Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

ARN Temui Wapres Ma'ruf Amin Bahas Kondisi Terkini Industri Konstruksi Nasional

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 01 Juni 2024 | 19:20 WIB
ARN Temui Wapres Ma'ruf Amin Bahas Kondisi Terkini Industri Konstruksi Nasional
GAPENSI melakukan kunjungan penting ke Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin untuk membahas kondisi terkini industri konstruksi nasional.

Suara.com - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), sebagai organisasi konstruksi tertua di Indonesia, melakukan kunjungan penting ke Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin untuk membahas kondisi terkini industri konstruksi nasional.

Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal BPP GAPENSI, Andi Rukman Nurdin (ARN), yang saat ini juga menjadi Calon Ketua Umum BPP GAPENSI, beserta sejumlah pengurus BPP GAPENSI.

Kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, yang menyambut baik komitmen GAPENSI. Beliau berharap sinergi antara pemerintah dan GAPENSI dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, ARN menyampaikan keprihatinan terkait penurunan jumlah Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) yang signifikan sejak diberlakukannya Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Sebelum pandemi, jumlah BUJK tercatat sebanyak 144.000, namun kini hanya tersisa 75.809. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesulitan dalam memperoleh perizinan dan terbatasnya peluang pekerjaan bagi usaha kecil dan menengah," ujar ARN ditulis Sabtu (1/6/2024).

Audiensi ini juga membahas kondisi konstruksi terkini dan pelaksanaan Musyawarah Nasional ke XV BPP GAPENSI yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Juni di Hotel Bidakara, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, GAPENSI berharap Wakil Presiden Ma'ruf Amin dapat membuka kegiatan Munas tersebut secara resmi.

ARN juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi oleh BUJK kecil dan menengah, seperti kesulitan mendapatkan perizinan yang menyebabkan terbatasnya penyebaran penyedia jasa konstruksi di kota/kabupaten, menurunnya jumlah paket proyek berskala kecil, dan konsolidasi proyek besar yang hanya bisa dilaksanakan oleh badan usaha besar, terutama BUMN.

Dalam sela-sela pembahasan mengenai keadaan konstruksi nasional saat ini, ARN dengan bijaksana menyatakan kepada Wakil Presiden bahwa dirinya maju menjadi Calon Ketua Umum BPP GAPENSI dan dengan sikap tegas akan siap bersinergi mengawal pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

"GAPENSI berkomitmen untuk terus menyampaikan berbagai persoalan di bidang pekerjaan jasa konstruksi kepada pemerintah, mensosialisasikan kebijakan pemerintah kepada anggota GAPENSI di seluruh Indonesia, serta memberdayakan BUJK anggota GAPENSI," tutup ARN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ARN Nyatakan Siap Turut Serta Majukan Sektor Konstruksi

ARN Nyatakan Siap Turut Serta Majukan Sektor Konstruksi

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2024 | 18:11 WIB

Emiten PPRE Gunakan Teknologi Terkini Biar Efisien di Konstruksi dan Jasa Pertambangan

Emiten PPRE Gunakan Teknologi Terkini Biar Efisien di Konstruksi dan Jasa Pertambangan

Bisnis | Rabu, 29 Mei 2024 | 06:44 WIB

Olahkarsa dan GBC Indonesia Jalin Kerja Sama Konsultasi dan Sertifikasi di Bidang Desain dan Bangunan Hijau

Olahkarsa dan GBC Indonesia Jalin Kerja Sama Konsultasi dan Sertifikasi di Bidang Desain dan Bangunan Hijau

Bisnis | Selasa, 21 Mei 2024 | 07:50 WIB

Terkini

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB