Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penumbuhan Risk Taking Behaviour Bagi Wirausaha Melalui Ekosistem Ramah Kewirausahaan dan Inovasi Kebijakan

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 11 Desember 2023 | 13:30 WIB
Penumbuhan Risk Taking Behaviour Bagi Wirausaha  Melalui Ekosistem Ramah Kewirausahaan dan Inovasi Kebijakan
Ilustrasi berwirausaha. (pexels.com/ELEVATE)

Suara.com - Kewirausahaan bukan sekedar tentang bagaimana memulai bisnis dan memotivasi manusia untuk menjadi wirausaha, melainkan juga mencakup keberanian dan kemampuan untuk mengambil risiko.

Untuk mendorong penumbuhan risk taking behaviour ini diperlukan adanya ekosistem kewirausahaan yang mendukung dan merangsang keberanian, rasa ingin tahu dan kreativitas. Maka dari itu stigma “takut gagal” dalam memulai usaha perlu diruntuhkan dengan pemahaman dan kemampuan mengelola risiko serta dukungan ekosistem yang ramah kewirausahaan.

Sebelum lebih jauh menguraikan upaya untuk menciptakan ekosistem ramah kewirausahaan, maka kita perlu menyelami lebih dulu apa itu risiko dalam berwirausaha. Risiko kerap kali dikaitkan sebagai dampak dari ketidakpastian dalam dunia bisnis. Maka dari itu manajemen risiko menjadi penting sebagai upaya memitigasi risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha.

Tidak sedikit masyarakat yang memiliki minat sebagai wirausaha namun masih enggan dan tidak siap menghadapi risiko. Inilah yang seringkali menjadi faktor penghambat tumbuhnya wirausaha selain pengetahuan, modal usaha dan keterampilan.

Ancaman kegagalan yang dialami wirausaha dapat dikaitkan dengan lemahnya pengelolaan risiko. Dalam hal ini peran dunia pendidikan, mentor, konsultan dan enabler bisnis dituntut untuk mampu memberikan pemahaman dan pendekatan terkait pengelolaan bisnis berbasis risiko. Pengelolaan bisnis berbasis risiko memerlukan strategi yang dapat dilakukan melalui pengembangan rencana kontingensi.

Rencana kontingensi ini berupa serangkaian strategi yang disiapkan untuk merespon situasi yang tidak diinginkan atau tidak terduga dengan tujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha. Wirausaha perlu mengidentifikasi risiko yang dapat mempengaruhi bisnis, seperti risiko finansial, operasional, reputasi, atau risiko lain terkait dengan sektor bisnis. Selanjutnya setiap risiko perlu dinilai tingkatan dampak dan probabilitasnya. Ini membantu wirausaha untuk menentukan risiko mana yang paling kritis dan perlu mendapat perhatian lebih.

Adapun perangkat dan tindakan mitigasi risiko dapat dilakukan melalui adanya asuransi, diversifikasi bisnis, pemantauan, pengendalian, investasi teknologi, keamanan informasi, komitmen terhadap kepatuhan serta strategi lainnya sesuai dengan karakteristik bisnis.

Dengan adanya pemahaman terkait manajemen risiko, wirausaha akan mampu menginternalisasi kontingensi tersebut ke dalam diri dan organisasinya agar menjadi individu atau organisasi yang risk taker.

Satu hal yang perlu digarisbawahi dari mindset risk taker ini bahwa risk taking behaviour bukan diartikan sebagai segala upaya yang dilakukan untuk menghindari timbulnya risiko usaha, melainkan penekanannya pada menumbuhkan jiwa dan strategi untuk menghadapi risiko yang ada maupun yang belum dapat diprediksi. Sebagaimana karakter risiko, maka risiko bagi wirasuaha ada yang dapat dihindari, dikurangi, dialihkan, maupun diterima.

Process Support

Tantangan yang perlu dihadapi oleh para pemangku kepentingan dalam ekosistem wirausaha ini adalah dengan memberikan lingkungan yang ramah kewirausahaan dari segi pengendalian risiko. Salah satu pilar utama dalam penumbuhan wirausaha berbasis risiko adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada manajemen risiko dan keterampilan pengambilan keputusan untuk membangun kesiapan menghadapi ketidakpastian dalam dunia bisnis. Sebagai contoh, strategi menghadapi 5-10 tahun sebagai risiko dampak dari gempuran Artificial Intelligence (AI), atau risiko kemungkinan adanya pandemi baru seperti halnya pandemi covid-19 yang sempat melemahkan perekonomian UMKM.

