Danantara vs INA: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Penting bagi Indonesia?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 21 Februari 2025 | 17:39 WIB
Danantara vs INA: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Penting bagi Indonesia?
Ilustrasi saham, bursa efek (Gambar oleh Sergei Tokmakov, Esq. https://Terms.Law dari Pixabay)

Suara.com - Danantara belakangan ini menjadi topik perbincangan yang hangat di berbagai forum dan media. Keberadaannya memicu berbagai spekulasi dan diskusi mengenai peran serta dampaknya terhadap perekonomian nasional. Banyak pihak yang penasaran dengan konsep serta tujuan utama dari Danantara, terutama dalam kaitannya dengan investasi dan pengelolaan aset negara. Popularitas isu ini juga semakin meningkat seiring dengan berbagai kebijakan dan strategi yang diperkenalkan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia.

Tak sedikit yang kemudian membandingkan Danantara dengan Indonesia Investment Authority (INA), sebuah lembaga pengelola dana investasi yang telah lebih dulu beroperasi. Hal ini wajar mengingat keduanya sama-sama bergerak dalam ranah investasi dan pengelolaan aset strategis. Namun, meskipun tampak serupa, ada beberapa perbedaan mendasar dalam struktur, fungsi, serta cakupan kerja masing-masing entitas.

Pemahaman yang jelas mengenai perbedaan ini sangat penting bagi para pelaku ekonomi, investor, maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih dalam tentang bagaimana peran Danantara dan INA dalam mendukung pembangunan nasional.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif, mari kita cermati lebih lanjut perbedaan antara Danantara dan INA dari berbagai aspek, mulai dari struktur organisasi, mekanisme kerja, hingga tujuan strategis yang ingin dicapai. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menilai bagaimana keduanya berkontribusi terhadap ekosistem investasi di Indonesia serta peluang dan tantangan yang mungkin dihadapi ke depan.

Garis Besar Tujuan dan Fungsi Danantara

Danantara merupakan sebuah entitas yang dirancang untuk mengambil peran sebagai pengelola investasi nasional yang tidak hanya mengandalkan dana dari APBN saja, tapi juga menarik investasi dari sektor swasta.

Tujuan utama yang dimiliki adalah:

  • Meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara melalui konsolidasi dan optimalisasi aset-aset yang sebelumnya dikelola terpisah
  • Menarik investasi asing dan domestik ke sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional
  • Mendukung hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah SDA Indonesia
  • Memperkuat ketahanan ekonomi dengan memastikan investasi diarahkan pada sektor yang memiliki dampak jangka panjang

Lalu Apa Perbedaan Danantara dan INA?

Beberapa perbedaan yang paling menonjol sebenarnya tampak ketika kedua penjelasan dari entitas ini disandingkan.

baca juga

INA secara umum lebih berfokus pada pengelolaan dana investasi dari luar negeri untuk proyek infrastruktur di Indonesia. Sementara itu, Danantara bersifat sebagai superholding, yang mengonsolidasikan aset-aset BUMN dan aset negara lain agar dikelola secara lebih optimal.

Indonesia Investment Authority berperan sebagai pengelola investasi yang bekerja sama dengan investor asing. Danantara, di sisi lain, bertindak sebagai lembaga yang memaksimalkan potensi aset negara agar dapat menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Secara umum, baik Danantara atau INA memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam ekosistem investasi Indonesia. Jika dikelola dengan optimal dan ideal, maka dampaknya bagi perekonomian akan benar-benar terasa untuk jangka panjang.

Terbesar ke-4 di Dunia

Disebutkan di salah satu media online, Danantara sendiri akan membawahi setidaknya 7 perusahaan milik pemerintah. 7 BUMN ini memiliki aset paling besar dari total 47 BUMN yang saat ini masih beroperasi.

Jika ditotal, aset yang dikelola Danantara ada di kisaran angka US$600 miliar, atau sekitar Rp9,480 triliun dengan asumsi kurs pada angka Rp15,800. Angka ini membuat Danantara sebagai sovereign wealth fund ke-4 terbesar yang ada di dunia.

Jika melihat data-data dan perhitungan, secara ideal Danantara benar-benar menjadi kartu As Indonesia untuk meningkatkan perekonomian negara. Namun hal ini tidak mengurangi sikap kritis masyarakat pada pengelolaan Danantara, yang diharapkan terus dapat menjadi pengawas dari sisi luar.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keponakan Luhut Ikut Makan Siang Bareng Kabinet di Istana, Siap-siap Jadi Bos Danantara?

Keponakan Luhut Ikut Makan Siang Bareng Kabinet di Istana, Siap-siap Jadi Bos Danantara?

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 16:07 WIB

Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Diisukan Bakal Jadi Petinggi Danantara

Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Diisukan Bakal Jadi Petinggi Danantara

Lifestyle | Kamis, 20 Februari 2025 | 17:44 WIB

Perbandingan Dana Efisiensi yang Digunakan untuk MBG dan Danantara

Perbandingan Dana Efisiensi yang Digunakan untuk MBG dan Danantara

Bisnis | Kamis, 20 Februari 2025 | 16:24 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:31 WIB

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

Hasyim Asy'ari Akui KPU Tak Cek Keabsahan Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Biodata dan Profil Nino Fernandez yang Jadi Omongan Panas di X

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Reaksi John Herdman Usai Malaysia Lumat Singapura Pesta 6 Gol

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

IHSG Mulai Menghijau pada Awal Perdagangan, Pantau ENRG

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:17 WIB

John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Hujan Gol Lawan Bangladesh

John Herdman Buka Suara Usai Timnas Indonesia Hujan Gol Lawan Bangladesh

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

×