Bikin Bingung Antara PHK dan Sukses Jaringan Supercharger, Tesla Punya Alasan Bisnis Sendiri

Sabtu, 04 Mei 2024 | 09:44 WIB
Bikin Bingung Antara PHK dan Sukses Jaringan Supercharger, Tesla Punya Alasan Bisnis Sendiri
Tesla Supercharger yang berfungsi untuk berbagai brand EV. Pemerintah Amerika Serikat turut mendukung stasiun ini menjadi lokasi pengisian umum. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para pekerja produsen mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) Tesla Incorporation untuk sektor pengisian ulang baterai menyisakan tanda tanya.  

Pasalnya karena Tesla Supercharger atau stasiun pengisian ulang kendaraan listrik Tesla mencetak sukses.

Sebagaimana dikutip dari Business Insider, sederet produsen EV mengadopsi teknologi pengisian daya Tesla. 

Antara lain Ford Motor Company, General Motors, Rivian, dan banyak lagi akan bergabung. 

Mereka akan mengadopsi konektor pengisian daya Tesla, dan pelanggannya akan mendapatkan akses ke jaringan Tesla Supercharger. 

Keikutsertaan para pelaku bisnis EV ini sudah terlihat pada pemungkas 2023, di saat hampir setiap produsen mobil besar mengumumkan rencana untuk mengadopsi North American Charging Standard atau Standar Pengisian Daya Amerika Utara. 

Ini adalah kemenangan besar bagi Tesla dan kepercayaan atas produk Tesla Supercharger milik Elon Musk sebagai yang terbaik. Ia akan membantu seluruh industri kendaraan listrik–bukan hanya Tesla–berkembang. 

Akan tetapi semuanya seolah berbalik drastis, ketika Tesla memberhentikan sebagian besar tim pengisian dayanya, yang berdampak terhadap sekira 500 karyawan. 

Langkah yang ditempuh Elon Musk ini membuat konsumen, kontraktor, dan bahkan produsen otomotif yang baru bermitra jadi pusing memikirkan masa depan. 

Baca Juga: Elon Musk Bisnis di Indonesia Lewat Starlink, Menko Marves Janjikan Ini

Berdasar data dari Departemen Energi, jaringan Tesla Supercharger memiliki nilai sampai 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp 1,596 trilliun.

Setelah saham Tesla jatuh menyusul berita PHK, Elon Musk mengatakan via X (atau dulunya Twitter) bahwa Tesla akan mengembangkan jaringan Supercharger namun "dengan kecepatan yang lebih lambat untuk lokasi baru dan dengan lebih fokus pada keandalan”. 

Pernyataan ini sangat berpotensi membuat konsumen Tesla khawatir. Pasalnya akan terjadi antrean yang lebih besar di Tesla Supercharger yang sudah menjadi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selain berlomba mendapatkan slot dengan sesama pengguna Tesla, EV berbagai brand lain pun membanjiri pengisian ini.

Sampai saat ini, masih belum jelas bagaimana cara Tesla akan memenuhi komitmennya pada 2023 untuk menggandakan jaringan Tesla Supercharger pada akhir tahun ini. Dengan kondisi sebagian adalah hibah pemerintah senilai 17 juta dolar AS.

Di satu sisi, Tesla dengan cepat memperluas jaringan Supercharger beberapa bulan terakhir. 

Jumlah pasokan SPKLU Tesla di Amerika Serikat mencapai sekitar 20.000 pada Agustus, angka yang telah tumbuh sekitar 8 persen setiap kuartal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI