Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

UMKM Kabupaten Lebak Jadikan Makanan Tradisional Andalan Bisnis, Raup Cuan Miliaran Rupiah

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 31 Mei 2024 | 12:44 WIB
UMKM Kabupaten Lebak Jadikan Makanan Tradisional Andalan Bisnis, Raup Cuan Miliaran Rupiah
Ranginang atau regginang. Salah satu camilan khas Lebak, Banten. Sebagai ilustrasi [Freepik/stack]

Suara.com - Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak, Banten berdasarkan data 2022 mencapai 72.485 unit usaha. Termasuk pelaku usaha makanan tradisional. Perputaran uang mencapai miliaran rupiah per tahun.

Dikutip dari kantor berita Antara, selama ini pelaku UMKM memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat pedesaan, dan mampu mengatasi kemiskinan ekstrem. Termasuk di Kabupaten Lebak.

"Kami minta pelaku UMKM khas makanan tradisional yang berkembang di desa-desa agar meningkatkan kualitas sehingga bisa menembus pasar global," jelas Juli Zakiah, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak.

Disebutkannya pemerintah daerah mendorong pelaku usaha agar mengembangkan produk makanan khas tradisional. Tujuannya agar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan.

Sebagai catatan, UMKM khas makanan tradisional di Kabupaten Lebak, Banten berhasil menggulirkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan. Sehingga penghidupan sektor ini mampu mengatasi kemiskinan ekstrem.


UMKM khas makanan tradisional Kabupaten Lebak antara lain tumbuh dan berkembang di Desa Sukamanah. Ragamnya antara lain produk opak ketan, ranginang, rangining, uli ketan, peyem ketan hitam, bolu ketan, gipang ketan manis, bugis, jojorong, dan lainnya.

Produksi makanan khas tradisional tadi mampu membangkitkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan.


Para pelaku UMKM Kabupaten Lebak memasarkan produknya di sekitar wilayah Lebak, juga melayani permintaan konsumen dari luar daerah.

Pebisnis usaha rumahan yaitu UMKM khas makanan tradisional ini mengalami kebanjiran order saat memasuki hari raya keagamaan. Juga saat musim menikah atau bulan-bulan di mana perhelatan pengantin banyak digelar.

"Kami bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 150 - 250 ribu per hari," ungkap Fitri (40), pelaku UMKM khas makanan tradisional di Rangkasbitung, Lebak, Jumat (31/5/2024).

"Bahkan kami bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 15 juta jika hari raya besar keagamaan, karena banyak permintaan," lanjutnya.

Sedangkan Teti (55), warga Kabupaten Lebak mengatakan masyarakat di wilayahnya, yaitu Desa Pasir Kupa Kecamatan Kalanganyar, kebanyakan adalah pelaku UMKM.

Senada dengan beberapa daerah lain, di Desa Pasir Kupa pada pelaku UMKM mendalami bisnis khas aneka makanan tradisional.

Keuletan mereka berhasil, dan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Buktinya, anggota masyarakatyang masih menyandang kemiskinan ekstrem dan pengangguran relatif kecil.

"Kami setiap hari bisa meraup keuntungan sekitar Rp 250 ribu dengan produksi opak ketan, peyem ketan, uli ketan dan ranginang," jelasnya.

baca juga

UMKM makanan khas atau tradisional yang dilakukan kaum perempuan ini mampu menggulirkan ekonomi pedesaan. Salah satu bukti suksesnya adalah membuat bangunan rumah semi permanen, dan jumlahnya banyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat

Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Pembahasan di Kementerian Sudah Selesai, Perpres Ojol Tinggal Diumumkan Mensesneg

Pembahasan di Kementerian Sudah Selesai, Perpres Ojol Tinggal Diumumkan Mensesneg

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Ekonomi Digital Makin Kuat, UMKM Lokal Naik Kelas dan Perluas Pasar

Ekonomi Digital Makin Kuat, UMKM Lokal Naik Kelas dan Perluas Pasar

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%

Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Impor Banjiri Pasar, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Kebijakan untuk Lindungi UMKM

Impor Banjiri Pasar, Pemerintah Siapkan Penyesuaian Kebijakan untuk Lindungi UMKM

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Status Ojek Online Segera Diubah Jadi UMKM, Apa Keuntungannya buat Driver?

Status Ojek Online Segera Diubah Jadi UMKM, Apa Keuntungannya buat Driver?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:18 WIB

Terkini

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×