Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Laba Gudang Garam Gak 'Ngebul' Lagi, Anjlok 71 Persen di Semester I 2024

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 01 Agustus 2024 | 19:05 WIB
Laba Gudang Garam Gak 'Ngebul' Lagi, Anjlok 71 Persen di Semester I 2024
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melaporkan hasil kinerja keuangan mereka sepanjang enam bulan pertama tahun 2024. Hasilnya, laba emiten rokok ini ternyata kembali tak 'ngebul' lagi.

Suara.com - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melaporkan hasil kinerja keuangan mereka sepanjang enam bulan pertama tahun 2024. Hasilnya, laba emiten rokok ini ternyata kembali tak 'ngebul' lagi.

Berdasarkan laporan keuangan yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (1/8/2024) laba bersih GGRM hanya Rp925,51 miliar pada semester I 2024, atau turun 71,8 persen dibanding periode sama tahun 2023 yang mencapai Rp3,2 triliun.

Dampaknya, laba per saham dasar dan dilusian melorot ke level Rp481 per lembar pada akhir Juni 2024. Sedangkan akhir Juni 2023 berada di level Rp1.709 per helai.

Presiden Direktur GGRM, Susilo Wonowidjojo melaporkan pendapatan sebesar Rp50,01 triliun dalam 6 bulan pertama tahun 2024. Hasil itu menyusut 10,3 persen dibanding periode sama tahun 2023 yang mencapai Rp55,8 triliun.

Pemicunya, penjualan sigaret kretek mesin merosot 12,2 persen secara tahunan tersisa Rp44,531 triliun pada akhir Juni 2024. Senasib, penjualan kertas karton melorot 17,7 persen secara tahunan menjadi Rp472,6 miliar.

Tapi penjualan sigaret kretek tangan tumbuh 11,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,905 triliun pada akhir Juni 2024.

Walau biaya pokok telah ditekan sedalam 6,2 persen secara tahunan menjadi Rp44,95 triliun pada semester I 2024. Tapi laba kotor tetap terpangkas 36,1 persen secara tahunan menjadi Rp5,068 triliun.

Terlebih beban usaha bengkak secara tahunan menjadi Rp3,663 triliun. Dampaknya, laba usaha terpotong 64,4 persen secara tahunan tersisa Rp1,61 triliun.

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 17,7 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp25,9 triliun pada akhir Juni 2024.

Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 1,4 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp61,7 triliun pada akhir Juni 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Semen Kompetitif, SIG Kantongi Laba Rp503 Miliar

Industri Semen Kompetitif, SIG Kantongi Laba Rp503 Miliar

Bisnis | Kamis, 01 Agustus 2024 | 18:34 WIB

Bos KFC Indonesia Mengeluh, Perusahaan Alami Rugi Beruntun Imbas Aksi Boikot

Bos KFC Indonesia Mengeluh, Perusahaan Alami Rugi Beruntun Imbas Aksi Boikot

Bisnis | Kamis, 01 Agustus 2024 | 14:55 WIB

DPK Capai Rp25 Triliun, Hana Bank Kantongi Laba Bersih Rp259 Miliar di Semester I 2024

DPK Capai Rp25 Triliun, Hana Bank Kantongi Laba Bersih Rp259 Miliar di Semester I 2024

Bisnis | Kamis, 01 Agustus 2024 | 13:27 WIB

Terkini

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB