Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cerita Pengalaman Jokowi Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Melaju 350 Km/Jam

Achmad Fauzi

Kamis, 14 September 2023 | 08:29 WIB
Cerita Pengalaman Jokowi Naik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Melaju 350 Km/Jam
Presiden Joko Widodo atau Jokowi lakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Stasiun KCJB Halim, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2023). [Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat]

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menjajal transportasi baru Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada Rabu (13/9) kemarin. Kepala Negara naik kereta cepat didampingi oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju hingga para selebritas di dalam negeri.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini merasakan keistimewaan naik transportasi massal terbaru ini, terutama dari sisi waktu. Karena, perjalanan dirinya dari Jakarta hingga ke Bandung hanya membutuhkan waktu setengah jam.

"Kunjungan kerja saya ke Provinsi Jawa Barat hari ini terasa istimewa. Saya ke Bandung dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang melaju hingga kecepatan 350 kilometer per jam. Hanya dalam waktu setengah jam, saya yang berangkat dari Stasiun KCJB Halim, Jakarta Timur, sudah sampai di Stasiun Padalarang, Bandung Barat," ujar Jokowi yang dikutip dari instagram resminya @jokowi, Kamis (14/9/2023).

"Perjalanan ini sekaligus uji coba moda transportasi KCJB sebelum diresmikan pengoperasiannya," tambah dia.

Jokowi menceritakan dirinya duduk di gerbong pertama kereta dengan nomor perjalanan G5901. Kemudian, tutur dia, kereta berjalan dari Stasiun Halim dengan tujuan Stasiun Tegalluar.

Selanjutnya, Mantan Walikota Solo ini menyebut, kereta cepat pertama Indonesia ini kemudian melaju, terus menambah kecepatan, dari 50 km/jam hingga kecepatan maksimal 350 km/jam.

"Tiba di Stasiun Padalarang, saya kemudian turun dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Bandung dengan menggunakan kereta api pengumpan (feeder), kemudian menuju Kota Bandung dengan mobil untuk kegiatan kunjungan kerja lainnya," kata dia.

Jokowi kembali menegaskan bahwa, kereta cepat benar-benar nyaman, bahkan saat mencapat kecepatan maksimal 350 km/jam.

"Saya berharap kehadiran KCJB dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berpindah dari penggunaan mobil pribadi ke transportasi umum. Ini penting untuk mengurangi kemacetan hingga polusi udara di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya," pungkas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Naik Kereta Cepat Belum Fix, KCIC Usul Rp300 Ribu Sekali Jalan

Tarif Naik Kereta Cepat Belum Fix, KCIC Usul Rp300 Ribu Sekali Jalan

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 16:56 WIB

Tarif Kereta Cepat Belum Fix, Tapi Jokowi Pastikan Tak Ada Subsidi

Tarif Kereta Cepat Belum Fix, Tapi Jokowi Pastikan Tak Ada Subsidi

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 16:50 WIB

Usulan Baru Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Rp 300 Ribu, Sudah Termasuk KA Feeder ke Stasiun Bandung

Usulan Baru Tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Rp 300 Ribu, Sudah Termasuk KA Feeder ke Stasiun Bandung

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 15:56 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×