Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Dulu Berjaya Karena Jadi Kiblat Industri Baja, Kini Krakatau Steel Merana Terlilit Tumpukkan Utang

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 30 September 2024 | 12:46 WIB
Dulu Berjaya Karena Jadi Kiblat Industri Baja, Kini Krakatau Steel Merana Terlilit Tumpukkan Utang
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tengah berjuang menghadapi beban utang yang mencapai puluhan triliunan rupiah. (Foto Ist)

Suara.com - PT Krakatau Steel Tbk yang pernah menjadi kiblat industri baja nasional, kini merintih kesakitan. Perusahaan pelat merah ini dulu begitu disegani hingga pengusaha baja China datang berguru.

Namun, seiring berjalannya waktu, Krakatau Steel justru terjerat dalam lilitan utang triliunan rupiah.

Maraknya impor baja dari China menjadi salah satu penyebab utama kemerosotan Krakatau Steel saat ini.

Produk-produk baja China yang lebih murah membanjiri pasar domestik, membuat produk dalam negeri sulit bersaing. Kondisi ini semakin diperparah dengan sejumlah masalah internal perusahaan, seperti efisiensi produksi yang rendah dan utang yang terus membengkak.

Kini perusahaan dengan kode saham KRAS ini sedang harap-harap cemas karena proses restrukturisasi utangnya akan ditentukan bulan Oktober 2024 ini kepada para krediturnya.

Mengutip Bloomberg pada Senin (30/9/2024) total restrukturisasi utang KRAS mencapai USD1,5 miliar atau setara Rp22,68 triliun menurut sumber.

Didirikan pada tahun 1970, Krakatau Steel pernah menjadi tuan rumah bagi para industrialis dari Cina yang ingin belajar bagaimana negara mereka dapat mempercepat produksi baja sendiri. Maju beberapa dekade dan perusahaan Indonesia ini tiba-tiba harus bergulat dengan tumpukkan utang yang menggunung.

Menriknya kondisi ini terjadi usai makin maraknya baja impor asal China dengan harga yang jauh lebih murah.

Sebelumnya Krakatau Steel juga pernah melakukan restrukturisasi utang senilai USD2 miliar pada tahun 2020. Ketika itu, kinerja bisnisnya anjlok karena digempur baja impor yang lebih murah dari Cina dan beberapa tempat lain.

Menurut sumber itu pula, kini Krakatau Steel memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melindungi industri baja lokal dengan membatasi impor baja berkualitas rendah.

Akan tetapi, kebakaran di salah satu pabriknya tahun lalu menyebabkan kinerja Krakatau Steel memburuk lagi. Direktur keuangan Krakatau Steel mengatakan bahwa perusahaan perlu merestrukturisasi pinjamannya.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Krakatau Steel maupun Kementerian BUMN tentang kabar tersebut.

Dalam keterbukaan informasi BEI awal bulan September 2024 kemarin, Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan bahwa pemegang saham telah menyetujui program Rencana Penyehatan Keuangan (RPK), salah satunya meliputi aspek skema restrukturisasi lanjutan dalam penyelesaian utang tranche A, B, dan C.

Purwono menyampaikan bahwa perseroan telah membayar sebagian pokok utang dan bunga dengan nilai total sebesar US$509 juta. Pembayaran ini membuat utang perseroan kepada kreditur tersisa USD1,5 miliar.

"Sehingga kami punya napas dan bisa menjaga bisnis perusahaan dalam jangka panjang,” ungkap Purwono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Info A1! 2 Pemain Keturunan Ganas Bela Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China, Shin Tae-yong: Langsung Gabung

Info A1! 2 Pemain Keturunan Ganas Bela Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China, Shin Tae-yong: Langsung Gabung

Bola | Senin, 30 September 2024 | 11:29 WIB

BUMN Krakatau Steel Terlilit Utang Puluhan Triliun, Nasibnya Ditentukan Oktober Ini

BUMN Krakatau Steel Terlilit Utang Puluhan Triliun, Nasibnya Ditentukan Oktober Ini

Bisnis | Senin, 30 September 2024 | 10:23 WIB

Konsisten! Bank Mandiri Berperan Aktif dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Konsisten! Bank Mandiri Berperan Aktif dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Sport | Minggu, 29 September 2024 | 15:17 WIB

Terkini

IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959

IHSG Masih Merosot pada Pembukaan Senin ke Level 6.959

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 09:17 WIB

Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram

Emas Antam Merosot awal Pekan Ini, Harganya Tembus Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 09:00 WIB

Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini

Pasar Emas Sedang Konsolidasi? Simak Update Harga Antam dan UBS Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:56 WIB

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:50 WIB

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:41 WIB

Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:36 WIB

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:33 WIB

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:26 WIB

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:06 WIB

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:55 WIB