Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Susul Grab, Uber PHK 200 Pekerjanya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 23 Juni 2023 | 07:03 WIB
Susul Grab, Uber PHK 200 Pekerjanya
Ilustrasi sopir taksi online (Pexels/Jackson David)

Suara.com - Perusahaan penyedia layanan transportasi online Amerika Serikat Uber Technologies pada Kamis (22/6/2023) mengumumkan pemberhentian 200 karyawan di divisi rekrutmen sebagai bagian dari pelaksanaan rencana penghematan biaya.

Seperti dilansir Reuters, jumlah karyawan yang diberhentikan tidak mencapai 1 persen dari 32.700 karyawan Uber secara global. Awal tahun ini, Uber memberhentikan 150 karyawan dari divisi layanan pengiriman.

Karyawan yang diberhentikan dari divisi rekrutmen mencakup 35 persen dari total jumlah karyawan di divisi tersebut. Uber telah memangkas 17 persen dari jumlah karyawan pada awal pandemi COVID-19.

Pengurangan jumlah karyawan membuat Uber diperkirakan dapat mencatatkan perolehan laba operasional tahun ini.

Uber beroperasi di 70 negara dan 10.500 kota, memiliki sekitar 131 juta pengguna aktif bulanan dan 5,4 juta driver di seluruh dunia. Uber memberikan 23 pelayanan perjalanan setiap tahunnya.

Sebelumnya aksi PHK serupa juga dilakukan perusahaan transportasi daring Grab, dimana perusahaan akan melakukan PHK kepada 1.000 karyawannya. 

PHK ini terjadi di Grab Holdings yang berkantor pusat di Singapura dimana perseroan akan memangkas 1.000 atau 11 persen. PHK tersebut menjadi yang terbesar jumlahnya sejak pandemi covid-19.

Kepala Eksekutif Grab Anthony Tan mengatakan pemangkasan karyawan bukan merupakan jalan pintas menuju profitabilitas tetapi reorganisasi strategis untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang persaingannya semakin ketat.

Maka dari itu, perusahaan perlu mengelola biaya dan memastikan layanan yang lebih terjangkau jangka panjang.

baca juga

"Perubahan tidak pernah secepat ini. Teknologi seperti AI (kecerdasan buatan) generatif berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Biaya modal telah meningkat, secara langsung berdampak pada lanskap persaingan," kata Tan dalam surat yang dikirim kepada karyawan, dikutip dari Reuters, Rabu (21/6/2023).

"Kita harus menggabungkan skala kita dengan eksekusi yang gesit dan kepemimpinan biaya, sehingga kita dapat menawarkan layanan yang lebih terjangkau secara berkelanjutan dan memperdalam penetrasi massa kita," lanjutnya.

Tan menyebut meski tanpa PHK, Grab telah mengelola biaya dan harus mencapai targetnya untuk mencapai titik impas dari EBITDA grup yang mengalami penyesuaian tahun ini.

Pada 2020 lalu, Grab juga memecat 360 pekerja. Berdasarkan laporan terbarunya, perusahaan memiliki 11.934 staf pada akhir 2022, termasuk sekitar 2.000 dari akuisisi jaringan toko bahan makanan.

Sementara itu, saham Grab naik 4,7 persen setelah pengumuman PHK terhadap para staf. Sebelumnya, saham Grab juga telah naik 5,6 persen.

Untuk keuangannya, Grab mencatatkan kerugian kuartalan sebesar US$250 juta. Namun, pendapatan pada kuartal pertama tahun ini naik 130,3 persen dibanding tahun lalu menjadi US$525 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PHK Massal Ribuan Karyawan, Grab Berikan Pesangon Mewah Hingga Aset Saham

PHK Massal Ribuan Karyawan, Grab Berikan Pesangon Mewah Hingga Aset Saham

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2023 | 17:51 WIB

Grab PHK 1000 Pegawai

Grab PHK 1000 Pegawai

Metro | Rabu, 21 Juni 2023 | 17:02 WIB

Grab PHK 1.000 Karyawan, Termasuk di Indonesia?

Grab PHK 1.000 Karyawan, Termasuk di Indonesia?

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2023 | 16:33 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×