Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Menyandang Status Destinasi Pariwisata Ekstrem, Negara Ini Meraup Ribuan Turis Asing

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 06 Mei 2024 | 07:52 WIB
Menyandang Status Destinasi Pariwisata Ekstrem, Negara Ini Meraup Ribuan Turis Asing
Danau Qargha, di Kabul, Afghanistan [AFP/Wakil Kohsar].

Suara.com - Stabilitas politik suatu negara menjadi salah satu kunci suksesnya bisnis pariwisata. Ini rumusan baku. Akan tetapi dalam perkembangannya, kondisi lapangan bisa berbeda.

Inilah potret pariwisata Afghanistan. Pada 2021 mengantongi 691 wisatawan asing. Pada 2022, angkanya meningkat menjadi 2.300. Lantas 2023 berhasil menjaring 7.000 wisatawan asing atau mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Padahal dunia luar memandang tujuan wisata satu ini adalah ekstrem. Dalam arti keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi topik utama.

Sebagaimana dikutip dari salah satu media kenamaan Britania Raya, The Express.

Afghanistan termasuk dalam risk map 2024, di mana negara ini diberi tingkat peringatan ekstrem tertinggi untuk keamanan karena tingkat kekerasan politik dan kerusuhan sosial, serta kejahatan dengan kekerasan mau pun kriminal kecil tanpa kekerasan seperti copet. 

Kementerian Luar Negeri Inggris bahkan sampai menyarankan warga Britania Raya untuk tidak melakukan perjalanan ke salah satu negara Asia ini.

Bunyi imbauannya: "Warga tidak boleh melakukan perjalanan ke Afghanistan. Situasi keamanan tidak stabil. Perjalanan ke seluruh Afghanistan sangat berbahaya dan penyeberangan perbatasan mungkin tidak dibuka”.

Tidak cukup sampai sini, penerbitan visa bagi traveller juga sulit dan mahal. 

Banyak negara memutuskan hubungan dengan Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa. Juga tidak ada negara yang mengakui mereka sebagai penguasa sah negara itu. 

baca juga

Ibu kota Kabul memiliki penerbangan internasional terbanyak, namun tidak ada bandara Afghanistan yang memiliki rute langsung dengan pasar wisata utama. Antara lain seperti Tiongkok, Eropa, atau India.

Dipandang kurang memberikan profit serta antisipasi keamanan penumpang, sebagian besar maskapai penerbangan menghindari wilayah udara Afghanistan. 

Belum lagi sampai di destinasi, ada permasalahan dengan jaringan jalan yang setengah beraspal atau bahkan tidak ada sama sekali di beberapa wilayah di negeri itu.

Namun hal ini tidak menghentikan wisatawan, dengan jumlah pelancong yang perlahan meningkat setiap tahunnya. 

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Afghanistan berasal dari Tiongkok. 

Menurut analisa Euronews, peningkatan jumlah wisatawan ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya koneksi penerbangan dengan hub seperti Dubai. Sedangkan dari pihak konsumen, yaitu wisatawan, ada kebanggaan tersendiri saat berlibur ke tujuan yang tidak biasa. 

Sektor pariwisata Afghanistan jalan terus. Mohammad Saeed, kepala Direktorat Pariwisata di Kabul, ingin Afghanistan menjadi pusat pariwisata. Sebuah ambisi yang tampaknya didukung oleh para pemimpin tertinggi Taliban. 

Afghanistan ingin mendorong lebih banyak wisatawan. Melalui lembaga pelatihan profesional pariwisata dan perhotelan yang dikelola Taliban, tenaga kerja disiapkan agar bisa mengelola titik wisata yang menarik pengunjung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem

Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:07 WIB

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:52 WIB

9.800 Orang Tewas karena Gelombang Panas Ekstrem di Jerman

9.800 Orang Tewas karena Gelombang Panas Ekstrem di Jerman

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:06 WIB

Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih

Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:12 WIB

El Nino Tahun Ini Diperkirakan Terkuat dalam 150 Tahun Terakhir, Apa Dampaknya?

El Nino Tahun Ini Diperkirakan Terkuat dalam 150 Tahun Terakhir, Apa Dampaknya?

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:51 WIB

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:04 WIB

Terkini

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Bogor | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB

4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!

4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur

Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul

Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:07 WIB

×