Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

DJP Kemenkeu: Coretax Dapat Menambah Penerimaan 1,5% dari PDB

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Kamis, 26 September 2024 | 13:44 WIB
DJP Kemenkeu: Coretax Dapat Menambah Penerimaan 1,5% dari PDB
Kepala Subdirektorat Pengelolaan Penerimaan Pajak (DJP) Muchamad Arifin. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan media edukasi Core Tax Administration System (CTAS) di situs pajak.go.id. Dengan diluncurkannya fitur ini, artinya wajib pajak sudah bisa mencoba simulasi CTAS.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Penerimaan Pajak (DJP) Muchamad Arifin mengatakan, berdasarkan hitungan World Bank (Bank Dunia), fitur ini bisa menambah penerimaan negara hingga 1,5% dari PDB. Namun, hal itu bisa terjadi sekitar 5 tahunan lagi.

"Bisa nambah 1,5% dari PDB itu sekitar 5 tahunan, tidak mungkin misalnya setelah diterapkan sekarang tahun depan nambah 1,5%. Dan itu merupakan study dari world bank, jadi belum tentu juga, di kita kalau diterapkan (hasilnya) itu sama," tutur Arifin dalam Media Gathering APBN 2025 yang digelar di Serang, Banten, Kamis, (25/9/2024).

Arifin menjelaskan, setelah coretax diterapkan, maka data dari lembaga dan instansi sudah masuk ke dalam sistem. Dengan begitu, akan menambah tax ratio secara signifikan. Kendati demikian, dia belum mau menyampaikan berapa potensi penerimaan tambahan dari sistem ini.

"Rilisnya nanti pimpinan," imbuh Arifin.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Wjiwandono meyakini coretax mampu meningkatkan tax ratio di Indonesia. Kemenkeu memperkirakan, penerapan coretax dapat meningkatkan tax ratio hingga 12%.

"Kami melihat sistem itu (coretax) bisa menambah rasio pajak kita dari 10 persen ke 12 persen," ujarnya.

Sebagai informasi, simulator coretax bersifat interaktif dan dapat diakses dari manapun dan kapan pun menggunakan internet. Wajib pajak tak perlu khawatir terhadap data pribadinya, karena data yang digunakan adlaah data khusus untuk keperluan edukasi, bukan merupakan data wajib pajak yang sebenarnya.

Adapun untuk mengakses simulator ini, wajib pajak harus melakukan pendaftaran pada laman awal akun DJP Online. Apabila pendaftaran berhasil, sistem akan memberikan notifikasi melalui alamat email yang terdaftar pada akun DJP Online.

Notifikasi berupa tautan, nama pengguna dan kata sandi untuk mengakses simulator akan dikirim paling lama tiga hari kerja. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Program Quick Win Prabowo Telan APBN hingga Rp121 Triliun

7 Program Quick Win Prabowo Telan APBN hingga Rp121 Triliun

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 10:07 WIB

Wamenkeu Thomas Sebut Kepastian PPN 12% Akan Dibahas oleh Kabinet Baru

Wamenkeu Thomas Sebut Kepastian PPN 12% Akan Dibahas oleh Kabinet Baru

Bisnis | Rabu, 25 September 2024 | 19:52 WIB

Gaji Fantastis! Ini Besaran Tunjangan PNS Kemenkeu per Kelas Jabatan

Gaji Fantastis! Ini Besaran Tunjangan PNS Kemenkeu per Kelas Jabatan

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 15:50 WIB

Harga Rokok Tahun Depan Tak Melonjak, Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Belum Pasti

Harga Rokok Tahun Depan Tak Melonjak, Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Belum Pasti

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 09:15 WIB

Tiba-tiba Diperiksa Petugas Pajak, Yoo Jae Suk Ditemukan Tak Bersalah

Tiba-tiba Diperiksa Petugas Pajak, Yoo Jae Suk Ditemukan Tak Bersalah

Your Say | Jum'at, 20 September 2024 | 14:52 WIB

Pecinta Kuliner Perlu Tahu Besaran Pajak Saat Beli Makanan dan Minuman, Begini Cara Hitungnya

Pecinta Kuliner Perlu Tahu Besaran Pajak Saat Beli Makanan dan Minuman, Begini Cara Hitungnya

Bisnis | Jum'at, 20 September 2024 | 13:04 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB