FREN Boncos Investasi Saham Rp415,8 Miliar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 04 Januari 2024 | 10:15 WIB
FREN Boncos Investasi Saham Rp415,8 Miliar
Ilustrasi. Smartfren emiten telekomunikasi milik Sinar Mas Grup ini harus merelakan kerugian Rp415,8 miliar akibat investasi saham.

Suara.com - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) harus gigit jari atas kinerja mereka selama sembilan pertama tahun 2023, pasalnya emiten telekomunikasi milik Sinar Mas Grup ini harus merelakan kerugian Rp415,8 miliar akibat investasi saham.

Mengutip laporan keuangan FREN yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/1/2023) Smartfren menderita rugi bersih Rp599,6 atau memburuk dibanding periode sama tahun 2022 yang membukukan laba bersih Rp1,642 triliun.

Akibatnya, defisit atau akumulasi kerugian kian dalam 2,4 persen dibanding akhir tahun 2022 menyentuh Rp25,5 triliun pada akhir September 2023.

Padahal, pendapatan usaha tumbuh 4,1 persen secara tahunan menjadi Rp8,629 triliun pada akhir kuartal III 2023.

Secara rinci pendapatan jasa telekomunikasi data tumbuh 1,8 persen menjadi Rp7,559 triliun. Senada, pendapatan selain data tumbuh 2,3 persen menjadi Rp216,87 miliar. Bahkan, pendapatan jasa interkoneksi naik 50,2 persen menjadi Rp323,1 miliar. Demikian juga dengan pendapatan lain lain yang naik 21,8 persen menjadi Rp530,16 miliar.

Namun sayangnya, beban usaha bengkak 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp8,31 triliun pada akhir September 2023. Dampaknya, laba usaha merosot 26,8 persen menjadi Rp319,18 miliar.

Terlebih, beban lain lain bersih mencapai Rp966,17 miliar dalam sembilan bulan 2023, sedangkan periode sama tahun 2022 justru meraih pendapatan lain lain Rp971,9 miliar.

Adapun pos pemicunya, karena mengalami kerugian investasi dalam saham selama sembilan bulan 2023 sedalam Rp415,8 miliar. Sebaliknya, pada periode sama tahun 2022 membukukan keuntungan investasi saham Rp1,621 triliun.

Selain itu, beban bunga dan keuangan naik 20,7 persen secara tahunan menjadi Rp926,6 miliar pada akhir September 2023.

Akibatnya, perseroan mengalami rugi sebelum pajak sedalam Rp646,9 miliar pada akhir September 2023, sedangkan akhir September 2022 meraih laba sebelum pajak Rp971,9 miliar.

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 0,0019 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp30,726 triliun pada akhir kuartal III 2023.

Pada sisi lain, total ekuitas menyusut 3,6 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp15,184 triliun pada akhir September 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham NIPS Terancam Delisting Paksa, Grup Salim dan Boy Thohir Ikutan Kena Getahnya

Saham NIPS Terancam Delisting Paksa, Grup Salim dan Boy Thohir Ikutan Kena Getahnya

Bisnis | Rabu, 03 Januari 2024 | 17:53 WIB

Bos OJK Ungkap Keresahannya soal Kondisi Pasar Modal Indonesia, Apa Katanya

Bos OJK Ungkap Keresahannya soal Kondisi Pasar Modal Indonesia, Apa Katanya

Bisnis | Selasa, 02 Januari 2024 | 17:15 WIB

BEI Ungkap Rencana Pelonggaran Aturan Transaksi Jual Kosong

BEI Ungkap Rencana Pelonggaran Aturan Transaksi Jual Kosong

Bisnis | Selasa, 02 Januari 2024 | 16:57 WIB

Terkini

Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya

Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:22 WIB

OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya

OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:13 WIB

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:01 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:21 WIB

Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026

Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:15 WIB

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:46 WIB

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:31 WIB

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:22 WIB