Salah satu program Pemerintah di bidang pendidikan yang responsif terhadap kewirausahaan yaitu Beasiswa Kewirausahaan oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), program ini diperuntukan bagi warga negara Indonesia yang bergerak di bidang kewirausahaan untuk menempuh jenjang magister luar negeri. Konsep ini ada baiknya diadopsi oleh pemerintah daerah semisal untuk jenjang sekolah menengah atas, sehingga dapat mengasah risk taking behaviour peserta didik dan keterampilan mitigasi risiko sejak dini.

Ekosistem ramah kewirausahaan juga melibatkan aktivitas mentorship, inkubasi dan peran komunitas yang aktif dari para profesional sampai dengan dukungan pemerintah. Aktivitas ini tidak hanya memberikan panduan praktis tetapi juga memberikan inspirasi dan dukungan emosional dalam membentuk risk taking behaviour.

Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan tersebut perlu didukung dengan lingkungan yang kolaboratif. Ekosistem yang ramah kewirausahaan harus mempromosikan budaya kolaborasi. Kolaborasi membuka peluang untuk berbagi ide, sumber daya, dan risiko dalam memperkaya pengalaman, menumbuhkan jiwa berwirausaha dan mengurangi beban risiko secara bersama-sama. 

Peran penting sebagai pelayan publik, Pemerintah perlu berinovasi pada kebijakan yang memberikan kemudahan dan keamanan wirausaha untuk menumbuhkan risk taking behaviour. Salah satu aspek penting yang memerlukan inovasi kebijakan yaitu dukungan pembiayaan dan jaminan berusaha. Wirausaha risk taker membutuhkan dukungan finansial yang lebih fleksibel. Disamping dana hibah dan suku bunga yang rendah, regulasi perlu mengatur skema pembiayaan yang mendorong wirausaha mengambil risiko tanpa terjebak dalam beban keuangan. Dari segi keringanan fiskal misalnya, bentuk pemberian insentif pajak kepada wirausaha pemula dapat menjadi alternatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Program Entrepreneurship Perbengkelan, Pertamina Ajak Lapas Sidoarjo Bikin Bengkel Enduro Perdana di Jatimbalinus

Dorong Program Entrepreneurship Perbengkelan, Pertamina Ajak Lapas Sidoarjo Bikin Bengkel Enduro Perdana di Jatimbalinus

Otomotif | Sabtu, 09 Desember 2023 | 17:51 WIB

Workshop Kewirausahaan Ganjar-Mahfud Bertransformasi Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja

Workshop Kewirausahaan Ganjar-Mahfud Bertransformasi Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 05 Desember 2023 | 11:19 WIB

Paparkan Ekosistem EV Tanah Air di COP 28 Dubai, Pertamina NRE Persiapkan Motor Listrik

Paparkan Ekosistem EV Tanah Air di COP 28 Dubai, Pertamina NRE Persiapkan Motor Listrik

Otomotif | Sabtu, 02 Desember 2023 | 23:25 WIB

Inovasi Digital BRI: Meretas Jalan bagi Masyarakat yang Belum Melek Teknologi

Inovasi Digital BRI: Meretas Jalan bagi Masyarakat yang Belum Melek Teknologi

Bisnis | Sabtu, 02 Desember 2023 | 12:45 WIB

Tampil di Paviliun Indonesia COP 28 Dubai, Astra Hadirkan Ekosistem Kendaraan Listrik dan KBA Proklim

Tampil di Paviliun Indonesia COP 28 Dubai, Astra Hadirkan Ekosistem Kendaraan Listrik dan KBA Proklim

Otomotif | Jum'at, 01 Desember 2023 | 13:01 WIB

Perhutani Terus Lakukan Inovasi Terkait Penjualan Produk

Perhutani Terus Lakukan Inovasi Terkait Penjualan Produk

Bisnis | Jum'at, 01 Desember 2023 | 09:24 WIB

Terkini

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 21:51 WIB

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:00 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB