Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik Diajak Kemnaker untuk Bersinergi dalam Pembangunan TKA

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 27 Mei 2024 | 19:09 WIB
Negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik Diajak Kemnaker untuk Bersinergi dalam Pembangunan TKA
Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi saat memberikan speech dalam forum Regional Workshop on Exchange Policy Information of Mechanisms and Regulations of the Foreign Workers’ Arrangement in the Asia Pacific and South East Asia. (Dok: Kemnaker)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi mengajak negara-negara ASEAN dan Asia Pasifik untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Pasalnya, ke depan perekonomian dunia akan semakin terbuka, begitu pun dengan mobilitas tenaga kerja antar negara.

"Saya yakin forum ini akan menghasilkan banyak sekali pikiran-pikiran, kontribusi-kontribusi aktif untuk mewujudkan sebuah kebijakan transformatif terutama terkait foreign workers arrangemet di Asia Pasifik dan Asia Tenggara," tuturnya dalam forum Regional Workshop on Exchange Policy Information of Mechanisms and Regulations of the Foreign Workers’ Arrangement in the Asia Pacific and South East Asia.

Oleh karenanya, lanjut dia, hubungan yang terjalin dan wawasan yang diperoleh selama pelaksanaan workshop diharapkan menjadi katalisator bagi perubahan positif dan tindakan transformatif di bidang ketenagakerjaan, agar kerjasama antar negara membawa keuntungan bersama.

"Mari kita terus berkolaborasi, untuk berkembang dan berkontribusi pada keberhasilan masyarakat dunia," ujarnya.

Dalam workshop tersebut, Anwar Sanusi juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan ekonomi dan ketenagakerjaan Indonesia. Hal ini berdasarkan pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11% pada triwulan-I 2024. Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan ekonomi di negara-negara lain seperti Singapura sebesar 2,7%, Malaysia (3,9%), Jepang (1,2%), dan Amerika Serikat (3%). Begitupun dengan kondisi ketenagakerjaan, di mana pada kurun waktu 2022 s.d 2024 penduduk bekerja meningkat dari 135,61 juta orang menjadi 142,18 juta orang. Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus mengalami penurunan dari 5,83% pada Februari 2022 menjadi 4,82% pada Februari 2024.

Anwar Sanusi menambahkan, pengunaan TKA di Indonesia juga memberi sumbangan yang tidak sedikit bagi perekonomian nasional. Sepanjang 2023 tercatat 168.048 RPTKA disahkan. Di mana remitansi TKA mencapai USD 8,03 miliar.

"Ini adalah sebuah optimisme bagi Indonesia pada sektor perekonomian," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Fakta Menarik Pertemuan Timnas Indonesia dengan Lawan-lawan di Grup B ASEAN Cup 2024

2 Fakta Menarik Pertemuan Timnas Indonesia dengan Lawan-lawan di Grup B ASEAN Cup 2024

Bola | Senin, 27 Mei 2024 | 18:03 WIB

Menaker Dorong Kemitraan yang Erat Antara Pengguna TKA dan Platform Penyedia

Menaker Dorong Kemitraan yang Erat Antara Pengguna TKA dan Platform Penyedia

Bisnis | Senin, 27 Mei 2024 | 14:27 WIB

Jadwal Pasukan Garuda Senior Hampir Bentrok, Perlukah Indonesia Bentuk Dua Timnas?

Jadwal Pasukan Garuda Senior Hampir Bentrok, Perlukah Indonesia Bentuk Dua Timnas?

Your Say | Senin, 27 Mei 2024 | 11:41 WIB

Bertarung di ASEAN Cup 2024, Perlukah Timnas Indonesia Turunkan Kekuatan Terbaik?

Bertarung di ASEAN Cup 2024, Perlukah Timnas Indonesia Turunkan Kekuatan Terbaik?

Your Say | Senin, 27 Mei 2024 | 10:46 WIB

Jadwal Pertandingan ASEAN Cup 2024 Berubah, Termasuk dengan Laga Timnas Indonesia? Cek Perubahannya di Sini

Jadwal Pertandingan ASEAN Cup 2024 Berubah, Termasuk dengan Laga Timnas Indonesia? Cek Perubahannya di Sini

Bola | Senin, 27 Mei 2024 | 11:15 WIB

Vietnam Takuti Satu Negara di ASEAN CUP 2024 Bakal Jadi Kekuatan Baru Sepak Bola Asia Tenggara, Bukan Timnas Indonesia

Vietnam Takuti Satu Negara di ASEAN CUP 2024 Bakal Jadi Kekuatan Baru Sepak Bola Asia Tenggara, Bukan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 27 Mei 2024 | 11:05 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

×