Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

BPS Ungkap Hasil Panen Padi Pakai Metode KSA: Tembus 2,80 juta Ton

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 03 Maret 2024 | 12:48 WIB
BPS Ungkap Hasil Panen Padi Pakai Metode KSA: Tembus 2,80 juta Ton
Ilustrasi panen [Dok.Antara]

Suara.com - Luas lahan sawah padi yang panen di Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun lalu diperkirakan mencapai 970 ribu hektare lebih dengan produksi padi sebesar 4,88 juta ton gabah kering giling (GKG).

"Untuk produksi padi 4,88 juta ton gabah kering giling itu jika dikonversikan menjadi beras sekitar 2,80 juta ton," kata Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Sabtu (2/3/2024).

Menurut Aryanto, puncak panen padi pada tahun 2023 terjadi pada bulan April, yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2022. Pada bulan April 2023, luas panen padi mencapai 157,03 ribu hektare.

Pada bulan April 2022, luas panen padi mencapai 199,36 ribu hektare.

Sementara itu, luas panen padi pada bulan Januari 2024 mencapai 6,66 ribu hektare, dan potensi panen dari bulan Februari hingga April 2024 diperkirakan mencapai 238,67 ribu hektare.

"Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 245,33 ribu hektare, atau mengalami penurunan sekitar 81,44 ribu hektare (24,92 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 326,77 ribu hektar," kata dia, dikutip dari Antara.

Untuk produksi padi di Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai sekitar 4,88 juta ton GKG, atau mengalami penurunan sebanyak 483,78 ribu ton GKG (9,03 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 5,36 juta ton GKG.

Produksi padi tertinggi pada 2023 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 803,56 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sekitar 108,88 ribu ton GKG

Sementara itu, peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2023 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Bone yang memproduksi 486.323 ton, Wajo (366.576 ton), Sidrap (277.661 ton) dan Pinrang 260.586 ton.

Ia menyebut tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah yaitu Kota Parepare hanya produksi 2.213 ton, Kabupaten Kepulauan Selayar (3.687 ton) dan Kota Makassar 7.407 ton.

Selain itu, Aryanto menjelaskan sejak 2018 BPS telah bekerja sama dengan beberapa lembaga dalam penyempurnaan penghitungan luas panen dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

Lembaga tersebut yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang kini bergabung dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kemudian Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), serta Badan Informasi dan Geospasial (BIG).

Dia mengatakan KSA memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari LAPAN dan digunakan BIG untuk mendelineasi peta lahan baku sawah yang divalidasi dan ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN untuk mengestimasi luas panen padi.

Penyempurnaan dalam berbagai tahapan penghitungan produksi beras telah dilakukan secara komprehensif tidak hanya luas lahan baku sawah saja, tetapi juga perbaikan penghitungan konversi gabah kering menjadi beras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Februari Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir di DKI Jakarta, Apa Penyebabnya?

Harga Beras Februari Tertinggi dalam 3 Tahun Terakhir di DKI Jakarta, Apa Penyebabnya?

News | Sabtu, 02 Maret 2024 | 15:12 WIB

Ketika Lembaga Negara Soroti Kenaikan Harga Makanan di Warteg

Ketika Lembaga Negara Soroti Kenaikan Harga Makanan di Warteg

Bisnis | Jum'at, 01 Maret 2024 | 16:45 WIB

Pratama Arhan Dikerubungi Wanita Korea Selatan, Pakai Sepatu Branded Setara Puluhan Meter Sawah di Blora

Pratama Arhan Dikerubungi Wanita Korea Selatan, Pakai Sepatu Branded Setara Puluhan Meter Sawah di Blora

Lifestyle | Jum'at, 01 Maret 2024 | 13:58 WIB

Dedi Mulyadi Panen Hujatan, Ambu Anne Lagi Bahagia: Nunduk ke Bawah Itu Perlu

Dedi Mulyadi Panen Hujatan, Ambu Anne Lagi Bahagia: Nunduk ke Bawah Itu Perlu

News | Jum'at, 01 Maret 2024 | 12:13 WIB

Harga Beras Sengat Inflasi, Februari 2024 Tembus 2,75 Persen

Harga Beras Sengat Inflasi, Februari 2024 Tembus 2,75 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Maret 2024 | 11:50 WIB

Cak Imin Slepet Perihal Kenaikan Harga Beras: Mestinya Petani Untung

Cak Imin Slepet Perihal Kenaikan Harga Beras: Mestinya Petani Untung

News | Jum'at, 01 Maret 2024 | 11:29 WIB

Terkini

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:39 WIB

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:34 WIB

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 WIB

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:17 WIB