Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Jelang Akhir Pekan Imbas Pengumuman RDG BI

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 19 Januari 2024 | 10:06 WIB
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Jelang Akhir Pekan Imbas Pengumuman RDG BI
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan jelang akhir pekan ini. Penguatan ini seiring investor mencermati dan mencerna hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diadakan pada 16-17 Januari 2024.

Di awal perdagangan Jumat, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta dibuka naik tipis empat poin atau 0,02 persen menjadi Rp15.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.624 per dolar AS.

"Dalam rapat BI Januari 2024, Bl menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede seperti yang dikutip Antara, Jumat (19/1/2024).

Baca Juga: Saham Arkadia Digital Media (DIGI) Rebound, Menguat 7,69% Sore Ini

Akibatnya, banyak investor memperkirakan Bl akan mempertahankan BI-Rate lebih lama, yang pada gilirannya akan menjaga perbedaan suku bunga. Ekspektasi tersebut mendukung pembukaan rupiah yang lebih kuat pada sesi awal perdagangan.

Saat ini, suku bunga acuan BI atau BI-Rate masih dipertahankan di level 6 persen. Suku bunga deposit facility ditahan tetap di posisi 5,25 persen, dan suku bunga lending facility juga tetap sebesar 6,75 persen.

Josua memproyeksikan nilai tukar rupiah akan berkisar Rp15.600 per dolar AS hingga Rp15.700 per dolar AS.

Sementara itu, obligasi Pemerintah Indonesia diperdagangkan beragam meskipun rupiah menguat pada Kamis (18/1/2024), di tengah kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat.

Volume perdagangan obligasi Pemerintah Indonesia membukukan Rp17,93 triliun, lebih tinggi dibandingkan volume perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14,47 triliun.

Sementara, sentimen global datang dari indikator ekonomi AS yang mencatat angka yang lebih baik dari perkiraan.

US Housing Starts pada Desember 2023 membukukan 1,46 juta unit, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 1,53 juta unit, namun masih tercatat lebih baik dari perkiraan sebesar 1,43 juta unit.

US Building Permits Desember 2023 naik menjadi 1,50 juta unit, lebih tinggi dari perkiraan 1,48 juta. Data tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi AS tetap solid pada Desember 2023.

Klaim Pengangguran Awal AS pada 13 Januari 2024 turun menjadi 187 ribu dari 205 ribu, menandakan masih ketatnya pasar tenaga kerja di AS.

Sentimen dari indikator perekonomian AS mendorong imbal hasil Pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,14 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepanjang Tahun 2023, Transaksi Digital Banking RI Tembus Rp58 Ribu Triliun

Sepanjang Tahun 2023, Transaksi Digital Banking RI Tembus Rp58 Ribu Triliun

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2024 | 15:20 WIB

Suku Bunga Acuan BI Diproyeksi Turun Paruh Kedua 2024, Ini Alasannya

Suku Bunga Acuan BI Diproyeksi Turun Paruh Kedua 2024, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2024 | 11:04 WIB

Rupiah Kembali Keok Lawan Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Kembali Keok Lawan Dolar AS pada Selasa Pagi

Bisnis | Selasa, 16 Januari 2024 | 10:27 WIB

Terkini

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB