Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Hilirisasi di Indonesia Terancam Gagal Tanpa Strategi Penyiapan SDM yang Tepat

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 14 Februari 2025 | 06:53 WIB
Hilirisasi di Indonesia Terancam Gagal Tanpa Strategi Penyiapan SDM yang Tepat
Acara Metalurgy Conference, yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IMMG).

Suara.com - Billy Mambrasar, Anggota Dewan Pakar Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Sekretaris Jendral Dewan Energi Muda Nasional (Youth Energy and Environment Council) menyampaikan keresahannya, terkait rencana pemerintah untuk melakukan proses hilirisasi, akan tetapi tidak bersamaan dengan penyiapan SDM Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam acara Metalurgy Conference, yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IMMG). Billy juga sempat menyampaian keresahannya terkait pengurangan anggaran Pendidikan yang dapat mempengaruhi kecepatan pemenuhan kebutuhan SDM Indonesia untuk kebutuhan industrialisasi dan hilirisasi.

Menurutnya, ada 4 faktor yang menjadi kunci keberhasilan Hilirisasi, yakni Kebijakan yang memberikan insentif yang tepat kepada Investor untuk dapat berinvestasi, Kesiapan Infrastruktur yang mendukung, Kemampuan negara melakukan lobi geopolitik dalam menghadapi tekanan internasional seperti tuntutan hukum dari WTO dan sebagainya, dan yang terakhir adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

“Dari keempat hal yang saya sebutkan diatas, saya ingin menyoroti hal yang paling mudah untuk di kontrol dan dikelola pemerintah, akan tetapi malah yang paling lambat perkembangannya, yakni penyiapan SDM yang berkualitas”, ujar Billy Mambrasar, ditulis Jumat (14/2/2025).

Billy menjabarkan bahwa data dari Kementerian ESDM menunjukkan kebutuhan hingga 16.000 tenaga kerja terampil setiap tahunnya, untuk mendukung hilirisasi. Kenyataannya, lulusan sarjana dari sekolah berbasis Teknik dan MIPA (STEM), sangat rendah jumlahnya. Itupun yang lulus belum tentu memiliki kualitas dan kapasitas yang mumpuni.

Billy Mambrasar juga menyoroti jumlah sekolah kejuruan dan sekolah Teknik yang saat ini masih minim, termasuk kualitasnya yang juga belum cukup baik untuk menyediakan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan untuk proses hilirisasi ini.

Salah satu saran yang diberikan oleh Billy Mambrasar, adalah kemitraan pemerintah dengan sektor swasta, untuk sama-sama menyiapkan SDM tersebut, dengan misalnya membangun sekolah bersama, mendanai operasional sekolah tersebut dengan dana CSR, hingga membangun pusat pusat pelatihan nonformal untuk penyiapan tenaga kerja.

“Saya berharap, pemerintah dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan kuantitas infrastruktur Pendidikan di Indonesia, termasuk penyiapan tenaga kerja terampil. Saya berharap, ada rancangan strategis pemerintah sebagai alternatif pengurangan anggaran Pendidikan yang ada, agar jumlah lulusan Teknik, atau ilmu pasti, yang dibutuhkan untuk mendukung hilirisasi, dapat tetap tercapai.” pungkas Billy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Hilirisasi, Gaji Tenaga Kerja Lokal 7 Kali Lebih Rendah dari Pekerja Asing

Ironi Hilirisasi, Gaji Tenaga Kerja Lokal 7 Kali Lebih Rendah dari Pekerja Asing

Bisnis | Senin, 03 Februari 2025 | 18:06 WIB

INDEF Sebut RI Bisa Cuan Gede dari Hilirisasi Tembaga

INDEF Sebut RI Bisa Cuan Gede dari Hilirisasi Tembaga

Bisnis | Senin, 03 Februari 2025 | 15:35 WIB

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

FEB UI Sebut Hilirisasi Tambang Membangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia

News | Senin, 03 Februari 2025 | 09:45 WIB

Terkini

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:31 WIB

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:18 WIB

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:08 WIB

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:04 WIB

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Transaksi Gadai Meningkat Pascalebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas Jadi Sumber Likuiditas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:59 WIB

Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Usai Copot Febrio dan Luky, Purbaya Tunjuk Dua Nama Ini Sebagai Penggantinya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:51 WIB

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp 803 Miliar di Kuartal 1 2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:33 WIB

BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya

BCA Bakal Tebar Dividen Tiga Kali di 2026, Simak Jadwalnya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:28 WIB