya di bidang energi, petrokimia dan migas.

“Rekind selalu membangun sinergi yang kokoh dengan kampus. Kami bekerja sama mulai dari recruitment, research, internship dan tidak jarang kami berkolaborasi untuk mengerjakan proyek, FEED, atau troubleshooting permasalahan proyek. Tidak salah kalau ada yang menilai Rekind merupakan partner universitas, sekaligus tempat belajar dan rumah para insinyur untuk berkarya yang muaranya demi satu tujuan, maju bersama untuk Indonesia,” kata Yani menegaskan.

Menurutnya, Rekind dikenal sebagai pelopor dan pemimpin dalam sektor EPC. Awal mula Rekind didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1981 sebagai BUMN yang fokus pada pembangunan pabrik petrokimia. Pengakuan dan prestasi ini bisa diraih juga berkat dukungan maksimal insinyur-insinyur muda Rekind yang pantang menyerah dan haus akan pengetahuan EPC, karena sebelumya pengetahuan ini hanya didominasi perusahaan asing.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang menginjak usianya ke 42 tahun ini mampu mengembangkan kompetensinya agar lebih maju di berbagai sektor industri.

“Kompetensi kami terus meluas, mulai dari petrokimia, oil & gas, mineral, geothermal, lingkungan hingga infrastruktur energi. Sampai detik ini kami terus mengerjakan proyek energi untuk perusahaan nasional dan multinasional. Ini semua juga berkat dukungan kuat dari para engineer muda Rekind,” sergah Mohamad Agung.

Petrochemicals juga merupakan bisnis kompetensi Rekind yang utama, dengan track record lebih dari 30 tahun. Semenjak itu, lanjut Agung, Rekind didaulat menjadi leader di regional Asia Tenggara untuk perusahaan rancang bangun fasilitas petrokimia dan kilang minyak.

baca juga

Dari banyak proyek yang diselesaikannya, Rekind merupakan perusahaan Indonesia pertama kali yang sukses menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk di luar negeri, sehingga di tahun 2005 oleh The Federation of Engineering Institutions of Southeast Asia and Pacific (FEISAP) Rekind dianugerahi ASEAN Engineering Award.

Bidang operasi refinery, oil and gas, juga dikenal sebagai operasi yang menuntut keahlian teknis yang maju dan sama sekali tidak mengenal ruang kesalahan (error).

Untuk hal ini, Rekind lebih dari 1 dekade berpengalaman mengelola proyek kilang (refinery) dan migas untuk Perusahaan domestik dan internasional dengan pencapaian keselamatan kerja (safety) yang terbaik, berkualitas (quality) dan tepat waktu.

Diakui Yani, selain dukungan engineer muda, keberhasilan Rekind dalam pengerjaan proyek EPCC juga sangat bergantung dengan Manajemen Proyek EPC yang juga merupakan salah satu keunggulan atau diferesiansi Rekind. Manajemen Proyek EPC ini, menurut Yani layaknya kepala pada tubuh.

Di sini proyek direncanakan eksekusinya, disusun dan dikendalikan waktu dari setiap item pekerjaan. Selain itu juga dikontrol dan dicermati setiap biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan semua stakeholder.

“Kesuksesan Project berawal dari perencanaan yang tepat, cermat, dan optimum,” tegas Yani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekind Mulai Garap Empat Proyek Services Baru

Rekind Mulai Garap Empat Proyek Services Baru

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2023 | 12:36 WIB

LHKPN, Upaya Rekind Menjaga Komitmen dan Reputasi Perusahaan dari Praktik KKN

LHKPN, Upaya Rekind Menjaga Komitmen dan Reputasi Perusahaan dari Praktik KKN

Bisnis | Senin, 03 April 2023 | 11:22 WIB

Wardijasa: Perbesar Peran Rekind untuk Mendukung Program Hilirisasi Pemerintah

Wardijasa: Perbesar Peran Rekind untuk Mendukung Program Hilirisasi Pemerintah

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 14:16 WIB

Terkini

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB