Menyandang Status Destinasi Pariwisata Ekstrem, Negara Ini Meraup Ribuan Turis Asing

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 06 Mei 2024 | 07:52 WIB
Menyandang Status Destinasi Pariwisata Ekstrem, Negara Ini Meraup Ribuan Turis Asing
Danau Qargha, di Kabul, Afghanistan [AFP/Wakil Kohsar].

Suara.com - Stabilitas politik suatu negara menjadi salah satu kunci suksesnya bisnis pariwisata. Ini rumusan baku. Akan tetapi dalam perkembangannya, kondisi lapangan bisa berbeda.

Inilah potret pariwisata Afghanistan. Pada 2021 mengantongi 691 wisatawan asing. Pada 2022, angkanya meningkat menjadi 2.300. Lantas 2023 berhasil menjaring 7.000 wisatawan asing atau mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Padahal dunia luar memandang tujuan wisata satu ini adalah ekstrem. Dalam arti keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi topik utama.

Sebagaimana dikutip dari salah satu media kenamaan Britania Raya, The Express.

Afghanistan termasuk dalam risk map 2024, di mana negara ini diberi tingkat peringatan ekstrem tertinggi untuk keamanan karena tingkat kekerasan politik dan kerusuhan sosial, serta kejahatan dengan kekerasan mau pun kriminal kecil tanpa kekerasan seperti copet. 

Kementerian Luar Negeri Inggris bahkan sampai menyarankan warga Britania Raya untuk tidak melakukan perjalanan ke salah satu negara Asia ini.

Bunyi imbauannya: "Warga tidak boleh melakukan perjalanan ke Afghanistan. Situasi keamanan tidak stabil. Perjalanan ke seluruh Afghanistan sangat berbahaya dan penyeberangan perbatasan mungkin tidak dibuka”.

Tidak cukup sampai sini, penerbitan visa bagi traveller juga sulit dan mahal. 

Banyak negara memutuskan hubungan dengan Afghanistan setelah Taliban kembali berkuasa. Juga tidak ada negara yang mengakui mereka sebagai penguasa sah negara itu. 

baca juga

Ibu kota Kabul memiliki penerbangan internasional terbanyak, namun tidak ada bandara Afghanistan yang memiliki rute langsung dengan pasar wisata utama. Antara lain seperti Tiongkok, Eropa, atau India.

Dipandang kurang memberikan profit serta antisipasi keamanan penumpang, sebagian besar maskapai penerbangan menghindari wilayah udara Afghanistan. 

Belum lagi sampai di destinasi, ada permasalahan dengan jaringan jalan yang setengah beraspal atau bahkan tidak ada sama sekali di beberapa wilayah di negeri itu.

Namun hal ini tidak menghentikan wisatawan, dengan jumlah pelancong yang perlahan meningkat setiap tahunnya. 

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Afghanistan berasal dari Tiongkok. 

Menurut analisa Euronews, peningkatan jumlah wisatawan ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya koneksi penerbangan dengan hub seperti Dubai. Sedangkan dari pihak konsumen, yaitu wisatawan, ada kebanggaan tersendiri saat berlibur ke tujuan yang tidak biasa. 

Sektor pariwisata Afghanistan jalan terus. Mohammad Saeed, kepala Direktorat Pariwisata di Kabul, ingin Afghanistan menjadi pusat pariwisata. Sebuah ambisi yang tampaknya didukung oleh para pemimpin tertinggi Taliban. 

Afghanistan ingin mendorong lebih banyak wisatawan. Melalui lembaga pelatihan profesional pariwisata dan perhotelan yang dikelola Taliban, tenaga kerja disiapkan agar bisa mengelola titik wisata yang menarik pengunjung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendakian Gunung Fuji Ditutup karena Cuaca Ekstrem

Pendakian Gunung Fuji Ditutup karena Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:56 WIB

Banjir Nagoya Mengkhawatirkan, CdM Pastikan Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aman

Banjir Nagoya Mengkhawatirkan, CdM Pastikan Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Aman

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:57 WIB

Terusan Panama Mengancam Lumpuh Berbulan-bulan, Bukan karena Perang Tapi...

Terusan Panama Mengancam Lumpuh Berbulan-bulan, Bukan karena Perang Tapi...

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:36 WIB

Cara Jaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Berdebu

Cara Jaga Kondisi Mobil Agar Tetap Prima di Tengah Cuaca Panas Ekstrem dan Berdebu

Otomotif | Selasa, 01 September 2026 | 12:36 WIB

Mekkah Dilanda Hujan Deras dan Badai Petir

Mekkah Dilanda Hujan Deras dan Badai Petir

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem

Geger! Negara Kim Jong-un Suruh Rakyatnya Makan Sup Daging Anjing untuk Atasi Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:07 WIB

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jaksa Tuntut Fadia Arafiq 5 Tahun, Diduga Atur Proyek Outsourcing untuk Perusahaannya

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:27 WIB

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

Gerai Berdiri Belum Tentu Siap Operasi, KSP Soroti Hambatan Kopdes Merah Putih Meski Ada Perpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:23 WIB

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Aliran Dana Pelicin Terbongkar, KPK Bidik Summarecon Jadi Tersangka Korupsi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Listrik KEK Sei Mangkei Tembus 74 MW, Energi Hijau Baru Penuhi 10 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:22 WIB

Adik Mitchell Baker Dicoret dari Timnas Hong Kong, Bisa Gabung Indonesia?

Adik Mitchell Baker Dicoret dari Timnas Hong Kong, Bisa Gabung Indonesia?

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 11:21 WIB

BRI Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Perjalanan Makin Nyaman

BRI Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Perjalanan Makin Nyaman

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 11:20 WIB

Bridgestone Hadirkan Ban Mobil Baru Harga Terjangkau untuk Harian

Bridgestone Hadirkan Ban Mobil Baru Harga Terjangkau untuk Harian

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 11:19 WIB

Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Perjalanan bagi Nasabah BRI Prioritas

Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Perjalanan bagi Nasabah BRI Prioritas

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 11:16 WIB

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:12 WIB

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

×